
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Siapa sangka, Lintang seolah punya mainan baru dengan datangnya Shena di rumah utama. Memang tak di pungkiri jika Si JanCiL memang menggemaskan hingga tak salah Fajar sering menggigit Shena dengan alasan menghukum padahal kadang gadis itu tak membuat kesalahan apapun, saking polosnya Shena tak pernah protes kecuali merajuk manja sebab Fajar melakukannya dengan cara tiba-tiba dan tak cukup sekali meski selalu di tempat yang sama meski berulang kali.
Fajar yang memang sedang bersama Phiu dan Ayah, lupa jika sedang mengawasi Lintang yang ternyata kini sudah kabur masuk lagi kedalam hanya untuk menggodanya Si Panda.
"Shena masih punya Ayah, kamu tak bisa se enaknya A'," kata Phiu mengingatkan.
"Ini, ini yang Ayah juga pikirkan. Kamu cari Ayahnya, kita bicara baik-baik karna Shena bukan anak Ayam yang selama ini kamu kandangin, A'," timpal Ayah juga.
Fajar yang terlalu nyaman, lupa jika Shena bukan utuh milik nya. Ada pria lain yang harus ia mintai izin untuk bisa bersanding dengan gadis itu secara resmi.
"Phiu pasti tahu kan??" tanya Fajar dengan tatapan serius kearah pria baya itu.
"Tentu."
"Tapi aku tak yakin jika Shena mau ku ajak kesana, karna selama ini tak sekali pun Shena menyinggung Ayah atau mantan suaminya itu," jelas Fajar.
"Tak bertanya bukan berarti lupa. Ingat, tak ada bekas anak, A'. Di dalam tubuh Shena ada darah Ayahnya se berengsek apapun pria itu. Begitu pun dengan Shena, sesalah apapun Ayahnya ia tetap seorang anak," jawab Phiu mengingatkan.
Fajar diam, jika ia boleh memohon ingin sekali menjadikan Shena yatim piatu yang hidup sebatang kara karna ia malas berurusan dengan hal yang membuat gadis itu kembali terluka.
"Shena sudah sangat berjuang Phiu, aku tak ingin dia seperti dulu. Aku ikut sakit melihatnya ketakutan dan berantakan," balasnya dengan suara sedikit parau.
Ayah dan Phiu tentu paham perasaan Fajar, dari awal ia membawa gadis itu hingga detik ini mereka selalu bersama saling menguatkan, Fajar yang tak tanggung-tanggung memberi dukungan membuat Shena semakin yakin untuk sembuh dan keluar dari rasa traumanya tersebut. Ia juga tentu kasihan pada Fajar yang tak kenal lelah mendampingi dan selalu ada untuknya, dan bersyukurnya Tuhan menciptakan Shena sebagai makhluk cantik yang penurut bak anak kucing.
"Itukan dulu, keadaannya jauh lebih baik karena kalian sudah lama bersama hingga Massa Iddah Shena kini selesai," jawab Ayah.
( Di part berapa ya, teteh salah itung malah 45 hari, ingetnya Nifas... nanti di revisi ya. Aslinya udah beres kok ini Si JanCiL)
"Iya, tapi tak ada yang bisa menjamin, Yah. Biar nanti ku pikirkan lagi, tapi untuk sekarang rasanya aku belum siap membawa Shena ke kota itu lagi untuk bertemu ayahnya," tegas Fajar, meski belum pernah bertemu rasanya justru ia punya dendam tersendiri pada pria yang sebenarnya adalah calon Ayah mertuanya tersendiri.
Fajar tak bisa membayangkan bagaimana dulu hidup Shena saat bersama Ayah dan kakak laki-lakinya, seharusnya dua orang itu yang menjaga Shena bukan justru menjerumuskan Si cantik pada hal yang membuatnya merasakan sakit mental yang cukup parah.
"Pikirkan A', jangan gegabah dalam memutuskan sesuatu. Ini soal pernikahan dan jangan pernah main-main. Menikah bukan tentang kamu dan Shena saja," pesan Ayah yang tak ingin ada masalah di kemudian hari.
"Iya, Yah. Biar ku bicarakan nanti pada Shena dulu," jawab Fajar yang mulai pasrah.
Dalam urusan percintaan ternyata masalah Fajar yang paling rumit, berbeda dengan Angkasa maupun Lintang yang mendapat pasangan dari orang terdekat yang sudah tahu latar belakangnya dengan sangat jelas. Saat memutuskan ingin menikah tentu tinggal datang melamar dan menyiapkan segalanya tak perduli jika itu dadakan sekalipun.
"Ada apa?" tanya Angkasa yang baru datang setelah urusannya selesai, ia duduk bergabung namun justru di buat penasaran karna raut wajah para pria di teras rumah terlihat tegang dan serius.
"Ayah bilang, jika Aa mau menikah harus izin baik baik pada Ayah Shena, bagaimana pun ia masih punya orang tua meski hanya sebelah," jelas Ayah Keanu yang sebenarnya ini sudah ia bahas bersama Phiu dan Abi Rendra beberapa waktu.
"Selama ini, yakin kalau Shena gak di cari?" tanya Angkasa yang kini tatapan matanya jelas kearah Sang Tuan besar Rahardian. Hanya pria baya itu yang punya jawaban atas apa yang ia lontarkan barusan.
"Menurutmu?" tanya balik Phiu yang hanya di balas cibiran dari Angkasa.
Memang, seburuk apapun seorang Ayah tentu ia masih punya otak meski katanya tak punya hati dan belas kasihan. Ayah Shena tentu mencari saat tahu Sang putri dibawa kabur oleh orang tak di kenal berpenampilan rapih. Kabar itu ia dapatkan saat Si Batagor tercyduk oleh pihak yang berwajib.
Satu hal yang juga membuat Pria itu murka tentu ia pun baru tahu jika Sang menantu punya dua kelainan sekaligus sebab setelah menikah kan Shena ia tak tahu lagi bagaimana hidup putrinya, padahal Shena satu-satunya keluarga yang ia punya saat ini di dunia.
"Entah apa yang akan terjadi jika kalian khususnya Shena kurang penjagaan," ucap Phiu serius dan itu membuat Fajar mendesah kesal.
"Dia mencari Shena? untuk apa?!" sentak Fajar kesal, jika saja mereka bisa bertemu ingin rasanya menenggelamkan pria itu hidup-hidup ke dasar laut agar tak mengganggu Shena lagi.
"Sabar, sekarang fokus ke Shena aja. Apapun bisa terjadi," jawab Angkasa menenangkan, bukan ia tak tahu dan tak sadar sesayang apa adiknya itu pada Si Janda Perawan.
Dan, saat Fajar ingat Lintang tentu ia langsung masuk kedalam rumah. Ia kaget saat sadar jika Si bungsu tak ada di dekatnya. Langkah kaki Fajar yang sangat tergesa berhenti mendadak saat ada suara pelan yang memanggilnya, dan ia tahu jika itu adalah Shena.
"Loh, kamu lagi apa?" tanya Fajar bingung saat ia melihat Shena di belakang pintu sedang berdiri.
"Lagi ngumpet, A'," jawab Shena yang sama dengan tebakan Fajar.
"Ngumpet? emang kenapa? kamu lagi main sama siapa?" tanya Fajar lagi, ia benar-benar tak paham dengan tingkah laku Shena yang memang kadang-kadang di luar dugaannya dan kini ia sedang tak berani menebak.
.
.
.
Iya, lagi ngumpet dulu ya A', masa Shena mau di masukin ke Neraka sama Si LILIN NGEPET.