Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Miskin?


Setelah poci pergi mereka ber 5 memutuskan untuk segera kembali ke tempat ji liu ku sebelum kembali ke kota.


"Sebaiknya kita segera kembali. Walau ada cincin pelindung dari poci tetap saja tempat ini bukanlah tempat yang aman dan nyaman saat gelap." ajak jin hu dan semua setuju


"iya kak jin hu benar ayo kita segera keluar dari hutan ini." saut ze dan mereka semua segera mencari jalan untuk keluar dari hutan angker.


"Sebaiknya kalian jaga rahasia batu dimensi milik ze jangan sampai terdengar telinga orang lain meski orang yang kalian percaya sekalipun." ucap jin hu


"Baik" jawab wen yuan dan Rui huo nan


"Mengapa kau hanya terdiam?" tanya jin hu pada liu yu


"Dia adalah orang yang memberiku batu dimensi ini. Jadi tak perlu dia untuk berjanji apapun.


Justru dia yang meminta aku untuk merahasiakan batu ini pada siapapun sehingga selain kalian dan guru tak ada lagi yang tau bahkan ibuku sekalipun." jelas ze


"Mengapa kau memberikan pada ze? Bukankah lebih baik bagimu menggunakannya sendiri?" tanya Rui huo nan


"Itu tak akan ada gunanya untuknya menyimpan benda itu. Jika batu dimensi ini di miliki bukan seorang alkemis maka hanya akan sama dengan batu biasa." jawab ze.


"Itu benar. Jika seorang bukan alkemis masuk kedalam batu dimensi tanpa seorang alkemis bersamanya maka dia akan binasa." saut liu yu.


Setelah beberapa lama berjalan akhirnya mereka berhasil keluar dari hutan angker tanpa gangguan sedikitpun.


Jin hu segera memanggil horse dragon fly karena hewan roh setingkat dia tak bisa masuk ke dalam hutan angker.


Karena monster yang ada di dalam sana itu asalnya dari hewan roh yang terkena racun yang menyerang otak dan hati mereka hingga menjadi tak terkontrol dan menggila.


Berbeda dengan hewan roh jin hu, poci yang tingkat pencapaiannya hampir di puncak tidak akan terpengaruh oleh racun itu.


Di dalam kereta ze berniat mengecek harta miliknya yang di simpan dalam batu dimensi yang di perkirakan hampir habis di makan oleh poci.


"Aku akan masuk ke dalam batu dimensi dulu aku ingin tau seberapa miskin aku saat ini." ucap ze


"Boleh tapi tunggu aku ambilkan pil penawar segala racun untuk kalian di dalam sana dulu." jawab ze segera menghilang


"Apa hubungannya masuk ke dalam sana dengan pil penawar segala racun?" tanya Rui huo nan heran


"Kalian yang bukan alkemis akan m**i di dalam sana tanpa pil itu." jawab liu yu


Ze segera muncul kembali membawa beberapa pil dan memberikan pada jin hu dan Rui huo nan.


"Kalian ber 2 sudah memilikinya bukan?" tanya ze pada wen yuan dan liu yu dan mereka nengangguk


"Mari kita masuk bersama. Fokuskan saja fikiran mu pada batu itu dan kalian akan melihat jalan yang aku buka." ucap ze


"Tunggu putri, sebaiknya aku tak perlu masuk kedalam sana. Biarkan aku berjaga saja." saran liu yu


"Baiklah lagi pula kau sudah pernah melihatnya buakan? mari kita masuk ke dalam" ajak ze dan mereka ber 4 masuk tanpa liu yu.


"Wah di dalam sini sungguh indah dan udaranya sangat sejuk." ucap Rui huo nan takjub


Wen yuan dan jin hu hanya diam berjalan di belakang ze mengekori setiap langkahnya.


"Oh astaga" seru ze


"Ada apa?" tanya ke 3 pria itu kompak


"Poci sungguh ingin menjadikan aku miskin. Lihat saja dari seribu 5 ratus buah batu sejati langkah yang aku miliki dia hanya menyisakan sekitar 100 lebih saja." gerutu ze membuat Rui huo nan dan wen yuan ingin muntah darah karenanya


"Ayolah kakak ipar 1 buah saja orang akan iri saat kau memilikinya dan ini lebih dari 100 dan kau masih menyebut dirimu miskin? Jika orang orang mendengarnya mereka akan muntah darah karena kesal iri dan cemburu akan kekayaanmu." batin Rui huo nan


"Dengan harta sebanyak ini a putri menyebut dirinya miskin maka aku ini apa? gelandangan termiskin?" batin wen yuan


"Ini sudah cukup untuk kau hidup mewah hingga kecucu cucumu kakak ipar." ucap Rui huo nan