
"Ayo kita harus sedikit menjauh dari sini untuk mengeluarkan kuda naga beserta kereta agar tidak ketahuan oleh pangeran Yuo fan. " ajak Ze dan mereka berdua segera pergi dari sana.
Setelah cukup jauh berjalan, Ze mengeluarkan kuda naga dengan kereta dari dalam batu dimensi. Ze dan Jin hu segera menaiki kereta lalu pergi meninggalkan hutan Fujian menuju ke desa Guoin.
Setelah cukup lama dalam perjalanan di dalam kereta menuju desa Guoin, akhirnya mereka tiba dan ternyata Raja Ruo beserta rombongannya sudah tiba lebih dulu di sana.
Raja Ruo beserta rombongan menyambut mereka berdua dengan senang karena mereka berdua memang sudah ditunggu-tunggu sejak awal rombongan Raja Ruo tiba di desa Guoin.
Itu karena hanya mereka berdua yang sudah pernah masuk ke dalam hutan dan melihat langsung markas asli dari kelompok pemberontak yang akan mereka berantas itu.
"Salam guru." ucap Jin hu menunduk hormat.
"Salam Yang mulia Raja. " ucap Ze.
"Bagaimana dengan perjalanan dan misi kalian?" tanya Raja Ruo penasaran dengan kabar dari anak dan juga terutama istri yang sudah lama tidak dia jumpai. Tapi, Raja Ruo tidak tahu mau bagaimana bertanya kepada mereka berdua saat ini.
"Semua berjalan lancar sesuai rencana dan keadaan mereka semua sangat baik." jawab Ze yang paham dengan kekhawatiran Raja Ruo saat ini.
"Oh sukur lah aku sangat berterima kasih pada kalian yang telah melakukan banyak hal untuk membantu aku." ucap tulus Raja Ruo.
"Tidak perlu sungkan Yang mulia, kami hanya melakukan hal wajar yang orang lain juga pasti akan melakukan jika berada di posisi kami saat ini. " Saut Ze.
"Itu benar, kami tidak melakukan hal luar biasa sehingga guru harus berulang kali mengucapkan kata terima kasih kepada kami berdua. " saut Jin hu membenarkan ucapan dari Ze.
"Tidak perlu merendah kalian berdua. Apa yang kalian berdua telah lakukan lebih dari orang lain bahkan keluarga sendiri dapat lakukan. " ucap Raja Ruo.
"Sudahlah kita akhiri saja acara terima kasih ini. Yang utama yang harus kita lakukan saat ini adalah menyerang para pemberontak itu sebelum mereka semua menyadari keberadaan dan niat kita datang ke tempat ini. " tegur Ze membuat Raja Ruo dan Jin hu mengangguk setuju.
"Ya ayo kita bahas rencana penyerangan terhadap para pemberontak itu." Ajak Raja Ruo.
Mereka bertiga segera bergabung dengan yang lain. Mereka akhirnya mulai menyusun rencana penyerangan terhadap para pemberontak di dalam hutan.
"Sebaiknya kita menyerang mereka itu jangan langsung menyerbu dengan satu kali serang." saran Ze.
"Tidak dengan satu kali serang?" beo beberapa orang bingung dengan maksud dari usulan Ze itu.
"Ya kita tidak usah menyerang dengan satu kali serang untuk menghindari lebih banyak korban pada pihak kita. Kita bisa memulai dengan menumbangkan satu demi satu mereka yang berada di luar markas mereka terlebih dahulu." jelas Ze.
"Karena biasanya akan ada banyak dari mereka yang akan berkeliling untuk memastikan keadaan aman. Dengan demikian saat kita menyerbu pusat markas mereka, jumlah lawan yang akan kita hadapi menjadi lebih sedikit." lanjut Ze menjelaskan dan yang lain hanya diam menyimak tanpa protes karena mereka menganggap usul dari Ze adalah rencana paling jenius yang mereka pernah dengar.
