Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 146


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Shena yang diam tanpa Ekspresi apapun lagi lagi menitikan air matanya, Fajar yang akhirnya menunduk sedih kaget saat punggungnya ada yang mengusap.


"Sini, Dung Dung Pret, El yang suapin," tawar El dengan senyum getir di ujung bibirnya.


"Dung-Duuung Preeet," ledek El sambil tertawa, ia yang kini sudah berada di depan Shena memang baru sekarang datang ke rumah utama untuk menjenguk kakak sepupunya itu.


Tatapannya kosong, masih tak ada respon sama sekali yang di berikan.


"Duuuung, memang gak kangen sama El?" tanya pria yang baru beranjak dewasa itu.


"El kangen sama Dung-Dung. Main kejar kejaran lagi yuk? gak apa apa El yang kejar nanti Dung-Dung yang lari ya. Ngumpet gih sana yang jauh sampai El susah carinya," ucap El yang bukan menyuapi Shena seperti penawarannya ia malah mengutarakan rasa sedihnya.


Kemarin kemarin, si Demoy hanya mendapat cerita dari Mamih dan yang lainnya saja, meski begitu perihnya sangat terasa dan semakin parah dan nyeri saat justru melihat serta menyaksikan langsung secara jelas ketidak berdayaan Shena.


"Denger El ngomong gak?" tanyanya lagi tanpa jawaban.


Satu tetes cairan bening jatuh dari mata kiri Shena, dan itu malah membuat Fajar terisak sambil sedih, ingin rasanya ingin menyadarkan sang istri saking tak kuat nya melihat wanita halalnya itu bak patung yang bernyawa.


"Sayang--, mau main sama El lagi gak?" sambung Fajar yang ikut berusaha merangSaanG daya ingat Shena.


Tak ada obat khusus yang bisa menyembuhkan orang yang terkena Amnesia, apalagi Amnesia yang di derita Shena cukup parah karna akibat dari rasa trauma pasca pelecehan seksual. Hanya terapi yang bisa di lakukan pihak dokter dengan di bantu support dari keluarga besar yang sabarnya harus tak berbatas.


Tak ada jaminan kapan Shena akan sembuh tapi bukan berarti semua itu mematahkan keyakinan keluarga terutama suaminya. Mereka yakin, rumah utama akan lagi berwarna dan ramai dengan kecerian Senandung.


Tak hanya lahir, karna bathin Fajar pun sedang di uji habis habisan. Setiap malam, pria dewasa dengan gelar suami dan ayah dua anak itu hanya bisa memeluk tanpa melakukan apapun. Tak ada larangan untuknya berhubungan badan tapi rasanya tak tega karna takut Shena akan ingat lagi dengan apa yang terjadi padanya.


"Cepat sembuh, Sayang. Aku rindu," ucap Fajar sambil menciumi pucuk kepala istrinya yang malang.


Orang yang telah membuat Shena seperti ini sudah di jebloskan ke penjara tapi semua itu tak membuat Fajar puas. Rasanya ia ingin sekali memusnahkan orang tersebut dengan tangannya sendiri karna sudah berani merenggut kebahagiaan keluarga kecilnya. Si Batagor saja masih menikmati hukumannya dan kini sudah bertambah lagi manusia tak beradab yang hanya memikirkan napsu sesaat.


"Besok Bapak kesini, kamu harus janji mau ngobrol sama Bapak ya, katanya Bapak kangen dan akan bawa oleh oleh banyak untukmu, kamu ingat Bapak kan, Sayang?" tanya Fajar yang harus sabar saat semua pertanyaan nya tak mendapat jawaban sama sekali.


Entahlah, karna hanya IBU yang selalu terlontar dari mulut Shena dengan di iringi derasnya air mata. Luka itu sepertinya sangat sakit karna tak ada isakan yang terdengar.


Bertahan, dan hiduplah jauh lebih lama karna hanya bersamamu aku bisa melakukan apapun dengan semauku...