Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Ze terluka


Ze berlari ke arah lainnya karena melihat ada seorang berjalan ke arah sana.


"hui tu apakah itu salah satu dari yang mengejarku?" tanya ze


"iya dia salah satu dari mereka. Kultivasinya kini pada tingkat 8 akhir. Aku lihat sebentar lagi dia akan memasuki tingkat 9." jawab hui tu.


"Dia tak akan memiliki kesempatan itu lagi tentunya." ucap ze


"Huh kau sungguh seorang monster bertubuh gadis kecil. Sungguh benar yang di katakan orang orang terdahulu wanita cantik itu berbahaya." ucap hui tu


"jadi, menurutmu aku cantik?" tanya ze


"siapa yang katakan kau cantik?" tanya hui tu balik


"Tadi kau baru saja mengatakannya." jawab ze


"kau salah dengar sudahlah fokus pada targetmu saja sana." sangkal hui tu seraya mengalihkan perhatian ze ke arah lawannya.


"Hm tenang aku masih memiliki racun udara milikku di dalam batu dimensi." ucap ze lalu mengambil 2 butir racun dari batu dimensinya.


Di lempar racun itu ke arah Duo jiau li dan segera menguap menjadi asap


"uhuk uhuk uhuk bruk" Duo jiau li ambruk seketika.


"Sungguh kultivasi tinggipun akan sia sia saat menghadapi iblis sepertimu." ucap hui tu dan saat ze hendak mengeluarkan belati dan cairan pengurai jasad miliknya tiba tiba Duo zong ru dan Duo jiang nim datang memergoki ze.


"jiau li.....!" teriak ke 2nya melihat jiau li ambruk. Duo zong ru melihat ze dan amarahnya memuncak.


"kurang ajar betani kau mencelakai keluargaku...!" teriak Duo zong ru lalu mengumpulkan tenaga dalam di arahkan pada ze.


"Ha... bom bom bom" kekuatan penuh dia kerahkan hingga menghasilkan ledakan dahsyat. Tapi, beruntung ze memiliki kecepatan gerak yang sangat bagus hingga mampu menghindari serangan Duo zong ru.


"Bruk" Duo jiang nim ambruk tanpa suaralagi dia berhasil di habisi oleh ze Duo zong ru kembali menyerang ze langsung.


"Hiat bak buk bak buk" terjadi pertarungan sengit antara ke 2nya. Jika tenaga dalam ze kalah telak maka jika itu kekuatan fisik dan kecepatan mereka seimbang karena ze memang pelatih kecepatan saat sebelum pindah dimensi.


"Hiat buk bruk uhuk uhuk uhuk" Ze terkena pukulan di bahu kirinya membuatnya terhempas jauh menubruk pohon dan jatuh terbatuk mengeluarkan darah.


Ze mengalami luka dalam Duo zong ru kembali mengarahkan kekuatan penuhnya untuk menyerang ze yang tengah lemah terbaring di tanah.


"Habislah kau gadis bre***ek HA... Bom uhuk uhuk" Duo song ru terhempas jauh.


"Gadis kecil sekarang tergantung padamu aku harus kembali mengumpulkan energi hingga tak bisa membantumu lagi. Itu semua kemampuan yang bisa ku kerahkan dia terluka segera selesaikan. sampai jumpa." ucap hui tu ternyata hui tu menghadang serangan dahsyat Duo zong ru dan menyerangnya balik hingga membuatnya harus kembali mengumpulkan energi.


Duo zong ru terluka ze segera meminum air suci miliknya dan sedikit membaik.


"Syut akh" Ze melempar jarum berisi racun pelumpuh miliknya dan kena lengan Duo zong ru


"Mengapa aku tak bisa bergerak bahkan bersuara?" batin Duo zong ru.


"Kau telah memprofokasi orang yang salah huh. Tak ada yang akan baik baik saja saat menyinggungku. uhuk uhuk hah kau berhasil melukai aku.


Lihat hasilnya agar kau tak penasaran kemana semua uhuk keluargamu yang uhuk hilang." ucap ze sembari berjalan menuju tubuh Duo jiang nim di depan Duo zong ru.


"sret tes tes" Tubuh Duo jiang nim mengurai seketika membuat Duo zong ru terbelalak dan mulai bergetar hebat. Tubuhnya bergetar akibat kemarahan dan kesedihan menyadari keponakannya m**i dan menghilang begitu saja.


"Tenang kau akan menyusul dengan rasa sakit tak seperti uhuk uhuk mereka yang pergi tanpa uhuk menderita." ucap ze sembari tertatih melangkah ke arah Duo Zong ru.


"Sert tes tes" Ze meneteskan cairan pengurai tanpa membuat Duo zong ru tak bernyawa dulu. Tubuh Duo zong ru bergetar hebat air mata mengalir deras dengan wajah memerah pertanda dia mengalami sakit yang tak tertahankan. Lalu dia lenyap seketika.


Ze juga melakukan penguraian pada tubuh Duo jiau li lalu pergi dari sana dengan perlahan.