Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
kembali ke istana


"Jika kau tidak tahu tentang kehadiran hewan-hewan itu, bagaimana bisa king wolf dan kawanannya datang ke sini tepat waktu untuk membantu melawan hewan-hewan itu? Sudah pasti kau yang memanggil mereka sebelumnya bukan? Lalu untuk apa kau memanggil king wolf dan kawanannya jika kamu tidak menyadari kehadiran hewan-hewan roh itu?" tanya Jin hu beruntun karena curiga membuat Ze memutar otak untuk mencari alasan yang tepat agar Jin hu tidak marah dan berhenti untuk bertanya lagi.


"A aku memang sengaja memanggil mereka datang ke sini. Itu karena karena..." jawab Ze dengan agak ragu karena masih sibuk mencari alasan, kalimat Ze ter jeda sejenak.


"Karena? karena apa?" tanya Jin hu menatap wajah Ze. Dia semakin curiga melihat tingkah Ze yang salah tingkah dan ucapan Ze yang seolah ragu.


"Ah karena aku takut jika akan ada lagi bagian dari kelompok pemberontak itu yang datang menyerang. Iya hanya untuk berjaga-jaga saja." lanjut Ze senang karena sudah mendapatkan alasan yang dia rasa paling tepat untuk berbohong.


"Aku pikir jika mereka masih ada banyak lagi, mana bisa aku melawan mereka seorang diri. Makanya aku memanggil king wolf dan kawanannya untuk datang kesini agar dapat membantu jika keadaan semakin tidak dapat dikendalikan nantinya. Mana aku tahu kalau tiba-tiba hewan-hewan roh itu datang dan hendak menerkam aku. Beruntung king wolf dan kawanannya datang tepat waktu untuk menolong aku." lanjut penjelasan dari Ze untuk semakin meyakinkan Jin hu.


"Jadi, sebenarnya serigala-serigala ini semua adalah hewan roh dari putri Ze?" tanya panglima besar Lin xu menatap takjub ke arah kawanan serigala di depannya yang kini sedang asik memakan daging dari hewan-hewan roh yang kalah dan mati pada pertarungan antara hewan roh tadi.


"putri sungguh sangat luar biasa. Selain jenius putri juga memiliki keberuntungan yang luar biasa." puji panglima besar Lin xu.


"Bukan...! Mereka bukan hewan roh yang terikat kontrak sebagai hewan roh dan majikan dengan aku." jawab Ze tegas.


"Jika benar kawanan serigala ini bukan hewan roh milik putri, lalu mengapa mereka bisa mendengarkan panggilan dari putri dan membantu putri melawan hewan-hewan roh tadi?" tanya panglima besar Lin xu penasaran.


"Tentu ada alasan di balik semua itu. Tapi, kita tidak punya cukup waktu untuk membahas itu karena kita harus segera kembali ke istana. Aku hanya dapat mengatakan inti dari ceritanya. Intinya adalah mereka merasa berhutang budi padaku karena suatu kejadian yang mempertemukan kami pertama kali dan setelah itu mereka berjanji akan membantu aku kapan pun aku membutuhkan mereka." jawab Ze menjelaskan dan mereka yang mendengar penjelasan Ze hanya mengangguk paham.


"Terima kasih king wolf." ucap Ze sambil mengelus pelan kepala king wolf saat hewan roh itu mendekat ke arah Ze. Hewan roh itu hanya mengangguk lalu pergi dari sana karena tugasnya telah selesai dan makanan dari daging hewan-hewan roh yang dia dan kawanannya kalahkan tadi kini sudah habis.


"Saatnya kita mengurus mereka yang masih tersisa, Raja Hong dan juga putrinya." ucap Raja Ruo tegas.


"Sebaiknya kita segera kembali ke istana. Aku khawatir jika terlalu lama ditinggalkan mereka akan melakukan hal licik lain di dalam istana." ucap Jin hu.


"Ya ayo kita segera kembali ke istana." ucap Raja Ruo.


"Mengapa putri tidak menjadikan serigala- serigala itu sebagai hewan roh putri jika mereka akan mengikuti apa pun keinginan putri?" tanya panglima besar Lin xu tiba-tiba saat mereka berjalan keluar dari hutan.


