Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 70


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Macan yang di inginkan Shena benar-benar membuatnya merajuk hingga melamun di samping di kolam renang dan itu menjadi santapan nikmat bagi El yang baru sampai dan tak sengaja melihatnya sendirian. Pria yang baru mau beranjak dewasa tersebut bukan tanpa sebab datang ke rumah utama tentu ia sedang mengantar mamanya yaitu, XyRa Rahardian Wijaya untuk bertemu dengan Bubun, ada yang ingin dua wanita itu bicarakan bersama.


"Dung Dung Pret kenapa? mau nyebur?" tanya El yang tiba tiba duduk di sebelah Shena, wanita itu pun hanya menoleh sekilas seolah penting tak penting.


"Kamu aja duluan, ntar kalau enak aku nyusul," sahutnya yang malas menimpali.


"Dingin."


"Yang panas Neraka Lilin sana," jawab Shena lagi tanpa menoleh sama sekali.


El pun langsung tertawa, hanya begitu saja menurutnya Shena itu lucu. Meski jarak usia tak sejauh dengan para kembar lainnya tapi tetap saja El menganggap Si JanCil adiknya walau jika menurut kasta dan status ia adalah kakak sepupu.


"Aa kemana? biasanya udah kaya sendok sama garpu," ledek El lagi.


"Ada di kamar lagi kerja sama Niha."


El mengangguk, ia tahu wanita yang di sebut Shena adalah asisten pribadi Fajar yang sudah lama ikut pria itu. Tak pernah terdengar keduanya dekat melebihi teman atau rekan kerja membuat El mengacak rambut panjang sepinggang Shena yang terurai lepas bahkan berantakan saat tersibak angin.


"Apa sih?!"


"Jangan bilang kamu cemburu sama Niha, mereka tuh cuma kerja, Dung Dung Pret! gak mungkin ada sesuatu jadi kamu tuh gak perlu khawatir sampe nekat mau bunuh diri, iya kan?" tuduh El sambil tertawa, makin menggemaskan saja tingkah Shena menurutnya.


"Idih, siapa juga yang mau bunuh diri! Dasar Kutu Kupret!"


Byuuuuuur.....


Niat hati hanya menyenggol tapi RaxEl Rahardian Wijaya justru tercebur kedalam kolam renang yang airnya memang sangat dingin.


"Waduh," pekik Shena yang mulai panik.


"Heh! mau kemana!!!!!! " teriak El saat melihat Shena kabur dengan cara berlari masuk kedalam.


Braaaak..


Shena masuk kedalam kamar dengan napas tersengal, tentu saja karna ia begitu lelah usai mengerahkan segala tenaganya untuk menaiki tangga juga memutari rumah utama. Tapi, jika sedang takut dan panik seperti ini ia tak kebingungan hingga berhasil tak tersesat.


"Kamu kenapa?" tanya Sang suami yang langsung bangun dari duduk setelah ia meletakkan laptopnya dari atas pangkuan.


"Hem, enggak apa-apa," jawab Shena sambil tersenyum untuk menutupi rasa bersalahnya.


Shena mendekat dan langsung memeluk Fajar, ia usel usel manja di dada bidang pria itu layaknya anak kucing peliharaaan Uncle Rain yang ada di bagian belakang rumah utama.


Merasakan tingkah menggemaskan Shena, tentu tak di sia siakan oleh pria itu, ia ciumi pucuk kepala istrinya yang selalu harum. Tak hanya itu, karna bagian kening dan pipi ikut juga jadi sasaran bibir Fajar yang gemas pada Si cantiknya tersebut.


Shena yang mencoba merayu ini juga kesempatan baginya, untuk mengambil hati sangat suami, ia mendaratkan sebuah ciuman di bibir Fajar.


Namun, hanya hitung detik ia lepas. Dahi mengernyit saat saling tatap dengan suaminya itu.


"Kok Aa diem aja, kenapa? gak suka sama ciuman Shena?" tanyanya bingung, karna biasanya pria tersebut selalu membalasnya.


Ngaku dulu, habis ngapain, hem???