
Kumpulan energi yang terkumpul itu mendekat pada Ze dan yang lain. Ze segera maju ke depan dua orang itu lalu mengeluarkan sebuah plakat emas dan segera mematahkan plakat emas itu. Tiba-tiba cahaya yang sangat terang keluar dari plakat emas yang Ze patahkan itu membuat pria asing itu terhempas jauh.
"Akh..!" pekik pria asing itu karena tubuhnya terasa terpukul dan terhempas jauh.
"Cahaya apa itu tadi? Mengapa aku merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar berasal dari cahaya itu? Sebaiknya aku pergi dari tempat ini jika tidak ingin celaka karena serangan kekuatan itu." batin pria asing itu lalu bergerak perlahan ingin meninggalkan tempat tersebut.
"Akh....!" pekik pria asing itu karena ternyata dirinya terkena serangan energi yang sangat kuat.
"Duak bruk. " tubuh pria asing itu terhempas hingga membentur pada batang pohon lalu terjatuh di tanah.
"Berniat melarikan diri setelah berani untuk melukai tuanku hm?" ucapan sinis dari seorang pemuda berparas tampan dengan cahaya keemasan terpancar dari dalam tubuhnya.
"Tuan?" beo pria asing itu sambil memegang dadanya yang terasa sesak karena terkena hantaman energi yang sangat kuat yang ternyata berasal dari pria tampan yang baru mengakui salah satu dari tiga orang itu adalah tuannya.
"Ya gadis yang ingin kau singkirkan itu adalah tuanku." jawab pria berparas tampan itu lalu mengarahkan telapak tangannya pada wajah pria asing yang menyerang Ze tadi.
"Akh... Ti tidak.... ja jangan bunuh aku....! Ampuni aku tuan." pekik pria asing yang menyerang Ze dan yang lain tadi itu. Dia memohon maaf agar nyawanya diampuni karena energi kehidupan yang dia miliki saat ini tengah diserap oleh pria tampan yang mengaku sebagai bawahan Ze itu.
"Terlambat untuk meminta maaf atas apa yang telah kau lakukan pada tuanku untuk saat ini. Kau harus berjumpa dengan raja neraka karena sudah berani angkuh hanya dengan kekuatan yang yang sangat kecil itu." ucap pria tampan asing itu.
"Akh....!" pekik pria asing yang telah menyerang Ze dan yang lain itu lalu perlahan tubuh pria itu mengering dan tumbang dengan tubuh bersisa kulit dan tulang tanpa nyawa lagi.
"Dimana tuan?" gumam pria tampan tersebut saat melihat Jin hu dan Huo nan terbaring tidak sadarkan diri di atas tanah.
Pria itu mengarahkan telapak tangannya pada Jin hu dan Huo nan. Dari telapak tangan pria itu keluar cahaya putih samar mengarah kepada tubuh Jin hu dan Huo nan yang pingsan itu.
"Akh....!" pekik Jin hu dan Huo nan yang mulai berangsur sadar dari pingsannya saat cahaya putih samar itu meresap pada tubuh mereka.
"Mana Ze?" tanya Jin hu panik saat tidak mendapati Ze di sekitarnya.
"Entahlah tuan saat ini berada di mana. Tapi, dia masih hidup karena tubuhku juga akan ikut musnah saat tuan mati." jawab pria tampan yang telah menolong mereka dari serangan pria asing tadi.
"Lalu, dimana Ze saat ini?" tanya Jin hu yang penasaran dengan siapa orang yang mengakui Ze adalah tuannya itu. Tapi, kekhawatirannya pada keadaan Ze membuat dia tidak mempertanyakan itu. Dia hanya ingin tahu dimana Ze berada saat ini.
"Jika aku tidak salah, plakat yang tuan patahkan itu adalah plakat yang juga membuka pintu menuju ke sembilan negeri ajaib." jawab pria itu membuat Jin hu mengernyit tidak paham.
"Sembilan Negeri ajaib?" beo Jin hu dan Huo nan bersama karena penasaran.
"Ya negeri ajaib. Negeri ajaib adalah tempat yang hanya dapat dimasuki menggunakan pintu 9 negeri ajaib. Salah satu dari pintu itu menuju ke negeri tempat aku berasal. tapi, dapat aku pastikan jika bukan itu tempat tuan terlempar saat ini." jelas pria itu.