Jin hu saat ini sedang berjalan sambil merengkuh erat pinggang Ze karena tidak suka dengan pandangan kagum dari hampir semua orang di sana ke arah kekasihnya itu.


"Mereka memang menawarkan diri untuk itu. Tapi, aku tidak ingin menjadikan mereka hewan rohku." Jawab Ze.


"Mengapa putri tidak menginginkan hewan roh sehebat itu untuk menjadi hewan roh Anda putri?" tanya panglima besar Lin xu lagi.


"Aku sudah cukup memiliki hewan roh dan aku tidak ingin lagi menambah hewan roh milikku." jawab Ze.


"Jika putri memiliki hewan roh, mengapa hewan roh putri tidak datang membantu putri melawan hewan-hewan roh tadi?" tanya panglima besar Lin xu lagi.


"Aku jadi penasaran hewan roh sehebat apa yang pantas menjadi hewan roh yang mengikat kontrak dengan putri Ze. Karena, bahkan king lion yang kuat itu tidak bisa menjadi hewan roh putri." Ucap panglima besar Lin xu antusias.


"Tapi, aku sarankan kalian untuk menyiapkan mental kalian sebelum pergi melihat hewan roh itu agar tidak terkejut nanti." ucap Jin hu membuat semua menatap bingung ke arahnya.


"Mengapa kau mengatakan seperti itu?" tanya panglima besar Lin xu yang memang sudah akrab dari dulu dengan Jin hu sehingga dia hanya menggunakan kata kau pada Jin hu.


"Pergi saja lihat dan pertanyaan ini akan terjawab dengan sendirinya." jawab Jin hu. Membuat semua orang di sana semakin penasaran dan ingin segera kembali ke istana untuk melihat hewan roh milik Ze.


"Kak Jin hu hanya sedang bergurau saja. Hewan rohku itu sangat tenang, baik dan lucu. Tidak mungkin dia membuat kalian takut jika hanya melihatnya saja." ucap Ze sambil menepuk pelan lengan Jin hu.


Setibanya mereka di tepi hutan, mereka segera menaiki kuda dan kereta mereka masing-masing. Mereka sengaja meninggalkan tunggangan mereka di luar hutan agar para pemberontak tidak menyadari kedatangan mereka.


"Sebaiknya kita segera kembali ke kediaman kakek Shi setelah kita menyelesaikan masalah dari guru di sini.Urusan guru dengan Raja Hong dan istrinya itu bukan ranah kita untuk ikut campur lagi." saran Jin hu saat dia dan Ze sudah berada di dalam kereta.


"Ya kita hanya perlu menunggu Yang mulia Raja Ruo berkunjung ke hutan Fujian jika beliau sudah siap untuk menjemput istri dan anak-anak nya nanti. Urusan selanjutnya terserah dari beliau ingin seperti apa karena itu adalah urusan keluarga beliau." saut Ze membenarkan ucapan dari Jin hu.


"Jadi, selanjutnya kita hanya perlu menjemput Huo nan, ular api dan juga cece tentunya setelah itu kita tinggal pulang dan menunggu Raja Ruo di sana untuk menemaninya menjemput keluarganya." ucap Ze.


"Ya kau benar." saut Jin hu.


"Kau sungguh tidak terluka?" tanya Jin hu sambil melihat dengan seksama wajah serta kedua tangan Ze. Jin hu masih khawatir mengingat Ze tadi sempat mendapatkan serangan dari king lion.


"Aku baik-baik saja dan semakin baik setelah aku menelan pil tadi." jawab Ze.


"Lain kali jangan lakukan lagi." ucap Jin hu dengan nada tegas sambil merengkuh tubuh kecil kekasihnya itu dalam pelukannya.


"Apa yang kau maksud?" tanya Ze polos karena tidak tahu jika Jin hu tahu dia telah berbohong.


"Apa kau pikir aku dapat dengan mudah tertipu? Aku sangat tahu bahwa kau telah berbohong tentang hewan roh itu." jawab Jin hu membuat Ze hanya mampu tersenyum malu karena kebohongan yang dia lakukan ketahuan.


Hai pembaca setia novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas. "


Jangan lupa untuk memberikan Vote, like dan komen setelah membaca.


Salam hangat dari author.