Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 127


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kalau ada apa-apa nanti denganku, tolong pilih anak kita ya A'," pesan Shena yang semakin banjir air mata, sampai Fajar kualahan untuk menghapusnya.


"Tak ada yang ku pilih, kalain akan selalau bersamaku, Sayang. Ku mohon jangan bicara seperti itu."


Shena tersenyum kecil, entah apa yang sedang di lakukan dokter saat ini pada bagian tubuh bawahnya, Shena sama sekali tak ingin membayangkan karna ia pernah hampir pingsan saat melihat video tentang proses melahirkan Caesar itulah alasan selama ini ia bersikeras ingin melahirkan normal.


Padahal semua sama saja, dua duanya sedang berjuang melahirkan sang buah hati hasil cinta kerja keras penuh peluh sepasang suami istri demi hadirnya keturunan.


"Itu kan seandainya, A'. Aku sudah bahagia sampai detik ini, saatnya anakku nanti yang merasakan kasih sayang dan cintamu," ucap Shena lagi.


Namun, belum juga Fajar menjawab, ia justru menoleh dengan cepat kearah samping tempat para dokter dan perawat berkumpul. Di bagian bawah istrinya.


Dunia serasa berhenti berputar ketika suara tangis bayi jelas terdengar tentu bukan hanya oleh kedua telinganya saja. Rasa tak percaya itu tentu ada, karna waktu seolah cepat berlalu. Fajar masih ingat betul saat pertama kali melihat Shena yang sedang menangis ketakutan. Ia begitu merasa kasihan hingga pikirannya pendek karena merasa terdesak oleh keadaan, ia yang begitu mencintai dan meratukan para wanita di keluarganya tentu tak akan tinggal diam saat melihat seorang perempuan tersiksa lahir batin di depan mata. Tak perduli jika harus menolong dan membawa perempuan tersebut dari suaminya.


Tentu perjalanan mereka tak sampai di situ saja, karna setelahnya perjuangan Fajar untuk membuat Shena hidup normal baru di mulai, pastinya dengan cara mendampingi wanita itu bolak balik rumah sakit, ke psikaiter dan merayunya juga untuk minum obat agar perasannya jauh lebih tenang. Saat itu Shena memang hanya punya Fajar saja, mulai dari yang sekedar penolong kini justru menjadi pendamping hidupnya.


"Selamat, Tuan. Bayi pertama sudah lahir," ucap Dokter sambil memberikan si makhluk mungil polos tanpa apapun itu ke atas dada Shena, wanita yang kini resmi menjadi seorang ibu muda.


Seperti yang di ketahui sejak awal, menantu kedua Lee Rahardian itu tak mengandung satu bayi saja dalam rahimnya, jadi masih ada bayi lainnya yang siap menangis untuk menggemparkan ruang operasi yang menurut Shena itu adalah perbatasan dunia dan akhirat yang sesungguhnya.


"Bayi kedua juga sudah lahir, Tuan. Semuanya sempurna tanpa kurang satu apapun," ucap Dokter kembali.


Jika dulu Fajar dan Shena mengaggap pernikahan mereka adalah hari yang paling membahagiakan rasanya itu kurang tepat karna ada yang jauh lebih membahagikan setelah itu yaitu jadinya mereka sebagi orang tua dari dua anak kembar.


Ya, cukup dua saja ya EPRIBADEH..


"A', ini anak kita?" tanya Shena sambil terisak, ia tak percaya kini sudah mendekap hangat dua malaikat kecilnya yang padahal beberapa saat tadi masih ada dalam rahimnya.


"Iya, Sayang, mereka anak kita," jawab Fajar sambil tertawa kecil melihat dua anaknya sedang begeliat dengan sangat lucunya.


.


.


.


.


Hidungnya kenapa mirip Shena semua ya, MINIMALIS..??