Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Season 2


🍂🍂🍂🍂


Bukan rumah utama namanya jika sepi, ada saja setiap harinya anggota keluarga yang datang silih berganti. Ada yang sengaja atau memang sekedar mampir, ada yang membawa makanan dan juga yang numpang makan karna makan di rumah orang tua memang beda rasanya.


"Kamu bawain makanan banyak banget?" tanya Bubun pada adik iparnya, Rindu yang baru saja datang bersama dengan Qia.


"Kan penghuninya banyak," kekeh calon Nyonya besar Rahardian tersebut.


Bubun yang mencibir masih menara semua kue kering, tart dan juga coklat ke dalam wadah, ia juga pisah kan khusus untuk pasukannya yang harus punya satu-satu agar tak berebut.


"Akash ( cucu Skala Qia) kemarin kesini, tapi gak lama," ucap Bubun, bahkan ia tak bertemu.


"Iya, belum nengok Shena lagi katanya. Tapi udah jauh lebih baik kan?" tanya si mantan gadis bawah pohon kesayangan terompet kiamat.


"Mendingan lah, udah mau lama kalau di luar rumah."


"Kak, kalau amnesia itu biasa harus kena benturan loh kepalanya biar inget lagi," kata Rindu sambil bisik bisik.


"Terus? harus di jedotin gitu?" sambung Qia.


Bubun yang mendengar itu langsung berdecak pinggang, di gigit nyamuk saja suaminya bisa marah, lalu bagaimana jika terbentur secara di sengaja, bisa di amuk semua orang yang ada di rumah utama.


Sedangkan Rindu dan Qia saling senggol sambil cekikikan sendiri hingga datang lah Bintang bersama Shena.


Kedua wanita yang tadi sedang asik ber ghibah ria pun langsung menyapa dan memeluk Shena secara bergantian.


Disini, bukan hanya keluarga inti yang sayang pada wanita malang tersebut tapi semuanya.


"Shena makin cantik, Aa makin sayang kayanya nih," goda Qia sambil mengusap pipi mulus istri keponakannya.


"Gak sayang gak di goyang," bisik Rindu, sedangkan Bintang yang mendengar hanya tertawa kecil karna memang posisinya ada di dekat emaknya si madu.


Andai mereka tahu, jika tak ada lagi hal menyenangkan yang di lakukan Shena dengan Fajar di waktu kurang lebih 3 tahun ini. Tak ada penyatuan tubuh, ciuman bibir yang manis dan juga cembuan liar yang bisa membangkitkan gelora gairah pasangan halal tersebut.


Bukan tak ingin, hanya saja Fajar tak mau jika rasa takut dan gejolak trauma itu kambuh lagi saat Shena melihat apa yang menjadi biang dari rasa sakitnya.


Ya, daging tak bertulang itu adalah satu-satunya bagian tubuh yang paling ditakuti oleh Shena, jadi tak salah jika Fajar masih bingung untuk memulainya lagi, meski keinginan itu seolah sudah sampai di ubun ubun nya.


"Aa sayang Shena," ucapnya sambil tersenyum.


"Terus, Shena sayang Aa gak?" tanya Bubun sambil meraih tangan menantu keduanya tersebut


"Sayang, Shena sayang Aa."


Keempat wanita terbaik Rahardian itu pun tersenyum senang saat mendengar pengakuan Shena yang merasa nyaman di tengah tengah mereka, sebab biasanya tak lama Shena selalu minta ingin kembali ke kamarnya.


"Kalian harus tetap saling sayang, dan melengkapi ya. Ujian rumah tangga itu biasa karna semua bisa menikah tapi tak semua bisa bertahan," pesan Bubun yang selalu saja terharu dengan kesabaran dan kesetiaan anak keduanya.


"Buuun--," ucap Bintang yang tak kalah terharu dan langsung memeluk ibu mertuanya dari samping.


.


.


.


Jadi istri dan ibu itu tak mudah, maka tak salah jika bayarannya pun adalah Surga yang bisa ia masuki lewat pintu mana pun..