Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 85


🍂🍂🍂🍂🍂


Alina yang akhirnya pamit dari ruang kerja sang mantan calon suami tentu kini hanya ada Shena dan Fajar saja, wanita itu masih nampak santai tak membahas dan tak bertanya tentang si masa lalu suaminya.


Ia hanya memainkan ponsel yang entah sedang berbalas pesan.


"Apa sih?" ujar Shena saat Fajar semakin dekat hanya karna ingin tahu istrinya sedang bertukar chat dengan siapa.


"Kamu lagi ngapain sih, Sayang?" tanya pria itu yang rasa penasarannya tak bisa lagi ia tahan.


"Ish, sayang - sayang! tusuk nih matanya," ancam Shena yang semakin mengerikan.


"Galak banget," keluh Fajar yang menjatuhkan kepalanya diatas pangkuan Shena.


Ia bingung harus menanggapi seperti apa sikap istrinya sekarang sebab sungguh sulit. ia tebak bagaimana dengan perasaannya sekarang.


Shena tak marah-marah, apalagi menangis seperti wanita pada umumnya. Ia masih asik sendiri seperti tak terjadi apa-apa.


"Sayang, aku minta maaf," ucap Fajar yang wajah sedihnya sudah berhadapan denga perut rata Shena sambil usel usel manja dan anehnya wanita itu tak bergeliat menahan geli, ia diam saja namun diamnya tersebut membuat suasana semakin mencekam.


"Maaf buat apa?"


"Aa gak tau kalau Alina mau kesini, Aa beneran cuma mau obatin aja kok," jawabnya lagi yang semakin takut.


"Emang Aa gak punya duit buat bawa dia ke rumah sakit, minimal bidan gitu yang murah!"


Kan.... jawaban Si JanciL memang selalu ajaib, apa yang keluar dari mulutnya selalu di luar dugaan bukan hanya untuk suaminya sendiri tapi siapapun yang dekat dan mendengarnya.


"Bukan gitu, kan--,"


"Kan apa?" potong Shena dengan nada datar namun di matanya tesirat kecewa dan Fajar tahu akan hal itu.


"Aku tak akan mengulanginya lagi, aku janji padamu."


Shena mencubit punggung tangan suaminya dengan cukup keras sampai Fajar merintih kesakitan. Tapi pria itu tak membalas, ia biarkan saja karna mungkin sakit hati Shena saat ini sebanding dengan cubitannya.


Ia terlalu polos untuk tahu apa artinya cemburu.


.


.


.


Pulang kerumah utama, pasangan suami istri itu langsung masuk ke kamar. Bangunan rumah tersebut masih nampak sepi karna penghuninya belum kembali dari aktifitas masing-masing di luar, termasuk Bubun yang pastinya belum pulang juga dari acara Shopingnya yang selalu memakan waktu lama.


"Malam ini makan di luar yuk, sekalian jajan," ajak Fajar untuk menebus salahnya karna sepanjang perjalanan tadi istri kecilnya tak banyak bicara bahkan nyaris diam seribu bahasa.


Dan itu, tentu menambah rasa takut akan kehilangan Shena yang mungkin saja akan merajuk sampai di rumah meski sampai detik ini ia tak menunjukkan kemarahannya sama sekali namun itu tetap tak membuat Fajar tenang sama sekali.


"Hem, Aa mandi duluan aja sana," titah Shena yang mencoba bangun dari atas pangkuan sang suami tapi Fajar terus menahannya dan malah semakin menekan pinggang wanita halalnya tersebut.


"Gak mau, mau mandi berdua sama kamu," tolak Fajar yang meletakan wajahnya di ceruk leher Shena


"Gak mau juga ih, Aa aja mandi duluan jangan lama-lama, aku mau keluar dulu sebentar," sahut Shena yang akhirnya bisa bangun juga.


"Kamu mau kemana?" tanya Fajar yang di jawab istrinya sambil berlari ke arah pintu.


.


.


.


Ambil BUBU...