
Putri mentri nam yang di sebut putri jian li tak ingin percaya kalau jin hu bersama seorang yang terkenal sebagai putri sia sia.
"Itu dia bagaimana aku salah mengenalinya, bertahun tahun aku melihat wajah menjijikkannya itu." jawab ruo lan.
"Huh jika memang putri sampah bisa menyentuh yang mulia tuan jin hu maka aku jauh lebih pantas.
Jika aku kesana pasti yang mulia tuan jin hu akan memilihku yang lebih baik dari sampah itu." jian li mulai sombong.
"huh kelebihanmu hanya karena kau putri mentri nam. selebihnya aku jauh lebih baik dari dirimu." batin ruo lan dia mulai berfikir akan maju juga mendekati jin hu.
Ruo lan yakin jika dirinya lah yang akan di pilih oleh jin hu.
Putri jian li mulai bangkit dan Ruo lan ikut bangkit membuat putri jian li mengerutkan keningnya tak suka.
"Kenapa kau berdiri mau kemana huh?" tanyanya
"Tenang putri jian li aku hanya ingin melihat kau menendang sampah itu dari sisi yang mulia tuan jin hu.
Yang mulia tidak akan lebih memilihku walau melihatku bukan? Anda jauh lebih cantik dan menawan dari aku." jawab ruo lan membuat putri jian li senang.
"Betul juga ayo kita kesana!" seru putri jian li bersemangat dan ruo lan menyeringai licik di sampingnya.
Sesampainya di ruangan vip tempat jin hu dan yang lain makan mereka langsung masuk.
"kakak ze lan, kau ada di sini. Aku mendengar orang bilang melihat kakak karena penasaran aku menghampirimu." sapa ruo lan bergaya lemah lembut mencoba menampakka kecantikan wajah dan tubuhnya.
"Siapa kakak mu huh? Nona an ruo lan ini telah pikun rupanya aku telah menghapus marga an dari namaku." tegur ze membuat ruo lan kesal tapi mencoba tetap tersenyum
"Jangan begitu meski kau hanya putri sia sia tak berbakat aku tetap menganggapmu kakak." jawab ruo lan lemah mulai menjelek jelekkan ze.
"Kalau putri ze tak berbakat maka hampi semua orang di dunia ini adalah sampah. Dasar gadis menjijikkan ini." batin liu yu
"Bagaimana mungkin seorang alkemis hebat di anggap putri sia sia gadis ini telah nengatakan omong kosong. Kenapa para kecoa pengganggu ini nekat masuk ke ruangan tuanku. tidakkah mereka takut akan kemurkaan tuanku?" tanya wen yuan dalam hati.
"Yang mulia tuan jin hu kenapa anda mau bersama gadis rendahan seperti itu?" tanya jian li seraya berusaha mendekat dan ingin memegang jin hu.
Melihat itu ruo lan tak mau kalah dan mencoba mendekat juga.
wen yuan mulai menyeringai melihat tingkah para kecoa pengganggu itu. Karena bagi jin hu wanita penggoda adalah kecoa pengganggu.
Jin hu mulai marah mendengar hinaan untuk ze gadisnya. Dia telah menganggap ze gadis miliknya setelah bertemu kembali dengannya.
Tak ada yang bisa mengganggu apa lagi menghina gadisnya. Saat jian li dan ruo lan memegang lengan jin hu jian li sangat kesal dengan ruo lan.
"srek srek" tangan mereka terputus dari lengannya.
"akh akh tanganku hu hu hu." jerit mereka kesakitan.
"Hanya kecoa penggangu sepertimu berani menyentuh ku huh?" kesalnya.
Ze, wen yuan dan liu yu menyeringai melihat tontonan yang seru itu.
"Sudahlah kak jin tak usah merendahkan dirimu untuk orang seperti mereka." kata ze menenangkan jin hu dengan mengelus lengannya.
Melihat itu jian li geram dan merasa sangat di hina apa lagi tangannya telah terputus.
"kenapa orang rendahan sepertinya bisa menyentuh mu dan aku tidak?" bentaknya.
"kau yakin kau lebih baik dari dirinya huh. sudahlah ze kecil mari kita istirahat saja. aku sudah tak betah di sini." ajak jin hu dan mereka berempat pergi dari sana.
Anak buah mentri nam segera membawa mereka ke tempat mentri nam.
Hai para readers
Karena dukungan semangat dari kalian dengan memberi like, komen dan vote yang lumayan banyak, sebagai ungkapan terima kasih author kepada readers yang dermawan semua, author tambah 1 up dari 2 up rutin ya.
Terima kasih
Author
😘😘😘😘😘