"Terlempar?" tanya Jin hu.
"Ya... Saat pintu terbuka tubuh tuan yang membuka pintu masuk ke 9 negeri ajaib, pasti saat itu terlempar ke salah satu pintu itu." jawab pria itu.
"Negeri seperti apa sembilan negeri ajaib itu?" tanya Jin hu.
"Di masing-masing pintu itu ada satu negri yang penduduknya adalah sesuatu yang kalian tidak akan pahami. Seperti negeri yang aku huni selama ini. Di sana ada berbagai macam hewan roh Suci." jawab pria itu.
"Aku berharap tuan tidak memasuki negeri hitam saja." ucap pria itu penuh harap.
"Di sana hanya ada hewan roh, siluman, serta roh jahat yang siap melukai siapa saja penduduk asing yang memasuki negeri mereka." jawab pria itu.
"Aku harus ke sana untuk menyelamatkan Ze." putus Jin hu tidak sabar untuk menemukan Ze.
"Dengan kemampuan yang kau miliki saat ini, kau tidak akan dapat menyelamatkan tuan. Setidaknya kamu harus dapat melewati tingkat kultivasi dari ayah tuan." ucap pria itu.
"Bukankah artinya kakak kedua harus menjadi yang paling kuat di jagad ini?" tanya Huo nan.
"Pemikiran kalian hanya sekitar dunia sempit kalian ini saja." ejek pria itu.
"Apa maksud kamu? Bukankah tingkat misteri adalah yang terkuat diantara tingkat pencapaian kultivasi?" tanya Huo nan lagi.
"Tingkat misteri di dalam 9 negeri ajaib adalah tingkat paling rendah. Bahkan mereka yang masih berada di dalam telur pun sudah mencapai tingkat itu." jawab pria itu.
"Astaga....!" pekik Huo nan terkejut dan tidak percaya mendengar penuturan pria itu.
"Lalu apa lagi yang dapat aku lakukan untuk dapat menemukan dan membawa Ze kembali ke sini?" tanya Jin hu.
"Kau tenang saja. Sejauh yang aku rasakan, tuan tidak dalam bahaya. sebaiknya kamu ikut bersama dengan aku untuk meningkatkan kultivasi dirimu dulu di negeri ajaib tempat aku tinggal. Kita masih memiliki waktu dua bulan untuk meningkatkan kultivasi dirimu." jawab pria itu.
"Mengapa harus di negeri ajaib dan ada apa dengan dua bulan?" tanya Huo nan.
"Karena sangat tidak mungkin dia mampu mencapai tingkat kultivasi di atas tingkat misteri jika hanya berada di sini. Dua bulan adalah batas kemampuan plakat yang tersisa di tubuh tuan untuk dapat melindungi dirinya jika di dalam negeri ajaib berbeda dengan di tempat kalian ini,plakat itu dapat berlaku selamanya. Selebihnya jika kita tidak menemukan tuan dalam jangka waktu itu, dia harus melindungi dirinya dengan kemampuannya sendiri sebelum kita dapat menemukan dia." jawab pria itu.
"Apakah aku dapat ikut serta dalam perjalanan kalian ini?" tanya Huo nan yang tidak rela untuk berpisah dari saudara seperguruannya itu.
"Ya sebaiknya kamu juga ikut serta agar kita memiliki lebih banyak kemungkinan untuk menyelamatkan tuan. Bagaimana, apakah kalian akan ikut?" tanya pria itu.
"Tentu saja. Apa pun demi menyelamatkan Ze aku akan lakukan." jawab Jin hu.
"Ya, aku juga akan selalu ikut kemana pun kakak kedua dan kakak ipar pergi selama aku belum terikat oleh aturan kerajaan." jawab Huo nan.
Hai readers setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Terima kasih atas segala dukungan dari kalian semua selama ini.
jangan lupa untuk tetap terus memberikan dukungan kalian melalui
Vote, like dan komen.
Salam hangat dari author yang kece badai ini
(pede abis) dan tentu dari Ze serta Jin hu juga.