
Raja Ruo sangat bahagia melihat putra sulungnya yang selama ini murung dan mengurung diri menjadi ceria dan penuh semangat hingga tanpa sadar air mata haru keluar dari mata seorang ayah. Dia bukan sebagai Raja yang kuat dan disegani saat ini.
Pria yang berdiri saat ini hanya seorang ayah yang bahagia dan menangis haru melihat putranya bahagia dan ceria. Dia tidak menghiraukan karisma atau citranya sebagai Raja agung dan seorang guru yang tegas luntur sangking bahagianya melihat senyum di wajah pangeran Rong yuo yang selama bertahun-tahun tidak pernah dia lihat terbit akibat segel es hati dan tangannya yang buntung.
"Maaf aku terbawa emosi saat melihat Rong yuo yang selama ini murung dan mengurung diri, sekarang menjadi sosok yang ceria dan penuh semangat. Tidak hanya itu, dia juga mau keluar dari tempat yang sudah jadi penjara buatnya ini karena telah mengurung dirinya bertahun-tahun lamanya." jelas Raja Ruo sambil menghapus air mata di pipi dan sudut matanya.
"Tidak apa bukan hal yang harus dirisaukan Yang mulia. Tidak apa sebagai manusia normal jika kita sesekali mengeluarkan emosi dan air mata baik itu air mata duka atau pun air mata bahagia.
Emosi adalah hak dan sifat alami dari kita manusia tidak perduli siapa dan apa status sosialnya. Baik itu anak-anak atau orang dewasa, baik itu wanita atau pria, dan baik itu rakyat biasa atau pun seorang Raja agung sekali pun, mereka pasti memiliki emosi yang kadang harus di lepaskan agar dia dapat merasa lega." jelas Ze.
"Ya Ze benar. Guru tidak perlu mengucapkan kata maaf untuk itu. Aku rasa siapa pun yang berada di posisi guru saat ini, pasti akan terharu juga karena bahagia melihat putra yang dia sayangi bangkit dari keterpurukan yang dia alami selama ini." saut Jin hu.
"Sekarang saatnya kita membahas masalah lain yang harus kita urus sebelum kita menangani mentri Qin dan pengikutnya. Yaitu pangeran Yuo fan." ucap Ze.
"Ya putri benar sekali. Apa rencana putri untuk dapat menculik dan menyembunyikan Yuo fan dengan aman dari ketahuan dan aman bagi Yuo fan juga?" tanya Raja Ruo.
" Soal keselamatan dan keamanan pangeran Yuo fan aku dapat menjaminnya. Sekarang aku butuh 3 orang yang sangat cekatan untuk membantu mengatasi 3 orang penjaga rahasia tanpa harus berkelahi hingga menimbulkan keributan." ucap Ze.
"Bagai mana mungkin mengatasi penjaga bayangan dengan tanpa berkelahi?" tanya Raja Ruo.
"Tentu dengan racikan racun." jawab Ze.
"Hm bagai mana ketua dari pasukan Zhong cheng yang membantu putri tadi?" tanya Raja Ruo.
"Hm boleh juga." jawab Ze.
"Baik cukup dia saja karena kita bisa menggunakan Xi an dan Fu kin setelahnya membuat mereka berdua juga tumbang agar tidak di curigai." ucap Ze.
"Kapan kalian akan bertindak?" tanya Raja Ruo.
"Hm mungkin sekitar tengah malam nanti saat hampir sebagian besar orang tertidur nyenyak." jawab Ze.
"Baik aku akan mengutus Zeng hu menemui putri nanti malam." ucap Raja Ruo.
"Aku akan kembali ke depan saja dulu karena ada sedikit urusan yang harus aku kerjakan." ucap Raja Ruo lagi dan berdiri dari duduknya.
"Ya aku juga harus istirahat sebelum beraksi nanti malam." ucap Ze.
Pangeran Rong yuo dan Huo nan keluar hanya sebentar saja karena mereka pergi saat hari sudah sangat sore.
Malam harinya Ze dan Jin hu sudah siap dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah senada dengan warna pakaian mereka.
