Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part #36


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Makan malam yang berbeda dirasakan oleh Shena, gadis itu kadang tersenyum dan tak jarang jug tertawa kecil saat melihat tingkah orang orang di sekitarnya sekarang, entah kebaikan apa yang pernah di lakukannya di masa lalu hingga balasannya kini ada di tengah-tengah orang baik.


Perut yang kenyang tentu suasana semakin santai, Fajar perlahan meninggalkan Shena yang sudah di dekati oleh Bintang dan Rinjani.


"Namamu Senandung?" tanya pawang Si kuncen Akhirat.


"Iya, tapi itu kepanjangan, panggil aja Shena," jawabnya yang tak sadar jika Fajar sudah tak ada di sisinya.


"Itu juga masih panjang, panggil aja Dung-Dung," sahut Lintang sambil tertawa.


Shena tentu langsung merengut kesal, seumur hidupnya selama 17 tahun ada di dunia baru Lintang yang memangil nya Dung-Dung. Bahkan, sekejam apapun Si Batagor ia tetap menyebut nama Shena dengan baik dan benar.


"Gak mau ih," tolaknya langsung.


"Tapi Lilin mauuuu, Dung-Dung Dung-Dung," ledek Di Bungsu.


"Aaaaaaaa, itu dia siapa tadi namanya?" adu Shena tapi ia justru bingung sendiri karna lupa.


Fajar yang sebenarnya tahu dan mendengar sejak tadi, bukan membawa Shena pergi justru ia mendekap kepala adiknya itu di ketiak lalu membawanya pergi jauh dari ruang tengah tempat kini semua berkumpul.


"Jangan marah ya, Lilin emang gitu, tapi dia baik kok'," bela Rinjani sebagai istri, selain Bubun dan Mhiu tentu ia adalah wanita yang paling tahu siapa Lintang.


"Lilin? ah iya namanya Lilin," jawab gadis itu berusaha mengingat dan harus ingat.


"Itu baru Lilin, belum Abang Asha," sahut Bintang karna usai makan tadi ia langsung menerima telepon dari Asistennya yang seperti nampak sangat penting.


"Yang baik cuma Aa yaaaaa," balas Shena dengan kedua pipi merah merona karna malu. Tapi, setelah mengenal kedua kembaran Fajar rasanya memang itu yang Shena rasakan.


"Cieeeeeee, iya deh iya--," kekeh Bintang dan Rinjani yang setelahnya mereka tertawa bersama.


Melihat ketiga wanita cantik itu, Bubun langsung meraih tangan Mhiu hingga wanita itu langsung menoleh kearah putrinya tersebut.


"Kalian beruntung, masih ada saudara meski ipar. Karna Phiumu dulu anak tunggal. Untung masih ada MiMoy dan Amma untuk menemani Mhiu di rumah sebesar ini," ungkap wanita baya itu sambil mengusap lembut kepala Bubun Embun.


Bubun hanya mengangguk sebab ia memang beruntung karna punya Rain dan Rindu. Dan sekarang ia punya 3 menantu meski yang satu masih berstatus Calon.


"Semoga kalian semua bahagia ya, Mhiu hanya bisa mendoakan," ucapnya lagi yang langsung di peluk oleh Bubun Embun.


Bintang, Rinjani dan Shena saling pandang saat melihat dua Nyonya besar itu saling memeluk dengan penuh haru, mereka yang baru mendekat ke arah Bubun dan Mhiu untuk ikutan memeluk di kacaukan lagi oleh kedatangan Lintang yang sepertinya kabur dari pengawasan Fajar.


"Dung-Dung, Dung-Dung, Dung-Dung, numpang lewat ya, mau cek gerbang Neraka dulu," ledeka Lintang lagi saat lewat di depan Shena. Suasana hati gadis itu yang sudah jauh lebih baik kini kembali merengut kesal saat mendengar ledekan dari Si bungsu lagi.


"Berisik!"


"Bodoamat, dasar Panda Dung-Dung, " balas Lintang tertawa gemas.


.


.


.


Lilin bisa diem gak? Shena TIUP ya biar MATI



Janda Perawan ngamuk 😂😂😂


Demoooooooy, kamu lagi sibuk utel utel ya, 😏


Lilinmu punya maenan nih, mau ntut ntut gak 😆