
Setelah Rui huo nan, wen yuan dan liu yu memutuskan untuk ikut akhirnya mereka semua berangkat bersama dengan kereta yang sama.
Jin hu membiarkan mereka ikut agar setidaknya ada yang dapat melindungi ze saat dia harus menghadapi serangan monter ataupun hewan liar di dalam hutan nantinya.
Karena hutan angker sangat terkenal dengan banyaknya penghuni hutab yang kuat dan menyeramkan. Tak sedikit dari orang yang masuk ke dalam hutan angker itu kembali hanya nama saja.
Mereka berangkat dengan ze, jin hu dan Rui huo nan duduk di dalam kereta sedangkan wen yuan dan liu yu di bagian luar duduk santai. wen yuan dan liu yu saat ini sedang bertaruh berapa lama Pangeran Rui hao nan bertahan di dalam bersama pasangan itu.
"Aku pertaruhkan 10 batu sejati tingkat tinggi milikku kepadamu bahwa dalam setengah jam pangeran Rui hao nan akan bergabung bersama kita dengan wajah kusutnya." bisik liu yu pada wen yuan agar tak terdengar oleh rui huo nan
"Aku bertaruh jika tak lama lagi dia akan keluar dan bergabung dengan kita membuat sempit tempat disini." bisik wen yuan.
"oke setuju" ucap mereka sambil bersalaman tanda deal.
Di dalam kereta ze mulai membuka matanya perlahan dan saat jin hu melihat itu dia tersenyum.
"kau sudah bangun sayang?" tanya jin hu tersenyum pada ze yang masih baring berbantalkan paha jin hu dengan tangan jin hu yang terus mengelus sayang puncak kepala ze.
"Hm, di mana kita?" tanya ze sembari bangun dari posisi berbaringnya di bantu jin hu.
Ze kini duduk bersandar pada dada bidang jin hu dan jin hu segera memakaikan selimut pada tubuh ze lalu memeluk ze pelan takut akan menyakiti dirinya jika terlalu kuat memeluknya.
"Ini masih siang hari dan kau mengapa menyelimuti tubuhku dengan selimut yang begitu tebal huh membuat gerah saja." protes ze
"Kau tak boleh merasakan udara dingin sedikitpun agar tetap dalam kondisi yang stabil oke ze sayangku" jawab jin hu tersenyum sembari mengelus lembut pipi ze dan mengecup sayang keningnya.
"Aku tak ingin terjadi hal yang lebih buruk lagi jika aku teledor menjaga dan merawatmu" lanjutnya dengan wajah agak sendu.
"Jangan menyalahkan dirimu atas apa yang telah terjadi. itu bukan salah dirimu." ucap ze
"Aku tak akan sedih lagi saat kau sudah baik baik saja nanti." ucap jin hu lalu mengecup kening ze.
"shut, jangan katakan apapun tentang ini oke. Aku melakukan ini karena aku mencintaimu dan aku tak bisa membiarkan dirimu meninggalkan aku. Aku menyayangimu ze aku mencintaimu." ucap jin hu memotong ucapan ze sembari memeluk tubuh ze dari belakang.
Ze melinggarkan pelukan jin hu dan berbalik lalu memeluk tubuh jin hu dan di balas pelukan oleh jin hu lagi.
"Terima...
"shut tak perlu dan jangan pernah ucapkan terima kasih padaku karena ini memang kewajiban bagiku selalu melindungimu." ucap jin hu
sedang Rui hao nan yang berada dalam 1 ruang dengan mereka serasa dirinya itu transparan tak di hiraukan.
"Ayolah kalian berdua ini masih ada aku di sini dan kalian tetap pamer kasih sayang tanpa menghiraukan perasaan seorang yang masih sendiri ini?" batin Rui hao nan
Ze dan jin hu masih dalam posisi berpelukan sambil tetap berbicara tanpa menghiraukan Rui hao nan.
"lebih baik aku bergabung dengan wen yuan dan liu yu di luar dari pada menjadi hiasan dinding di dalam sini." ucap rui hao nan dan jin hu hanya tersenyum mendengarnya.
"Kau baru sadar sekarang jika kau salah memilih tempat huh?" sindir jin hu membuat Rui hao nan mencebik dan segera keluar dengan wajah kesal.
"Huh sungguh menjengkelkan bagai mana mungkin mereka tak menghiraukan perasaan seorang pria tanpa pasangan yang tengah duduk di dalam bersama mereka. Seenaknya saja bermesraan di depanku dan tak menganggap keberadaanku." gerutunya seraya duduk di tengah tengah liu yu dan wen yuan.
"Aku menang" ucap wen yuan pasalnya ini baru sekitar 10 menitan dan Rui hao nan telah bergabung dengan mereka.
Sedang liu yu hanya mampu menghela napas berat karena harus kehilangan 10 batu sejati tingkat tinggi pula.
"Ada apa dengan kalian ini huh? yang satu tersenyum bahagiadan yang lain tampak bersedih?" tanya Rui hao nan.
"Ah pangeran rui huo nan memang betul jika putri dan tuan itu suka sekali bermesraan tanpa memperdulikan orang sekitarnya merana. mereka tak tau jika kami itu merasa tersiksa namun tanpa luka yang tampak." ucap wen yuan mengalihkan topik
"Kau benar wen yuan seperti terluka tapi tak ada darah tapi tetap saja perih." jawab rui huo nan membuat wen yuan dan liu yu menghela napas legah