Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Tertolong


Jin hu berusaha bangkit melihat mahluk aneh itu mendekati Ze. Tapi, kondisi tubuhnya yang sudah terluka parah, membuat Jin hu tidak mampu bahkan untuk berdiri. Berulang kali Jin hu berusaha bangkit dengan meraih batang pohon, berulang kali juga tubuhnya akan kembali jatuh tersungkur.


"Hei mahluk jelek." seru Jin hu sambil melemparkan batu kearah mahluk aneh itu berusaha untuk mengalihkan perhatian mahluk aneh itu dari Ze.


"Kesini kau dasar mahluk menjijikkan!" seru Jin hu terus berusaha mengalihkan perhatian dari mahluk aneh itu namun sia-sia saja karena mahluk aneh itu masih tetap berjalan ke arah Ze.


Mahluk aneh itu sudah berada di dekat tubuh Ze dan hendak meraih tubuh Ze. Saat mahluk aneh itu hendak meraih tubuh Ze, tubuh mahluk aneh itu justru terlempar jauh karena serangan dari sebuah cahaya yang tiba-tiba muncul.


Dari cahaya itu muncul seorang gadis cantik yang melayang di udara. Ze menatap heran pada gadis itu yang tersenyum kearahnya.


"Siapa gadis itu? Mengapa dia tersenyum ramah seolah mengenal aku?" batin Ze.


Gadis itu langsung terbang ke arah mahluk aneh yang hendak kabur saat melihat dirinya. Gadis cantik itu mengulurkan tangannya kearah mahluk aneh itu dan sebuah rantai besi keluar dari telapak tangannya dan seketika membelit tubuh mahluk aneh itu.


Tidak menunggu lama gadis itu membelah dua tubuh mahluk aneh itu dengan pedang bercahaya putih dengan sekali tebasan saja.


Gadis cantik itu menapakkan kakinya ke tanah lalu melangkah mendekati tubuh terbelah mahluk aneh itu. Dia meraih sebuah benda padat berbentuk batu berwarna kemerahan sebesar kepalan tangan dan seketika tubuh mahluk aneh itu menghilang.


"Maaf karena terlambat untuk mengatasi masalah yang seharusnya sudah menjadi tugas untukku." ucap gadis itu lembut sambil melangkah ke arah Ze.


Gadis cantik itu mengarahkan telapak tangannya ke arah Ze dan dari telapak tangan gadis itu keluar cahaya putih. Saat cahaya itu mengenai Ze, tubuh Ze seketika memancarkan cahaya putih serupa.


Ze merasakan aliran hangat memenuhi tubuhnya dan setelah itu Ze tersenyum karena rasa sakit yang dia rasakan akibat serangan mahluk aneh tadi sudah tidak dia rasakan lagi.


"Terima kasih." ucap Ze dan Jin hu bersamaan.


"Itu merupakan tanggung jawab bagiku untuk membantu kalian pulih karena tugas untuk mengatasi para monster itu adalah tugasku sebagai sang penjaga." ucap gadis cantik yang ternyata adalah sang penjaga saat ini.


"Tapi maaf, aku tidak dapat memulihkan hewan rohmu dan juga rekanmu yang kehilangan lengan itu." ucapnya lagi dengan wajah menyesal.


"Tidak mengapa, biarkan itu menjadi tugasku untuk memulihkan mereka." ucap Ze.


"Benda ini sangat berharga, tapi sangat tidak berguna di tanganku. Sebaiknya untukmu saja." ucap sang penjaga sambil menyerahkan pada Ze batu yang dia ambil dari tubuh mahluk aneh tadi.


"Sebenarnya ini apa?" tanya Ze saat menerima batu pemberian dari sang penjaga.


"Itu adalah inti kehidupan juga kekuatan dari mahluk dengan kekuatan tinggi. Itu berguna untuk meningkatkan kultivasi." jawab sang penjaga.


Ze segera melangkah ke arah ular api dan menabur bubuk pada luka ular api. Luka ular api perlahan mengering. Ze mengambil air suci dari batu dimensi dan memasukkan air kedalam mulut ular api.


Perlahan ular api membuka matanya dan bergerak perlahan. Ze juga meminta ceri emas untuk keluar dari batu dimensi. Ceri emas keluar dari batu dimensi dan segera memberikan buah emasnya pada ular api saat ular api sudah kembali bergerak.


"Sebaiknya kau kembali ke dalam batu dimensi dan bertapa untuk memulihkan kondisimu." ucap Ze pada ular api dan segera ular api juga ceri emas masuk ke dalam batu dimensi.


jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan untuk Ze✌