Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 65


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Siapa yang paling bahagia di acara hari ini? mungkin jawabannya adalah Bubun. Senyum tak lepas dari wajah cantiknya yang tak banyak berubah kecuali makin dewasa dan keibuan. Ini seperti ajang Reuni juga untuknya karna ia pun banyak mengundang teman temannya.


"A' tanganku sakit," keluh Shena sambil memberikan tangannya yang kini tersemat dua cincin. Satu cincin yang termasuk mas kawin dan satunya lagi adalah hadiah pernikahan dari Sang suami.


Jangan tanya berapa harganya, karna tak pernah sebanding dengan kesetian juga limpahan cinta yang pria itu berikan pada istrinya.


Terbukti kali ini, Fajar mengusap dan menciumi pelan tangan Shena yang katanya sakit padahal sebenarnya itu pegal karna banyak menyalami semua orang.


"Ternyata bagus juga ya janji menikah sekali seumur hidup, karna memang ini sangat melelahkan," ucap Shena yang begitu senang setiap di perlakukan baik oleh Fajar.


"Tapi kamu justru dua kali, sayang."


"Yang satunya aku gak janji, jangan di hitung!" jawab Shena kesal dan itu membuat Fajar tertawa.


Ia tak pernah marah saat di singgung tentang masa lalu, karna Fajar selalu meyakinkan jika itu semua proses yang harus di lewati Shena untuk mendapatkan apa yang ia miliki sekarang.


Jadi ia tak pernah marah pada takdirnya justru banyak banyak bersyukur karna pernah melewati begitu banyak rasa dalam satu waktu di usianya yang masih belasan tahun.


"Sayang, aku kesana dulu ya sebentar, ada teman kuliahku," ucap Fajar yang di iyakan oleh Shena meski rasanya ia malas di pelaminan seorang diri.


Ia juga tak berani turun sendiri karna gaunnya juga lebar dan berat, tapi untuk duduk manis serasa hal yang paling menyebalkan kali ini.


Dan.. semua itu di tepis saat kedua matanya justru melihat kearah kumpulan para pria tampan yang tak perlu di bahas kekayaannya, sebab belum di adon saja mereka sudah punya warisan masing-masing.


Shena pun perlahan turun dari pelaminan yang bagai taman bunga, kemudian mendekat ke arah sepupu sepupu suaminya sebab ia serasa terpanggil.


"KUTU KUPRET!!!" sahut yang lain berbarengan.


"Aku... Kak SHENA!!!" jawab menantu baru Lee Rahardian.


"Aw.. aw.. aw... Dung Dung Pret ternyata orangnya," balas El yang sebenarnya sudah menduga tapi tak menyangka wanita itu akan mengaku dengan cara menghampiri lebih dulu.


"Tuh, kamu aja ganti ganti sesuka hati, aku juga bisa!" omel Shena.


"Udah - udah, kalian ini kan sama sama Pret, ngapa ribut sih?" kata Sean menengahi tapi ia sendiri tak tahan ingin tertawa.


"Noh, dengeeeeeer! Dung Dung Pret sama Kutu Kupret jangan berantem nanti jadi pret pret," timpal Lintang yang tawanya sudah lama Lebih dulu pecah..


"Diem ya, Lilin Ngepet!" sahut Shena dan El berbarengan dan itu membuat keduanya kaget.


"Cieeeeee kompak," ledek Angkasa sambil tepuk tangan.


Shena dan El tentu tak terima dengan ejekan yang mereka dengar barusan, tak pernah terbesit dalam hati Shena untuk berbaikan karena El adalah makhluk yang paling menyebalkan. Sedangkan El menganggap Shena adalah mainan untuk uji emosi.


"Sana-sana, ngapain di sini," usir El pada Shena.


"Kamu tuh sana, lupa ya kalau lagi jaga pintu gerbang neraka!" balas Shena.


.


.


.


El lagi cuti kan, Yiin?