Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Apakah ada yang salah dari ucapanku tadi?


Liu ku menyadari perubahan suasana hati putrinya itu mulai menatap wajah putrinya yang terlihat melamun itu.


"Ada apa Ze sayang?" tanya Liu ku


"Ah tidak ayah. Aku hanya tak habis fikir saja bahwa ternyata ada juga orang yang sangat berambisi separti itu.


Hanya demi kepentingan pribadinya ratusan ribu orang harus menjadi korbannya. Aku juga merasa jika di dalam keluarga Hui tu pasti ada yang tak sengaja tau dan membocorkan rahasia itu.


Karena, bukankah benda itu sudah menjadi rahasia sejak lama dan kenapa dia bisa tau kenapa pula harus saat itu.


Bukankah benda itu sudah sejak lama jadi milik keluargamu Hui tu?" jawab Ze mengalihkan pembicaraan agar kembali pada topik Hui tu.


"Itu juga mungkin karena sepupu aku malam itu menghilang dan aku belum sempat mencari keberadaannya." jawab Hui tu


"Sudah hampir tiba waktunya kau kembali kewujud telurmu lagi.


Kita sudahi dulu pembahasan itu dan soal mencari tahu lebih lanjut alasan orang itu atau membalas dendam kita lakukan saat kau cukup kuat untuk memecahkan segel ini dan menemukan tubuh yang sesuai untuk kau jadikan wadah dari jiwamu itu." ucap Liu ku


"Baik aku juga setuju akan hal itu." jawab Hui tu lalu kemudian dia berubah kembali menjadi telur.


"Kultivasimu masih sangat jauh dari kata hebat. Lakukan tapa selama menunggu kompetisi.


Walau tingkat dari kemampuan alkemishmu masih biasa saja, tapi itu cukup untuk melawan kemampuan mereka semua.


Yang perlu kau tingkatkan dari dirimu ini adalah kultivasimu cukup fokus tentang hal itu saja dulu.


Kau masih ada 20 hari waktu di dalam batu dimensi ini. Lakukan tapamu dengan benar kau tak perlu keluar lagi hingga 20 hari tapamu usai. Tidak selamanya aku atau Jin hu akan berada di sisimu untuk melindungi dirimu selamanya." ucap Liu ku memerintah putrinya untuk bertapa.


"ceh walau anda seorang grand master tapi, apakah anda selalu sesombong ini?" tanya Hui tu kesal mendengar pernyataan Liu ku yang menyebut tingkat tinggi mendekati level surga Ze sebagai alkemis itu hanya biasa saja.


"Apa ada yang salah dari ucapanku tadi?" tanya Liu ku santai


"Tidak ada sama sekali ayah" jawab Ze


"Terserah kalian saja aku akan kembali bertapa saja." ketus Hui tu karena sudah hampir mencapai ambang batas kesabarannya menghadapi 2 orang anak dan ayah yang sama angkuh dan sombongnya itu.


"Ayah akan keluar lebih dulu saja untuk menjumpai Jin hu dan memberitahukan perihal tapamu itu.


Kau segera lakukan tapa dan tetap fokus pada tapamu jangan sampai tapamu itu melukaimu karena fokusmu terpecah." titah Liu ku


"oh ya aku hampir melupakan ini." ucap Liu ku sambil menyerahkan sebutir pil berwarna perak


"Apa ini?" tanya Ze


"itu pil peningkat energi alami yang mampu mempercepat proses pencapaianmu dari 2 kali hingga 10 kali lebih cepat dari waktu tapa normal tergantung dari kemampuan tubuhmu menyerap energinya." jawab Liu ku


"Telan pil itu dan segera lakukan tapamu itu." titah Liu ku


"Baik ayah." jawab Ze lalu segera menelan pil pemberian ayahnya itu dan kemudian duduk bersila di atas batu datar lain yang cukup jauh dari tempat Hui tu berada.


Liu ku segera keluar dari dalam batu dimensi milik Ze saat melihat Ze sudah fokus dengan tapanya itu. Saat Liu ku berada di kamar tempat Jin hu dan Ze ternyata kamar masih kosong.


Jin hu belum juga kembali dari mengantar gurunya dari tempat pertemuan. Saat Liu ku hendak duduk terdengar suara ketukan pintu.


"Tok tok tok" Liu ku menoleh ke arah pintu dan segera melangkah ke sana.


"Oh Jin hu?" ucap Liu ku saat membuka pintu dan mendapati ternyata Jin hu yang sedang berdiri di depan pintu.


Jin hu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan kamar saat masuk ke dalam kamar dan menyadari jika Ze tidak ada di dalam sana.


"Baiklah aku harus pergi mengurus sesuatu. Saat Ze keluar katakan jika aku akan kembali saat kompetisi yang dia ikuti berlangsung." ucap Liu ku


"Baik paman Ji." jawab Jin hu


"Sampai jumpa dan tolong jaga Ze selama aku tak bisa berada di sisinya." ucap Liu ku


"Paman tak perlu khawatir soal itu. Aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk melindungi Ze." jawab Jin hu


"Hm aku akan mengandalkan dirimu untuk hal ini mulai sekarang." ucap Liu ku lalu keluar dari kamar itu.


"Huft, sampai berapa lama Ze akan berada dalam batu dimensi itu? Aku harap dia akan segera keluar dari dalam batu itu. Baru beberapa saat saja aku sudah merasa jenuh dan kesepian tanpa dia." gumam Jin hu


Karena lelah dan bosan akhirnya Jin hu mutuskan bermeditasi saja di dekat batu dimensi milik Ze.


Malam harinya Jin hu menyudahi meditasinya tepat pada saat itu suara ketukan pintu dan teriakan Huo nan terdengar.


"tok tok tok."


" Kakak ke 2... kakak ipar..." seruan Huo nan terdengar dari balik pintu


"Mengapa kau harus berteriak huh?" protes Jin hu


"He he aku takut kakak ke 2 dan kakak ipar sedang asik berdua hingga tidak mendengar suaraku jika pelan." jawab Huo nan


"Ada apa kau mencari kami?" tanya Jin hu


"Mana kakak ipar?" tanya Huo nan


"Dia sedang melakukan tapa dalam batu dimensi." jawab Jin hu dengan nada sedikit terdengar kesal.


"Apa akan lama?" tanya Huo nan


"Entahlah,aku hanya tau itu saja dari paman Ji. karena, Ze sudah tidak di ruangan ini saat aku tiba tadi." jawab Jin hu


"Kau belum menjawab ada urusan atau kepentingan apa kau mencari aku dengan tergesah seperti itu?" tanya Jin hu lagi


"Kakak ke 2 kami bertiga tadi tidak sengaja melewati sebuah kamar yang ternyata kamar dari keluarga Duo." jawab Huo nan


"Apa hubungnnya mereka dengan kami?" tanya Jin hu kesal


"Mereka tidak ada hubungannya dengan kau dan kakak ipar. Tapi, itu ada hubungannya jika tentang rencana busuk mereka terhadap kakak ipar." jawab Huo nan.


"Rencana apa lagi yang mereka miliki saat ini?" tanya Jin hu mulai terfokus pada percakapan itu.


"Ternyata adik ke 6 akan ikut serta dalam lomba, mereka mengetahui jika kakak ipar yang menjadi murid dari master Tang dan akan mewakili master tang dalam kompetisi.


Mereka berencana mengganti bahan baku obat milik kakak ipar saat penilaian bahan mengingat semua bahan harus milik peserta itu sendiri." Jawab Huo nan


Jangan lupa vote like dan komennya yah😄


selamat membaca


terima kasih


author


😊😊😊😊😊