
🍂🍂🍂🍂🍂
Shena yang sudah kembali ke kamar, di temani lagi oleh Fajar tanpa kedua anak mereka. Di atas ranjang, keduanya berbaring dengan posisi miring agar bisa saling berhadapan, dengan ini mereka bisa saling menatap dengan lekat setiap inci wajah pasangan halal yang tak bosan dipandang setiap saat.
"Sayang, kalau Aa tinggal kerja lagi ke kantor, boleh? Shena disini sama Bubun dan anak-anak ya, kan ada kak Bintang juga Kak Jani," ucap Fajar yang membuat senyum Shena memudar.
"Aa mau pergi?" tanya Shena yang tiba-tiba sedih bahkan sudah ada sedikit cairan bening di matanya yang teduh.
"Bukan, Aa mau kerja, Sayang. Kaya dulu, Shena ingat? Shena pernah bawa Bubu ke kantor Aa," Tanyanya yang sengaja sering memutar kenangan di antara mereka.
Beruntung nya, banyak yang sudah pasangan itu lewati, jadi ada saja yang di ceritakan Fajar pada istrinya yang harus terus di beri rangsangan, jika di paksa untuk ingat, biasanya kepala akan terasa sakit bahkan Shena pernah menangis dan hampir pingsan, tapi jika sembari mengobrol begini justru malah membuat wanita itu kian penasaran dengan masa lalunya yang tengah ia lupakan.
"Bubunya udah gede ya sekarang? kalau di bawa lagi, boleh?"
"Gak! masih bayi aja udah bikin satu kantor takut, apa lagi udah gede kaya sekarang," tolak Fajar dengan cepat, ia tak mau mengambil resiko apapun tentang Bubu yang kini sudah sangat besar di umurnya sekarang.
"Kan Bubu lucu," kata Shena yang sudah beberapa kali bertemu, anehnya ia tak takut dan langsung memeluk, begitu pun dengan Bubu yang tampak nyaman dalam dekapan Shena. Sayangnya, meski begitu tetap bisa membuat ingatan Shena kembali sempurna seperti dulu.
Tapi, saat ada sekilas bayangan, ia akan cerita pada Fajar, ia akan bertanya tentang yang terlintas di otaknya itu. Tapi itu jarang sekali terjadi, bahkan tak ada lagi dalam beberapa waktu terakhir ini.
"Bawa kucing aja ya, Pinjem keturunanya Madu ke Uncle Rain."
Dan Shena pun langsung menggeleng kan kepalanya karna memang tak terlalu berminat jika bermain dengan hewan lucu itu, alasannya tak ada tantangan dan keseruan apalagi saat ada Lintang juga El Demoy.
.
.
.
"Ayo, Dek. Kakakmu itu kan udah pada gede, malam loh tidurnya, kalian duluan yuk," ajak Bubun yang entah sudah ke berapa kalinya merayu pada si kembar.
"Ntal aja, mau main, Buuuuun." tolak si Bungsu lagi yang bukan XaRa namanya jika tak rewel dan lebih keras kepala di banding kakaknya.
"Bubun udah mau merem nih," rayu wanita paruh baya itu lagi sambil pura pura memejam kan kedua matanya agar XaRa percaya jika ia sudah sangat mengantuk.
"Ndaaaaa--." XaRa malah berlari ke arah kakak kembar dan kakak sepupunya yang lain.
Melihat hal tersebut membuat Bubun akhirnya menjatuhkan kepala di atas paha suaminya, Ayah tentu langsung sigap kemudian mengusap dengan sangat lembut. Tapi, XaRa kembali saat Bubun hendak memejamkan mata.
"Mau main apa mau tidur?" tanya Ayah.
"Bubun ama Ayah bobo duluan aja ya," jawabnya sambil mendekap boneka.
"Terus adek mau apa?"
.
.
.
Mau bantuin iyup iyup Nelaka...
Kirain mau Iyup tutut Jajah bial besal 😂😂... tadi mau itutaaaaaaan ☺