Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Yang sebenarnya terjadi 2


Ze memperhatikan wajah sendu kakak angkatnya itu dan mulai bertanya kembali untuk memastikan bahwa tidak terjadi sesuatu yang tidak baik pada kakak angkatnya itu.


"Kakak sungguh baik-baik saja?" tanya Ze.


"Tentu, memangnya apa yang akan terjadi pada kakakmu ini sehingga kakak bisa tidak baik-baik saja?" tanya Ruri yang berusaha untuk memasang wajah cerianya.


Selain merasa bersalah pada kakaknya, Ruri juga merasa berat untuk melepaskan adik angkatnya yang sudah terlanjur dia sayangi itu. Tapi, Ruri tidak ingin membebani adik angkatnya itu dengan perasaan bersalah untuk meninggalkan dirinya.


"Mengapa kakak terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu beban pikiran yang berat?" tanya Ze lagi.


"Aku hanya memikirkan kondisi tubuhmu yang sudah semakin membaik, tapi aliran energi pada tubuhmu itu masih saja tidak dapat betul-betul stabil secara keseluruhan." jawab Ruri.


"Lalu, apakah akan masih sangat lama lagi untuk aku dapat keluar dari negeri naga ini untuk mencari jati diriku yang sebenarnya?" tanya Ze dengan wajah sendunya.


"Bukan begitu." jawab Ruri.


"Di lihat dari kondisi fisikmu yang sudah semakin baik dan semakin melambatnya pengurangan energi di dalam tubuhmu, jika kau rutin meminum obat yang aku racik kan untukmu dan tidak melakukan aktivitas fisik yang membuat tubuhmu terlalu lelah, kau akan dapat segera meninggalkan negeri naga ini."jelas Ruri membuat Ze mengangguk antusias.


"Baik kak aku akan patuh pada kata-kata kakak agar dapat pulih dengan cepat." saut Ze membuat Ruri tersenyum melihat semangat dari Ze.


"Ya, apa yang telah aku lakukan ini memang sudah benar. Jika aku tidak membantu adik untuk pergi dari negeri naga ini, tentu dia akan menderita. Dia bukanlah seorang pengganti dan bukan seseorang yang boleh menjadi sasaran dari kemurkaan ayah. Selain itu, tubuhnya yang hanya seorang manusia itu, tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan lingkaran di dalam negeri naga ini. Apa yang aku lakukan sudah benar demi adik kecilku ini." batin Ruri sambil menatap Ze sambil tersenyum.


"Ya, kau sungguh gadis yang patuh dan pintar." puji Ruri sambil menyentil kening Ze membuat Ze kembali mengeluh.


"Itu sakit kak. Mengapa kau sangat suka melakukan itu?" keluh Ze sambil mengusap keningnya.


Keesokan harinya saat Ruri dan Ze sedang asik berbincang-bincang, tiba-tiba Ruri terdiam dan memejamkan matanya membuat Ze heran. Setelah Ruri kembali membuka matanya, Ze menangkap adanya kegelisahan dari wajah kakak angkatnya itu.


"Aku mendapatkan panggilan dari ayah." jawab Ruri dengan nada sedikit ragu.


"Lalu apa masalahnya?" tanya Ze.


"Pergilah sebelum kakak mendapatkan marah dari ayah kakak. Aku akan baik-baik saja disini." tambah Ze berusaha menenangkan kakak angkatnya itu agar tidak gelisah untuk meninggalkan dirinya di sana sendiri.


"Tapi..." ucap Ruri ragu untuk meneruskan apa yang akan dia katakan.


"Tapi? Tapi apa lagi kak?" tanya Ze.


"Di gerbang selatan dari negeri naga ini dalam beberapa minggu belakangan ini ada penyusup dari negeri ajaib lain yang masuk dan menculik anak-anak dari ras naga. Kemungkinan besar ayah memanggilku untuk menangani masalah itu." jelas Ruri sambil menatap Ze.


"Untuk menangani masalah itu, akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan itu artinya aku harus meninggalkanmu seorang diri di gua ini selama aku pergi mengatasi masalah penyusup itu." tambah Ruri menjelaskan.


Hai para pembaca novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"


jangan lupa dukungan yang berupa vote, like dan komen untuk author.


Jangan lupa juga batas waktu lomba vote novel yang berhadiah pulsa masing-masing @25k untuk 5 orang pemenang yang memberikan vote terbanyak tinggal 3 hari lagi ya. Hari senin jam 12.00 akan di akhiri sekaligus akan ada pengumuman pemenangnya.


salam hangat dari author