Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 71


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Huft... gila ini aer kolam apa aer es dingin banget!" El naik ke atas dan masih berdiri di tepian kolam dengan keadaan basah kuyup, dan saking dingin karna tak siap juga ia sampai memeluk dirinya sendiri.


Beruntungnya ada pelayan yang bisa ia mintai tolong di ambilkan handuk.


"Ya ampun, kesian nih pasti ciut ciut deh gara gara dingin. Nanti kita kejar ya si Dung dung pretnya." geram El yang sepertinya sudah sampai di ubun ubun.


Mana bisa, ia yang sudah mandi, tampan, harum dan gemoy di ceburkan lagi ke kolam renang. Sungguh ini sebuah tidakan yang kurang menyenangkan.


El yang sudah mendapat handuknya langsung berlari masuk menuju kamarnya, ia yang berpapasan dengan mamihnya pun mengabaikan panggilan wanita itu.


"El--, Sayang... Kamu kenapa basah?" teriak Mamih XyRa yang kaget melihat penampakan anak kesayangannya yang kuyup tersebut.


Tatapannya beralih pada seorang pelayan yang kebetulan tadi mengambil handuk untuk El.


"Tuan muda kenapa?" tanya XyRa.


"Tidak tahu, Nyonya. Tadi Tuan Muda suda basah di tepi kolam," jelas Si pelayan.


XyRa pun hanya mengangguk lalu menyusul El ke kamarnya, ia masih penasaran dengan apa yang terjadi karna setahunya Lintang tak ada di rumah tapi ia sepertinya tak sadar jika ada satu musuh baru putranya di rumah utama.


.


.


.


"Ngaku dulu, habis ngapain, hem???" tanya Fajar yang curiga sejak istrinya itu masuk ke dalam.


"Enggak, aku gak ngapa ngapain. Aku tadi lari soalnya biar kurus lagi, jadi kalau Aa kompain aku terus gak apa-apa," jawabnya yang malah melantur tak jelas.


"Habis ngapain, Shena---?" tanya ulang Fajar tak percaya.


Shena meraba dada Fajar lalu di tariknya kaos bagian bawah untuk di lepas namun di tahan oleh suaminya, ia hanya ingin Shena jujur tentang kelakuan absurd apa lagi yang di perbuatnya.


"Oh, Aa gak mau? ya udah Shena aja yang buka."


Tanpa malu malu karna malunya sudah hilang berganti takut, ia pun membuka baju yang menutupi bagian atas tubuhnya, bukan hanya itu saja ia juga melepas dan membuang asal kabut kedua gunung kembarnya.


Kini, Shena sudah setengah telanJAaang didepan suaminya yang sedang mati matian menahan hasrat. Bagaimana pun Fajar tetap pria dewasa yang normal, salivanya ia telan kuat kuat saat BiRaahinya mulai memuncak. Tak perlu susah payah menanggalkan satu persatu apa yang menempel di tubuh Shena, justru ia sendiri yang melepasnya hingga nyaris toples.


"Aa mau yang kiri atau kanan?" tawar Shena yang langsung membuat Pria di depannya seakan tak bertulang.


Tuan muda Lee Rahardian itu lemas, benar-benar lemas dan gemas dengan kelakuan Si mantan JanCil yang tingkah lakunya tak bisa di tebak dan di kontrol.


"Atau mau dua duanya?" tawarnya lagi, dari pandang Fajar tentu ia ingin melahap semuanya lalu memberi tanda merah di sana yang banyak dan tanpa ampun pada Shena yang berani menggodanya di waktu seperti ini.


"Cepetan ih, mau yang mana?" tanyanya lagi yang kesal bercampur malu saat sadar dengan kelakuannya sekarang.


"Shena mau Aa ngapain?" tanya balik Fajar yang serasa sesak di bagian inti tubuhnya.


"Mau----"


Tok.. tok.. tok.. gubrak... gubrak.. gubrak...


Keduanya saling pandang dengan tatapan berbeda pastinya


.


.


.


"itu pasti korbannya kan? !!"