"Itu artinya kemungkinan kita menang lebih besar lagi. Wah kau sungguh seorang wanita yang jenius putri Ze. Siapa pun orang atau kelompok yang ada kau di dalamnya, mereka akan menjadi yang unggul dari yang lain." puji Raja Ruo menatap kagum dengan pola pikir dari Ze yang sangat luar biasa hebat dalam menghadapi segala macam hal.
"Apa yang dikatakan oleh Yang mulia Raja itu benar adanya tidak berlebihan sama sekali. Anda sungguh sangat luar biasa hebat dalam memecahkan setiap masalah yang ada sejauh ini." saut Panglima Besar Lin xu yang diutus oleh Raja Ruo untuk membantu memimpin penyerbuan terhadap para pemberontak yang telah bermarkas lama di dalam hutan di desa Guoin itu.
"Baik sudah cukup pujian dari kalian untukku. Sekarang saatnya kita melakukan penyerangan dengan tenang tapi cepat. Jangan menimbulkan suara berisik yang dapat menyebabkan yang lain curiga terhadap serangan kita." ucap Ze memberi peringatan sekali lagi agar yang lain lebih berhati-hati lagi.
"Baik putri." saut beberapa orang.
"Kita bagi 4 kelompok saja untuk maju menyerang dari arah yang berbeda. Dengan begitu kita bisa menyelesaikan orang-orang dari kelompok pemberontak yang sedang berada di luar markas dengan cepat." usul Ze lagi dan yang lain hanya mengangguk paham.
"Jika demikian, masing-masing dari kita berempat dapat memimpin satu kelompok." putus Raja Ruo.
"Aku setuju dengan cara ini. Aku akan memimpin pasukan dari arah depan. " saut Ze dengan semangat.
"Baik makan aku akan menyerang dari belakang saja." putus Raja Ruo.
Akhirnya mereka berpencar menjadi 4 kelompok terpisah dengan Ze, Jin hu, Raja Ruo, dan panglima besar Lin xu memimpin masing-masing satu dari kelompok itu.
Baru sebentar saja kelompok yang Ze pimpin memasuki hutan, mereka sudah melihat beberapa orang berpakaian sama dengan pakaian para pemberontak yang pernah Ze lihat sebelumnya saat memasuki hutan itu pertama kali bersama dengan Jin hu.
"Sstt." Ze memberi isyarat pada anggota yang dia pimpin untuk diam dan bersembunyi.
Mereka semua termasuk Ze menunduk di balik semak sambil mengamati beberapa orang yang sedang asik berbincang-bincang sambil berjalan dan sesekali mereka mengedarkan pandangan ke arah sekitar.
"Kalian berlima serang masing-masing satu orang dengan sekali serang. Ingat harus dengan sekali saja serang mereka sudah tumbang. " ucap Ze memberi peringatan untuk anggotanya dan mereka yang ditunjuk oleh Ze hanya mengangguk paham lalu perlahan mendekat pada orang-orang yang menjadi target mereka masing-masing.
Para prajurit itu mengeluarkan pedang dan mulai melangkah lebih cepat namun masih hati-hati dan saat sudah mendapatkan sasaran masing-masing dari mereka hanya dengan sekali tebas dan sekali hunus pedang mampu menumbangkan lawan sesuai perintah dari Ze yang menjadi pemimpin mereka saat ini.
Setelah keempat kelompok itu berhasil menumbangkan semua anggota dari para pemberontak yang berpencar di sekitar hutan, mereka akhirnya sudah tiba di gua tempat dimana markas dari para pemberontak itu berada.
Hai para pembaca setia novel
pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas
Terima kasih banyak karena selalu memberikan dukungan serta pengertian selama ini.
Jangan lupa tetap dukung dan baca novel kesayangan kalian ini.
salam hangat dari author dan Ze tentunya.