
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Woy... mesum dalam kamar noh! Mata anak kecil tercemar nih!"
Mendengar hal tersebut tentu membuat Shena termasuk Fajar kaget, mereka yang menunduk kebawah tak menemukan sosok siapa pun meski yakin itu adalah suara El Demoy.
"Nyariin yaaaaaaaaaa--," teriaknya lagi sambil tertawa dan itu membuat sepasang suami istri yang ada di balkon semakin mengeram kesal terutama Shena yang tak pernah akur sampai sekarang dengan sosok makhluk mak othor kesayangan emak emak online.
"El tuh, A', " kata Shena.
"Hem, biarin aja. Yuk masuk," ajak Fajar yang tak ingin melihat dan mendengar istri dan adik sepunya itu berdebat.
Shena yang tak mau terus meronta, ia ingin tahu dimana dulu keberadaan Si kutu kupret. Namun, Fajar tentu melarangnya, ia tak ingin tensi darah Shena justru naik saat bertengkar dengan El sebab jika bertemu tentu tak pernah ada manis manisnya.
"Ayo masuk, Shena!" tegas Fajar yang masih di jawab dengan gelengan kepala oleh istrinya.
Fajar yang masih memaksa, memilih membawa masuk Shena dengan menarik tangan wanita itu. Pintu kaca pun tak lupa di tutup, di kunci serta di tarik lago gordennya.
"Shena pengen ketemu El, Aa!" mohon nya sedikit merengek.
Ia sebenarnya rindu dengan si anak kecil tapi tentu Shena tak mau mengakuinya. Cara ia melepas rasa itu tentu dengan saling meledek satu sama lain, unik dan menjengkelkan.
"Nanti aja, sekarang Shena diem disini karna Aa mau ambil makanan dulu," titah Fajar.
Bukan tak bisa meminta pelayan untuk datang ke kamarnya tapi ia hanya ingin tahu siapa yang ada di rumah utama sekarang, sebab saat ia datang tak ada mobil dari luar penghuni bangunan mewah tersebut.
"Ikut," pinta Shena.
"Gak! tunggu disini, karna kamu gak boleh kecapean," tegas Fajar lagi yang kemudian mencium kening istrinya sebelum ia keluar dari kamar.
Shena yang kembali menurut bejalan kesal kearah ranjang, dari sikapnya tentu ia merajuk pada suami tampannya tersebut.
Fajar yang menuruni anak tangga ke lantai bawah tak langsung menuju dapur untuk meminta makanan, langkahnya justru ke ruang tengah di mana keluarganya biasa berkumpul, tapi sayangnya tak ada siapa pun disana meski ia melihat beberapa PaperBag diatas sofa. Fajar tak bisa menebak kepunyaan siapa barang tersebut karna hampir semua wanita pasti senang berbelanja termasuk istrinya meski yang di beli kadang benda-benda yang sekedar lucu saja baginya termasuk kalung si Bubu.
"Tuan," panggil kepala pelayan yang langsung membuat Tuan mudanya itu menoleh.
"Bu, ada El ya?" tanya Fajar pada wanita berkaca mata di depannya saat ini.
"Iya, Tuan. Tuan muda El datang bersama Nyonya XyRa," jawabanya sopan dengan sedikit menunduk.
"Dimana?" tanya Fajar lagi.
"Hem, kalau Nyonya XyRa ada di kamar Nyonya besar bersama Nyonya Embun, tapi tuan muda El saya tidak tahu, biar saya tanyakan nanti," jelas Si kepala pelayan namun di cegah oleh Fajar.
"Tak perlu, biar saja nanti saya yang cari, siapkan makanan untuk saya dan istri saya dan tolong bawa ke kamar sekarang, jangan lupa buah potongnya juga ya," pesan Fajar yang kembali ke niat awalnya turun ke lantai bawah meski sembari mencari sesuaatu.
"Baik, Tuan, saya permisi," pamit wanita itu yang hanya di balas dengan anggukan kepala oleh Fajar.
Dimana ya si anak kecil???