
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pagi, saat deretan mimpi sudah terlewati kini saatnya bangun untuk menghadapi kenyataan.
Ya, kenyataan yang tak lebih hilangnya sang istri yang seingat pria itu masih ada di pelukannya beberapa saat lalu saat ia bergeliat pelan.
"Kemana lagi dia," gumam Fajar saat matanya terbuka dan tak mendapati wanita halalnya di ranjang.
Fajar bagun masih dengan keadaan polos tertutup kain tebal, karna ia dan istrinya usai melakukan hal yang menyenangkan. Fajar tak hanya menikmati tapi ia juga sedang membantu dan mendukung Shena agar hubungan mereka normal layaknya suami istri pada umumnya. Masih ada perasaan berdebar yang di rasakan wanita itu mana kala melihat daging tak bertulang miliknya.
Dan di waktu yang sama juga mereka harus kompak menyingkirkan semua bayangan masa lalu yang begitu buruk bagi Shena.
"Udah keluar duluan ternyata," gumam pria itu lagi setelah mengecek kamar mandi dan ruang ganti yang ternyata semua kosong.
Ceklek...
"Aaaaaaaaaaaa," teriak Shena saat masuk kedalam kamar lalu melihat suaminya polos tanpa apapun.
"Ada Tuyuuuuuuul," lanjutnya lagi dengan tetap berteriak namun setelah tertawa.
"Berisik, Shena!" jawab Fajar yang malu, ia tak menyangka wanita itu akan melihat dirinya dengan keadaan telaAanJaang seperti ini.
"Aa udah bangun? baru mau ku bangunin," ucapnya sambil berjalan mendekat, karna luas kamar mereka seperti ukuran satu biasa.
"Udah, kalau mau bangunin yang lain, boleh kok" sahut Fajar sembari terkekeh.
"Yang mana? yang ini?" balasnya sambil menyentuh milik suaminya.
Rasa trauma di taklukan Shena dengan cara berani menyentuh dan berhadapan langsung dengan tekad dan rasa percaya tak hanya pada dirinya sendiri tapi percaya juga jika tak akan ada kekerasan yang di lakukan suaminya kelak.
Fajar tersenyum, ia masih merasakan jika tangan istrinya bergetar karna takut tapi ia juga bangga dan senang karna Shena mampu menutupinya dengan tawa seolah tak terjadi apa apa padahal jelas dalam hatinya sedang ada pemberontakan.
Fajar yang menyerang dengan ciuman, di halangi oleh tangan Shena. Ia meminta pria itu cepat mandi karna perutnya terasa lapar dan sudah di tunggu juga di ruang makan, itulah alasan kenapa ia kembali ke kamar.
.
.
.
Ya, wanita beranak kembar ArXy Dan XyRa itu kini sedang senyum senyum sendiri seolah ada santapan nikmat di depannya.
"Jangan di racunin terus, Mih." Starla yang tak lain adalah menantunya wanita itu pun langsung mengintatkan.
"Racun apa? orang mau di ajarin, Iya kan, Cantik." kekeh Amih Ara yang cucunya menjadi musuh Shena.
"Ajarin apa? batu ngapungnya udah semalem, Aa gak melek melek," jawabnya polos seolah tak ada siapapun disana padahal jelas beberapa anggota keluarga sudah siap mengisi perut mereka masing-masing.
"Tidur kali saking enaknya," jawab Bubun yang akan satu server, karna jika tak ada Amih, MiMoy dan Mommy Meera tentu Abang paket tak akan takluk padanya jika sudah diatas ranjang.
Sedang yang lain hanya bisa tersenyum hingga memalingkan wajar dari suami suami mereka yang juga mendengar kepolosan Shena. Si cucu mantu baru Lee Rahardian.
"Kan sekarang udah pinter nih, tapi harus makin pinter lagi ngurus suami ya, Shena," pesan Mhiu sambil terkekeh karna hadirnya cucu mantu yang baru ini mengubah rumah utama semakin ramai.
"Iya dong, kan nanti tinggal nanya sama Kak Jani juga Kak Bee," jawab Shena yang kali ini tumben benar, punya dua kakak perempuan dulu adalah impiannya dan lagi dan lagi di wujudkan oleh Fajar.
"Suami senang, ATM aman," sahut Mommy Qia sambil menciumi pipi suaminya, Skala Rahardian Barata Wijaya.
"Oh ya, kamu udah dikasih apa aja sama Aa?" tanya Bubun yang jangan sampai para menantunya ini tak di limpahi harta dari anak-anaknya mumpung sedang membahas Kartu ajaib.
.
.
.
Hem... aku baru dikasih---, BURUNG BESERTA TELORNYA doang, Bun!!!