Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Mengembalikan keluarga Raja Ruo 2


"Mengapa kau tampak murung?" tanya Zili saat melihat Jin hu terdiam.


"Aku baik-baik saja.Aku hanya merasa tidak berguna menjadi calon suaminya tapi tidak dapat memberikan rasa aman pada dirinya. Ze sampai harus menderita demi keamanan dirinya dan keluarga." jawab lesu Jin hu.


"Itu bukan salahmu,Itu sudah merupakan jalan yang harus dipilihnya karena menjadi gadis yang terpilih menjadi calon ibu dari sang penjaga. Dia harus lebih kuat demi dirinya dan orang yang dia kasihi." ucap Zili.


Jin hu keluar dari hutan Fujian sendiri sedangkan Zili, setelah menentukan dimana dia dan Ze akan menunggu Jin hu dan Raja Ruo saat Ze bangun nanti, segera kembali ke dalam hutan Fujian.


"Sebaiknya aku mencari sesuatu untuk putri. Tentu putri akan merasa lapar saat bangun nanti." gumam Zili lalu melangkah masuk ke dalam hutan.


Tidak sulit bagi Jin hu untuk menemukan keberadaan gurunya itu karena setiap kali gurunya memasuki kawasan kerajaan Douchan, hampir semua orang mengenalnya.


Jin hu hanya bertanya pada beberapa orang dan dengan mudah dia menemukan keberadaan gurunya itu.


"Di mana Raja Ruo saat ini?" tanya Jin hu pada seorang pelayan saat dia memasuki sebuah penginapan yang disebutkan sebelumnya oleh seseorang yang mengatakan bahwa Raja Ruo ada di sana saat ini.


"Beliau berada di kamarnya, kamar paling ujung Yang mulia tuan Jin hu." jawab pelayan yang mengenali siapa Jin hu sambil menunjuk ke arah kamar yang dia maksud.


"Hm." Jin hu hanya berdehem lalu melangkah pergi menuju kamar gurunya itu.


"Tok tok tok." Jin hu mengetuk pintu kamar yang ditunjuk oleh pelayan tadi.


"Ceklek." pintu terbuka dan menampakkan wajah gurunya yang terkejut sekaligus senang melihat Jin hu.


"Kau dari mana saja?" tanya Raja Ruo sambil memeluk tubuh murid yang sudah dia anggap putranya sendiri.


"Maaf membuat guru lama menunggu, terjadi sesuatu terhadap Ze sebelum ini yang menyebabkan dia menghilang sehingga aku harus mencari keberadaan dia." ucap Jin hu.


"Lalu, bagaimana keadaannya sekarang, apakah kau sudah menemukan putri Ze?" tanya Raja Ruo.


"Aku sudah berhasil menemukan dia. Itulah mengapa aku mencari keberadaan guru saat ini." jawab Jin hu.


"Syukurlah jika kau sudah berhasil menemukan putri Ze. Lalu, dimana istri dan anakku saat ini?" tanya Raja Ruo.


"Mereka berada di suatu tempat bersama Ze, aku mencari guru untuk membawa guru pada mereka." jawab Jin hu.


"Kalau begitu ayo." ajak Raja Ruo yang sudah tidak sabar untuk dapat bertemu dengan istri dan anak-anaknya.


Mereka berdua akhirnya pergi dari penginapan itu tanpa di dampingi oleh pengawal karena Raja Ruo sudah memerintahkan untuk mereka tidak ikut.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada putri Ze?" tanya Raja Ruo yang masih penasaran saat mereka sudah berada di dalam kereta milik Jin hu.


"Setelah kami meninggalkan istana Api penyucian, kami bertemu seorang ahli kultivasi yang sangat kuat. Orang itu mengincar aku untuk mengakhiri hidupku. Karena sebuah ramalan mengatakan bahwa aku akan menghancurkan kekuasaannya." ucap Jin hu kemudian menceritakan semua yang terjadi pada dia dan Ze.


"Lalu, di mana Huo nan saat ini? Mengapa dia tidak datang bersama dengan dirimu? Bukankah biasanya dia akan menjadi ekor di belakangmu?" tanya Raja Ruo.


"Aku juga tidak tahu dan aku belum sempat menanyakan soal Huo nan pada Zili. Saat aku bangun dari tapa Huo nan sudah tidak terlihat sama sekali." jawab Jin hu.


"Nanti aku akan coba tanyakan pada Zili dimana Huo nan berada saat ini." tambah Jin hu.


"Apakah masih lama untuk tiba di tempat istri dan anak-anakku berada saat ini?" tanya Raja Ruo.


"Sebentar lagi kita akan tiba di tempat permaisuri pertama dan yang lain berada." Jawab Jin hu.


"Ze... Ze... " tidak lama setelah itu, Ze dan Zili keluar dari balik pohon.


Mereka semua masuk ke dalam hutan Fujian bersama.


"Kalian membawa mereka ke dalam hutan?" tanya Raja Ruo.


"Ya, ini adalah tempat paling aman dari tempat manapun di bumi ini. Tidak ada yang dapat memasuki kawasan hutan ini tanpa ada aku atau ayahku yang masuk bersama mereka." jawab Ze.


"Mengapa demikian?" tanya Raja Ruo.


"Apakah guru pernah dengar mengenai hutan Fujian?" tanya Jin hu dan Raja Ruo mengangguk.


"Hutan Fujian adalah hutan yang hanya dapat dimasuki oleh 4 keluarga bukan?" tanya Raja Ruo.


"Ya, benar sekali." jawab Jin hu.


"Tapi, semenjak Ze lahir, hutan Fujian hanya dapat dimasuki oleh Ze dan kedua orang tuanya. Jika ada yang ingin memasuki hutan Fujian, harus ada salah satu dari mereka. Karena ibu dari Ze sudah lama meninggal, maka hanya tinggal Ze dan ayahnya yang dapat memasuki hutan Fujian." jelas Jin hu.


"Mengapa bisa seperti itu?" tanya Raja Ruo yang mulai penasaran.


"Karena Ze adalah keturunan dari dua keluarga kunci sehingga dia menjadi pewaris inti dari hutan Fujian ini." jawab Jin hu.


"Tunggu dulu, maksud ucapan mu itu adalah, hutan ini adalah hutan Fujian itu?'tanya Raja Ruo.


" Ya, benar sekali."jawab Zili.


"Dari kemarin aku merasa kalau ada yang kurang dari kita." ucap Ze tiba-tiba.


"Apa yang kurang dari kita putri?" tanya Zili.


"Bukankah Huo nan ikut memasuki negeri hewan roh Suci bersama dengan kita sebelum bertapa?" tanya Ze dan Zili mengangguk.


"Tapi, seingat aku, dia tidak kembali ke dunia bawah ini bersama dengan kita. Lalu, dimana dia saat ini? Apakah dia ketinggalan di negeri hewan roh Suci?" tanya Ze.


Mendengar pertanyaan Ze, Jin hu dan Raja Ruo ikut menunggu jawaban dari Zili. Pasalnya, mereka juga ingin tahu dimana Huo nan berada saat ini.


Haii para pembaca sekalian


Author mohon dengan amat sangat


tolong jika kalian tidak menyukai karya author ini, mohon kalian untuk mengabaikan saja karya author ini


Tidak perlu berupaya untuk menurunkan rate novel ini dengan memberikan rate rendah


Bagi pembaca dan pendukung setia novel ini, mohon dukungannya dengan rate bintang 5 jangan dibawah bintang 5 karena akan menurunkan rate novel. Jangan lupa untuk tetap Vote, like dan komen.


salam hangat dari author


Terima kasih.