Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 83


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Dua jam sebelumnya...


.


.


.


"Saya rasa meeting hari ini cukup, sampa bertemu di pertemuan selanjutnya," ucap Fajar saat mengakhiri rapat di kantor, ia yang lelah segera bangun dari duduk kemudian keluar dari ruangan bersama dengan Nina sang Asisten pribadi.


"Mau ku siapkan obat?"


"Tak perlu, aku hanya ingin menyelesaikan semuanya lalu pulang," jawab Fajar sambil terus berjalan satu langkah di depan Niha, wanita cantik tubuh idaman semua kaum hawa yaitu tinggi semampai.


"Atau mau ku buatkan teh?" tawar Niha lagi yang di balas gelengan kepala tanpa menoleh sama sekali.


Keduanya terus berjalan hingga depan ruangan PresDir. Namun, langkah Fajar dan Niha sama-sama berhenti saat itu juga.


"Alina--"


Ya, Alina datang ke kantor tanpa berkabar lebih dulu dan itu tentu membuat dua orang di depan wanita itu terkejut.


"Ada apa?" tanya Fajar, saat ia perhatian ternyata ada luka lebam di dekat mata sang mantan calon istrinya dulu tersebut.


"Maaf, apa aku mengganggumu?"


Tak ada jawaban iya atau tidak. karna Fajar langsung membawakan Alina masuk ke ruangannya. Tak lupa ia juga meminta pada Niha menyiapkan obat.


"Baik, Tuan." Niha pun langsung bergegas mengambil apa yang di butuhkan tamu Sang PresDir kali ini.


"Ayo ceritakan padaku, ada apa?" tanya Fajar saat sudah mendudukan Alina di sofa. Rasa lelahnya ia kesampingkan dan berubah menjadi iba karna melihat kondisi Alina.


"Aku bertengkar dengan Tom," jawab Alina yang langsung menangis sambil terus menundukkan kepala.


Semenjak anak yang di kandung Alina keguguran, pasangan itu tak jadi melangsungkan pernikahan, ada saja yang mereka ributkan hingga tangan Tom kini sering mendarat di tubuh Kekasihnya tersebut. Fajar tahu itu tapi tak pernah mau ikut campur, ia hanya tahu dari temannya yang memang dekat juga dengan Alina. Bukan tak perduli tapi Shena jauh lebih penting dan harus ia pikirkan juga sebab ada saja tingkah istrinya yang membuat Kepala pria itu berdenyut hebat.


"Masalah apa lagi?" tanya Fajar tak ingin menebak.


"Aku melabraknya di sebuah kos kosan, Tom sedang berCintAa dengan wanita lain, A'," jawabnya yang semakin pecah tangisnya itu.


Sudah bisa di pastikan sehancur apa hati Alina, ia mati matian menolak Fajar bahkan membatalkan serta kabur dari rencana pernikahan yang sudah di depan mata demi pria pengkhianat.


Fajar tak bisa berkata apapun, karna jika sudah memergoki seseorang sedang berCintAa tentu itu bukan sebuah kekhilafan semata.


"Tinggal kan dia, Pulanglah, Lin. Papamu tak mungkin masih marah," ujar Fajar yang langsung membuat Alina mendongak dan disaat yang sama juga Fajar bisa melihat luka lain di wajah wanita itu.


"Ya ampun, segini parahnya?" Fajar benar benar kaget dengan luka yang tak hanya di dekat mata tapi di bagian yang lainnya juga, ia menoleh saat Niha datang membawa obat dan salep oles untuk luka memar, Niha hanya mengantar saja lalu keluar lagi.


"Aku ditampar dan cekik, A'," terangnya yang sangat menyedihkan saat bercerita. Fajar tak habis pikir kenapa begitu banyak pria yang sering main tangan pada wanita kaum yang sebenarnya lemah dan rapuh.


"Diamlah, biar ku obati." Fajar mengambil obat salep lalu di oleskan di sudut bibir Alina, tapi belum sempat ia menyentuhnya malah ada suara pintu terbuka.


.


.


.


Aa, Aa ngapain?