Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 129


🍂🍂🍂🍂🍂


Pulang ke kerumah Abah dan Enin adalah keputusan Shena yang tak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun termasuk suaminya. Untungnya saja Fajar tak keberatan akan hal tersebut. Ia manut saja apa yang jadi keinginan si ibu dua anak tersebut. Lagi pula, ia juga sudah sejak kecil sering berada disana jadi tak ada masalah sama sekali jika tak tinggal lagi di rumah utama.


Ya, memang belum tahu juga kapan mereka akan kembali ke bangunan mewah tersebut. Shena yang sejak awal di bawa kerumah Abah dan Enin memang langsung betah karna wanita baya itu fokus perhatian padanya saja.


"Kamarnya mu dan anak-anak memang di pisah?" tanya Ayah saat di perjalanan.


Ayah dan Bubun sama sekali tak melepas Anak dan menantunya. Mereka benar benar mendampingi sampai waktu kepulangan tiba.


Empat hari berada di rumah sakit, rasanya sudah cukup satu persatu datang menjenguk Shena dan si kembar meski pastinya itu belum semua.


"Masih satu kamar, itu nanti saja. terserah Shena," jawab Fajar sambil melirik kearah spion atas untuk melihat istrinya yang duduk di belakang bersama Bubun. Dua wanita pemegang tahta tertinggi dalam hatinya sedang saling satu menggendong si kembar yang anteng dalam pelukan.


"Hem, kalau mau bongkar kamar bilang aja ya," kata Ayah lagu namun hanya di balas anggukan kepala saja.


Fajar tak bisa mengiyakan karna kamar di rumah itu cukup untuk mereka yang kadang ada Abang dan Lintang juga.


"Di renovasi aja, Yah. Bangun ke atas lagi gimana?" saran Bubun yang sepemikiran dengan putranya.


"Ngapain tinggi tinggi? udah kaya Kandang burung aja tingkat banyak banyak," sahut Shena yang senang memainkan hidung putrinya dengan alasan agar lebih mancung dari yang sekarang, padahal sebenarnya itu justru terlihat sangat imut dan menggemaskan.


Tiga orang yang ada dalam mobil tentu langsung tertawa mendengar hal tersebut meski bingung kandang burung apa yang maksud Shena sebab burung abah punya kandangnya masing masing yang memang di gantung tinggi. Jika dulu ada cucu yang sering rusuh dengan piaraan pria itu kini jauh lebih rusuh jika pasukan krucil yang datang yaitu para cicit Abah dan Enin. Lagi lagi, meski tak ada hubungan darah sama sekali rasa sayang mereka tak perlu di ragukan, dan disini yang di buat bangga tentu Bubun yang selalu menghormati kedua Mertuanya meski tahu mereka bukan orang tua kandung dari sang suami.


.


.


.


"Assalamu'alaikum," seru semuanya saat turun dari mobil yang sudah terparkir di dalam garasi.


"Maaf, Enin. Tadi macet," jawab Ayah Keanu yang selalu yakin jika wanita baya itu tetap punya surga untuknya, meski Enin tak memberi ASI tapi entah berapa banyak keringat yang di keluarkan olehnya selama mengurus sang putra.


"Ayo masuk, sore ini cukup kencang anginnya," ajak Abah pada anak memantu, cucu serta cicit barunya.


Mereka kini berkumpul di ruang tengah seperti biasa karna sofa dan luasnya cukup lebih membuat nyaman, apalagi dekat juga dengan dapur.


"Siapa nama panggilan mereka?' tanya Enin saat si kembar sudah pindah ke dalam pelukannya dan Abah.


.


.


.


ZaRa dan XaRa...



Ada season 2 nya..


" Pembantu Tajir untuk Tuan Muda "


Mohon maaf, untuk sekarang gak ada lapak baru, semua sekuel Anak akan di satukan dengan lapak orang tuanya masing-masing jika masih ada dan memungkinkan untuk di gabung.


Ada banyak alasan yang tidak bisa di sebutkan, cukup do'akan saja yang terbaik untuk kami para penulis.


Di tunggu Like komennya ya 😘