Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Beriringan menuju hutan angker


Setelah mendengar jawaban dari ze tentang ramuan itu jin hu sedikit lebih tenang setidaknya ada yang bisa di gunakan untuk menjaga tubuh ze tetap hangat.


"Terima kasih untuk ramuannya." ucap jin hu menoleh sekilas pada mereka ber 4 kemudian melihat wajah lelah ze.


"Maaf istriku butuh istirahat karena kondisi tubuhnya mengharuskan dia agar lebih banyak beristirahat agar tak terlalu letih." ucap jin hu mengangkat tubuh ze ke dalam tenda meninggalkan mereka.


Mereka ber 4 memilih kembali ke tenda mereka karena tak ada yang menghiraukan mereka.


Rui huo nan, wen yuan dan liu yu memilih tak perdulikan kehadiran mereka. karena dari awal mereka ber 4 hanya melihat keberadaan jin hu tidak dengan mereka.


Di dalam tenda jin hu menaruh ze pada lapisan kain tebal dan membungkus tubuh ze lagi dengan kain.


"Apakah kau tak merasa telah berlebihan tuan jin hu?" omel ze


"Apa yang berlebihan istriku sayang?" tanya jin hu seraya berbaring di sisi ze.


"Kau membungkus tubuhku terlalu berlebihan dengan banyaknya kain ini aku akan sesak napas." protes ze


"Kalau seperti itu akan aku singkirkan beberapa kain itu dan mengganti dengan tubuhku aku yakin kau akan lebih hangat bahkan mungkin panas setelahnya." ucap jin hu tersenyum menggoda ze.


"Dasar kau mesum." teriak ze lalu menarik kain yang menyelimuti tubuhnya ke atas hingga menutup wajahnya.


Jin hu tertawa terbahak melihat tingkah menggemaskan ze. Di tariknya turun selimut yang menutupi wajah ze karena dia khawatir jika ze akan sesak karena itu.


"Jangan menutupi wajahmu seperti itu. kau akan sesak jika kau membungkus wajahmu lama." ujar jin hu


"Selamat tidur sayang." ucap jin hu lalu mengecup kening ze.


"Hm selamat tidur juga." ucap ze lalu memejamkan mata.


Ke esokan paginya saat jin hu dan yang lain hendak menaiki kereta untuk meneruskan perjalanan mereka kembali bertemu dengan ke 4 orang itu kembali.


"Salam yang mulia tuan jin hu." sapa yue er lemah lembut sembari tersenyum semanis mungkin.


"Hm." Jawaban jin hu hanya anggukan dan deheman.


"Hutan angker." jawab ze singkat


"Wah kebetulan sekali jika kalian ingin menuju tempat yang akan kami tuju juga." ucap Guo ji girang


"Kalau seperti itu kita bisa pergi beriringan bukan? Bukankah lebih banyak tenaga akan lebih baik? Hutan angker cukup sulit di tembus. Maka jika kita berangkat bersama kita bisa saling menjaga. Kami ingin mengambil tanaman obat langka yang hanya tumbuh di lembah jematian ." ucap Gu riu


Jin hu merasa jika ucapan Gu riu ada benarnya juga sehingga menyetujui ucapan Gu riu untuk beriringan.


"Boleh. Tapi hanya sebatas beriringan tak boleh mengusik dan mengganggu." putus jin hu akhirnya.


"Baiklah terima kasih telah membiarkan kami mengikuti anda." ucap yue er senang setidaknya sekarang dia telah 1 langkah lebih dekat pada tujuan utama yaitu memiliki jin hu.


Ze menatap intens ke arah yue er memastikan jika ia tak salah melihat. Sekilas tadi dia melihat sekilas jika yue er tersenyum sarkas.


Ze merasa jika akan ada hal buruk terjadi dan itu pasti akan ada hubungannya dengan dirinya dan jin hu.


"Kenapa sayangku?" tanya jin hu saat melihat ze hanya terdiam dalam gendongannya.


"Tidak ada kenapa kenapa. Aku baik baik saja." jawab ze tersenyum dan memeluk serta mengecup pipi jin hu sambil tak pernah mengalihkan perhatiannya sedetikpun dari wajah yue er.


Benar saja ada sorot kebencian dari mata yue er walau bibirnya men*****ngkan senyum ze berhasil menangkap raut tak suka yue er dan saudaranya.


Masih 4 up nih ya untuk para readers setia novel "pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas." yang tetap gak pelit juga untuk kasih vote like dan komentnya.


Jangan lupa tetap dukung author agar bisa up banyak dengan beri vote yang banyak oke😉


selamat membaca dan semoga harimu menyenangkan


terima kasih


Author


😄😄😄😉😉