Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
keluar dari negeri naga


Mereka semua yang mengaku sebagai keluarga kerajaan naga timur itu mulai pucat mendengar ucapan Liyang yang mengijinkan bahkan meminta orang-orang itu memb*nuh mereka semua.


"Nampaknya akhir dari hidup kalian semua sudah ditentukan oleh sang putra mahkota dari Kerajaan naga inti." ucap Zili.


"Kalian tidak mungkin akan mengakhiri hidup kami begitu saja bukan?" tanya Raja Ruoli.


"Walau bagaimana pun juga, kami adalah keluarga dan bahkan Raja, pangeran dan putri dari kerajaan naga yang juga memegang peranan penting bagi negeri naga ini." lanjut Raja Ruoli memberi alasan untuk dapat diampuni.


"Lantas kenapa jika kalian adalah keluarga dan bahkan Raja dari salah satu kerajaan di dalam negeri naga ini?" tanya Zili dengan nada sinis menatap merendahkan ke arah 3 orang yang saat ini sangat ingin dia habisi.


Raja Ruoli dan kedua putra putrinya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Wajah mereka bertiga kini pucat pasi karena mereka sudah tahu identitas dari Zili setelah Zili tadi merubah wujud ke wujud aslinya. Mereka sangat tahu bahwa bukan hal yang sulit bagi Zili untuk mengakhiri hidup mereka.


"Kami bukan berasal dari negeri naga ini. Maka, peran kalian yang penting itu tidak berpengaruh pada kami." ucap Zili lagi.


"Kalian harus menerima hukuman mati karena putra mahkota sudah memberikan kami ijin bahkan perintah untuk itu.Terutama karena kalian telah melukai dan memiliki niat untuk memb*nuh tuanku." Ucap Zili lalu kembali merubah wajahnya menjadi Phoenix emas.


Ze yang melihat wujud asli dari Zili kembali mendapatkan penglihatan tentang masa lalunya. Saat terakhir dia bertemu sosok Poci hewan roh miliknya yang harus meninggalkan dia untuk bertapa di negeri asalnya.


"Poci." gumam Ze yang masih lemas dalam dekapan Jin hu yang juga samar-samar dia ingat.


Zili lalu mengeluarkan energi yang kuat yang terlihat seperti api yang sangat besar dan panas dari paruhnya.


"Blar." api menyambar dan membakar tubuh ketiga orang di depan mereka.


"Akh... panas..... akh.... tolong.... " suara pekikan dan teriakan meminta tolong dari ketiga orang itu dan perlahan tubuh mereka pupus menjadi debu.


"Apakah setiap tubuh dari ras naga yang mati hanya akan menjadi abu begitu saja?" tanya Ze penasaran.


"Sebaiknya kita segera keluar dari negeri naga ini sebelum kalian berdua juga melemah karena ku lihat saat ini energi kalian juga sudah mulai terserap oleh hutan sakral ini." ucap Zili.


"Jadi, yang membuat energi dari adik terkuras habis meski berkali-kali sudah di beri tambahan energi adalah hutan ini?" tanya Ruri.


"Seluruh negeri naga ini tidak akan cocok untuk seorang manusia tinggal terutama hutan sakral yang selalu menyerap energi ini." jelas Zili.


"Jika seperti itu, pergilah segera bawa adik keluar dari negeri naga ini sebelum tubuhnya semakin melemah. Aku tidak dapat mengantarkan kalian karena aku harus menyusul kakak." ucap Ruri.


Ruri melepaskan kalung miliknya dan mengalungkan pada leher Ze. Ruri tersenyum mengecup kening Ze lalu mengusap pelan pucuk kepala Ze.


"Aku pasti akan sangat merindukan adik kecilku ini. Gunakan terus kalung itu. Agar aku dapat menemukan dirimu di manapun kamu berada." ucap Ruri.


"Aku juga akan merindukanmu kak. Aku pasti akan selalu membawa kalung ini kemana pun aku pergi." ucap Ze lemah sambil tersenyum.


"Pejamkan mata kalian semua. lalu genggam tanganku." ucap Zili yang sudah berjongkok di depan Ze dan Jin hu.


Mereka bertiga melakukan apa yang di katakan Zili dan seketika itu pula cahaya keemasan itu kembali muncul dari genggaman mereka dan perlahan menutupi tubuh mereka. Saat cahaya mulai memudar, tubuh mereka semua sudah menghilang dari sana.


Jangan lupa untuk tetap terus dukung novel kesayangan kita ini dengan tidak pelit untuk memberikan vote, like dan komen sebanyak yang kalian bisa.


Untuk juara lomba vote kemarin, yang masih belum mengkonfirmasi untuk mendapatkan hadiah mereka tolong segera memfollow akun author dan PC author untuk mengklaim hadiah pulsanya.


salam hangat dari author


Terima kasih