
Akhirnya permaisuri dan putra mahkota pergi dari sana segera dengan wajah kesal. Ze dan Jin Hu memilih masuk kedalam ruangan yang memang telah disediakan untuk mereka.
"Ayo kita masuk ke dalam saja." ajak Jin Hu pada Ze.
"Hm ayo." jawab Ze.
Setelah selesai makan siang mereka berbincang mengenai rencana Ze untuk ketiga keluarga yang telah menjadi targetnya.
"Lalu apa yang ingin kakak ipar lakukan kepada mereka? " tanya Huo nanti.
"Aku hanya ingin melihat kondisi mereka saja dulu untuk saat ini. Aku hanya ingin memastikan saja. Apakah mereka menjalani kehidupan sesuai dengan yang aku harapkan?" jawab Ze.
"Kehidupan seperti apa yang kakak ipar maksud? " tanya Huo nan.
"Kehidupan yang penuh dengan mimpi buruk." jawab Ze.
Ze menyeringai membuat Wen yuan, Liu Yu, dan Huo nan merinding melihatnya.
"Ayo kita tidak memiliki banyak waktu. Sebaiknya kita segera mengunjungi ketiga keluarga itu." ajak Jin hu.
"Ayo aku sudah tidak sabar ingin melihat apakah semua berjalan sesuai yang aku harapkan." seru Ze.
Mereka akhirnya memutuskan untuk segera mengunjungi ketiga keluarga itu.
Di kediaman keluarga Wei
Ze segera menelan pil penyamaran dan tidak lupa menyuruh yang lain juga melakukan hal serupa dengan yang dia lakukan.
"Kalian harus menelan pil penyamaran juga jika ingin ikut menyaksikan pertunjukan." Ucap Ze.
Jin Hu dan yang lain segera menelan pil penyamaran juga seperti yang Ze ucapkan. Saat akan melangkah maju Ze menghentikan langkahnya membuat yang lain heran.
"Aku lupa untuk menelan pil penawar segala racun. Sebaiknya kalian juga menelan pil penawar segala racun agar tidak mengalami mimpi buruk dan halusinasi." ucapan Ze membuat mereka segera menelan pil penawar segala racun sesuai ucapan dari Ze.
Mereka semua masuk melewati tembok belakang kediaman keluarga Wei. Ze tersenyum puas melihat keadaan keluarga Wei yang terlihat berantakan.
"sebenarnya apa yang telah dilakukan kakak ipar terhadap mereka semua? Mengapa mereka terlihat seperti orang yang tidak waras? " batin Huo nan yang memang tidak tahu tentang bubuk halusinasi yang ditaruh Wen yuan dan Liu yu di kediaman keluarga Wei atas perintah dari Ze.
"Bagus ternyata bubuk itu bekerja dengan baik." ucap Ze tersenyum melihat keluarga Wei yang tampak kacau.
"Cukup kita harus melihat keluarga yang lain juga." ucap Ze dan segera melompati tembok untuk keluar dari kediaman keluarga Wei. Jin hu dan yang lain hanya mengikuti di belakang.
Di kediaman keluarga Nam dan keluarga An, Ze kembali menemukan tontonan yang sama dengan di kediaman keluarga Wei.
Ze tersenyum puas menyaksikan penderitaan dari ketiga keluarga yang pernah membuat putri Ze lan pemilik tubuh asli menderita.
"Apakah sudah cukup acara menontonmu itu? " tanya Jin hu pada Ze dan dijawab anggukan oleh Ze.
"Sebaiknya kita bergegas kembali ke kediaman kakek Shi. Kita masih ada urusan lain lagi di Kerajaan api penyucian dengan raja Ruo setelah itu." ucap Jin hu.
"Kau benar. Ayo kita ke kediaman kakek Shi." Saut Ze.
Mereka akhirnya memutuskan untuk bergegas menuju ke kediaman tuan Shi kakek dari Ze.
Di dalam kereta Ze memutuskan untuk masuk ke dalam batu dimensinya untuk membuat pil api untuk putra raja Ruo.
"Aku akan masuk ke dalam batu dimensi untuk membuat pil api suci." ucap Ze.
"Perlu aku ikut denganmu? " tanya Jin hu.
"Sebaiknya kau di sini saja agar aku bisa konsentrasi membuat pil." tolak Ze.
"Baik aku akan menunggu di sini." pasrah Jin hu.
Ze segera masuk ke dalam batu dimensi dan membuat pil api yang akan dia gunakan untuk mengobati putra raja Ruo.
"Apakah masih lama Hui tu akan tertidur?" ucap Ze saat melihat tempat telur segel Hui tu di atas batu tapa.
"Sebaiknya aku segera membuat pil api suci agar aku sudah selesai saat kami tiba di kediaman kakek." ucap Ze.
Ze segera menyiapkan tungku ramuan miliknya beserta bahan dari pil api suci. Setelah semua sudah siap Ze segera berkonsentrasi membuat pil.
Setelah cukup lama akhirnya pil api suci yang dibuat oleh Ze sudah jadi. Ze tersenyum puas melihat beberapa butir pil api suci yang telah berhasil dia buat.
"Ternyata membuat pil api suci membutuhkan waktu yang cukup lama juga membutuhkan tenaga dan energi yang sangat besar." ucap Ze.
Ze segera membereskan semua bahan dan alat yang dia gunakan tadi lalu bergegas keluar dari batu dimensi.