
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kemana dia?"
Fajar yang kembali ke Pelaminan bingung sendiri saat istrinya tak ada disana, ia menyapu pandangan mata dan berakhir di perkumpulan para sepupunya yang mempunyai berbagai karakter, terlihat oleh Fajar sendiri ada yang hanya tersenyum, tertawa, geram bahkan pura pura menangis, ada juga yang melengos pergi siapa lagi jika bukan Chio.
"Padahal lagi jadi Ratu sehari malah bikin gara-gara," gumamnya lagi sambil turun lalu menghampiri istrinya.
Sebelum akad dan resepsi, Fajar memang meminta pada semua untuk tak menjahili Shena lebih dulu, dan itu di sanggupi meski Lintang dan El masih bisik bisik seolah tak terima. Namun, melihat Shena sendiri yang mendatangi perkumpulan ahli waris Rahardian jadi sudah bisa di tebak jika memang istrinya yang sedang cari perkara.
"Kamu ngapain?" tanya Fajar yang kini tepat di sisi wanita halalnya.
"Lagi ngusir Si kutu kupret, kasian gerbang neraka gak ada yang jaga," jawab Shena.
"Cuti woy cuti, hareudang disana tuh," jawab El yang mengundang gelak tawa lagi seolah semua itu memang terjadi padahal hanya gurauan semata.
"Makanya, Lilin itu harus pake shift-shiftan, biar ada yang jagain terus," jawab Shena lagi.
"Sama siapa?" tanya yang lain.
"Abang Ashaaaaaa--," teriak Si Jancil sambil berlari menarik suaminya kembali ke pelaminan, meski gaunnya begitu berat dan panjang ia mampu juga menjauh dari amukan Buaya cilik.
"Woy! jangan kabur!" itulah yang di dengan sepasang pengantin yang kini sudah duduk manis lagi, Shena yang senang dan sudah merasa aman menjulurkan sedikit lidahnya.
.
.
.
Seluruh rangkaian pernikahan Senandung Fajar telah usai, mulai dari akad nikah sampai resepsi semua telah rampung di laksanakan dengan lancar penuh suka cita.
"Sayang, mau Honeymoon kemana?" tanya Fajar usai membersihkan diri lalu naik ke ranjang dimana istrinya sudah berbaring lebih dulu melepas lelah.
"Honeymoon tuh apa?" tanya Shena.
"Aa tanya, mau bulan madu kemana? gitu," tanya balik Shena yang kini sudah berbalut Lingerie berwarna merah muda.
"Hem, bulan madu itu jalan jalan, sekalian bikin anak yang banyak," jawab Fajar yang mulai mendaratkan bibirnya di belahan dada Shena.
"Jalan jalan tuh paling enak di pasar pagi kalau enggak di pasar malam biar sambil jajan, tapi kalau bikin anak enakan disini, yuuuuk."
Fajar yang mendengar kata Yuuuk langsung mendongak, ia mengernyit kan dahi karna Shena terlihat sangat bersemangat.
"Memang kamu gak cape?" tanya Fajar.
"Enggak, kan aku mau pake baru," jawabnya sambil tertawa, dan untuk menutupi rasa malunya ia tentu menutup wajah cantik alaminya itu dengan kedua tangan.
"Gaya baru? gaya apa tuh?" tanya Fajar penasaran.
Percayalah, otak istrinya kini tak sepolos dulu saat para pawang sudah turun tangan untuk mengajari banyak hal, karna bukan satu dua orang jadi banyak juga ilmu yang Shena dapat. Mungkin, ia masih bisa lugu di depan banyak orang tapi tidak di depan suaminya yang seolah ingin menerkam pria itu untuk di bawa ke surga dunia bersama.
"Sayang, gaya apa?" tanya ulang Fajar saat Shena masih tergelak sendiri padahal jiwa penasaran suaminya sedang meronta meronta.
.
.
.
Gaya BATU NGAPUNG....
Abis ngapung Hiber ya Shen 🤣🤣
Jangan lupa Aa nya juga di tenteng, nanti nyasar sendirian di surga dunia 😂
Klo ke neraka sih enak, ada Si El ma si Lilin 🤭