"Kau sudah siap?" tanya Jin hu dan Ze mengangguk.
"Ayo." ajak Jin hu.
"Ada apa? apakah kau melupakan sesuatu?" tanya Jin hu.
Ze berjalan mendekati jendela dan membongkar perangkap dari jendelanya lalu membuka jendela di kamarnya. Ze lalu memasang perangkap itu pada pintu kamarnya sedangkan Jin hu hanya mengamati saja apa yang di lakukan Ze dengan tenang.
"Kita tidak mungkin keluar dari pintu depan dengan menggunakan pakaian ini bukan?" ucap Ze dan Jin hu mengangguk.
"Aku sudah memberi tahu pangeran Rong yuo dan Huo nan agar tidak menyentuh pintu kamarku hingga aku membuka sendiri pintu itu. Karena aku memindahkan perangkap itu ke pintu untuk berjaga-jaga agar tidak ada yang masuk ke kamar ini dan masuk ke ruang lain dalam bangunan ini untuk mencelakai pangeran Rong yuo saat kita tidak ada di sini." jelas Ze.
"Ayo kita segera ke tempat Xi an, Fu kin dan ketua Zheng hu menunggu kita." ajak Ze dan mereka keluar lewat jendela kamar dengan perlahan. Ze kemudian menutup kembali jendelanya dengan rapat dan mereka pergi dari sana dengan gerakan cepat.
Ze dan Jin hu tiba di balik pohon besar tempat 3 orang yang dia sebutkan tadi berada. Tempat itu sangat aman dari pantauan penjaga bayangan karena itu tempat Xi an di tugaskan seperti pos penjaga bagi Xi an.
"Ambil dan telan pil ini agar kalian tidak ketahuan saat mendekat pada target kalian." ucap Ze menyodorkan 4 pil pada mereka termasuk Jin hu.
"Pil apa ini putri Ze?" tanya ketua Zheng hu pada Ze setelah dia menelan pil itu.
"Kau seharusnya bertanya dulu sebelum menelannya. Ini justru sebaliknya kau malah menelannya dulu baru bertanya padaku pil apa yang telah kau telan." tegur Ze.
"Karena putri memiliki misi yang harus saya lakukan malam ini dan mengingat dari kemampuan putri saat ini tanpa pil racun pun jika putri menginginkan nyawaku malam ini maka putri akan langsung melakukannya. Jadi pil ini tidak mungkin sebuah racun." jelas ketua Zeng hu.
"Pengamatan yang bagus." puji Ze.
"Pil ini membuat orang-orang sama sekali tidak menyadari keberadaan dirimu di sekitarnya karena pil ini menyembunyikan tanda-tanda kehidupan seperti detak jantung dan deru napas kalian. Ini adalah pil penyamaran yang baru aku selesai buat." jelas Ze.
"Ambil jarum ini (menyodorkan jarum di atas tangannya di hadapan 4 orang itu) satu orang silahkan ambil satu batang jarum dan ingat untuk tidak melukai jari atau tanganmu karena kalian akan pingsan seketika saat jarum itu menusuk jarimu atau bagian lain dari dirimu." ucap Ze dan mereka termasuk Jin hu mengambil masing-masing satu dari jarum itu.
"Kita menyerang serempak cukup tusukkan jarum ini pada kulit dari target kita masing-masing. Ah jika memungkinkan tusuk bagian leher agar reaksinya cepat." jelas Ze.
"Ayo kita semua mengambil posisi masing-masing untuk menyerang dan jangan asal serang dulu. Pastikan situasi aman saat kalian akan menusukkan jarum itu pada target dan ingat untuk membawa kembali jarum-jarum itu jangan sampai tertinggal dan dapat menjadi bukti bagi mereka untuk menuduh aku nantinya." ucap Ze dan mereka segera mengangguk paham.
Hai hai hai lagi....π π
Masih kurang kah?π³
Vote nya juga masih sangat kurang loh....π²π²
padahal udah di kasih up banyak dari kemarenπ’
Jangan lupa terus dukung author tingkatkan Votenya dan tetap beri like dan komennya
salam sayang dari Author