
Saat Ze dengan rombongan tiba di tempat kompetisi ternyata di sana sudah sangat ramai. Ze segera bergabung dengan ayahnya saat dia berhasil menemukan keberadaannya.
"Bagaimana dengan rencana kita tentang gadis ular di sana itu?" tanya Hui tu.
"Tenang saja, aku sudah memiliki berbagai rencana di otakku ini." jawab Ze
"Hm baiklah aku akan menunggu hasilnya." ucap Hui tu
"Ha ha ha ha" tawa Hui tu pecah seketika membuat Ze heran.
"Mengapa kau tiba-tiba tertawa sekeras itu?" tanya Ze.
"Kau lihat dulu wajah gadis ular di ujung sana." ucap Hui tu
Ze berusaha menahan tawa saat melihat wajah pucat Liu sia dengan lingkaran hitam di matanya.
"Salepmu itu sungguh bereaksi padanya. Lihat saja keluarga mereka saat ini berdiri membentuk 2 kelompok terpisah." ucap Hui tu
"Hm. Tapi, itu baru salam perkenalan pada dendamku saja. Intinya masih harus sabar menunggu." jawab Ze
Tidak lama rombongan para juri dan tuan Shu datang. Saat mereka melewati Ze mereka sedikit menunduk ke arahnya.
Semua yang melihat itu tidak ada yang merasa curiga karena mereka fikir jika para juri itu menunduk hormat kepada grand master Ji yang tengah memeluk Ze saat ini.
"Mengapa mereka harus menunduk hormat padaku?" tanya Ze
"Mengapa kau harus kesal tentang hal itu?" tanya Liu ku
"Musuhku akan waspada padaku jika melihat hal itu." jawab Ze
"Kau tenang saja. Mereka terlihat biasa saja itu artinya mereka berfikir para juri itu menunduk hormat pada ayahmu." bisik Jin hu
"Hm masuk akal juga." ucap Ze
Tuan Shu segera membuka acara saat para juri sudah duduk di tempat duduknya masing-masing.
"Hai para penonton kompetisi alkemish. Apakah kalian sudah siap menyaksikan aksi para peserta hari ini?" seru tuan Shu di atas panggung.
"Sudah" jawab hampir semua orang di sana kompak sambil berseru ria.
"Baiklah. Peserta kita ada 11 orang hari ini. Maka akan kami bagi menjadi 3 sesi dalam pertandingan. Mari kita mulai sesi pertama kompetisi ini." saru tuan Shu dan para penonton sudah heboh berseru di bawah sana.
"Karena ini babak 10 besar maka syaratnya juga akan berbeda dari babak awal pernyisihan kemarin." Seru tuan Shu
"Hari ini peserta hanya diperbolehkan membuat jenis pil penyembuh tingkat tinggi. Entah itu untuk luka dalam atau untuk penyembuhan luka luar." jelas tuan Shu membuat penonton menganga.
Karena pil penyembuh apa lagi tingkat tinggi sangat sulit bagi sebagian besar alkemish tingkat 4 kebawah.
"Sekarang mari kita sambut para peserta sesi pertama silahkan naik ke atas panggung untuk Ruo yao fan, Die shi yuo, Fu ji liang dan terakhir Su liu gu." panggil tuan Shu dan para peserta yang di panggil namanya segera naik ke atas panggung.
"Karena jenis pil penyembuh membutuhkan beberapa bahan yang cukup susah maka kami akan memberi kelonggaran dengan memberikan 2 jenis bahan yang dibutuhkan peserta.
Silahkan fikirkan 2 bahan yang kalian butuhkan dan beritahu pada kami agar segera dapat memulai kompetisi." ucap tuan Shu
Ke empat peserta segera mengeluarkan bahan ramuan yang mereka bawa lalu mulai menentuka pil yang akan mereka buat.
Setelah itu mereka menyebutkan 2 bahan yang mereka tidak miliki namun mereka butuhkan untuk pil yang akan mereka buat.
"Karena pil bahan sudah dibagikan maka kalian dipersilahkan membuat pil dan waktu kalian setengah batang dupa untuk membuat pil." ucap tuan Shu
Para peserta segera membuat pil mereka masing-masing dan suasana menjadi hening penuh ketegangan.
Para peserta selesai dengan pil mereka tepat pada batas waktu yang diberikan panitia kompetisi. Mereka berempat kompak membuka tutup tungku lalu mengambil pil yang terbentuk setelahnya mereka letakkan pada wadah yang telah tersedia di dekat tungku.
"Hebat... mereka berempat selesai dengan waktu bersamaan. Silahkan para juri untuk menilai pil dari peserta." ucap tuan Shu
Para juri naik ke atas panggung dan mulai menilai pil buatan para peserta. Mereka semua terlihat senang dengan pil dari peserta.
"Betul sekali. Mereka semua berhasil membuat pil tingkat tinggi bahkan seorang dari mereka berhasil membuat pil zhixie. Pil zhixie ini adalah penghenti pendarahan pada luka luar yang menganga." sebut master Shen
"Lalu siapa pemenang dari sesi pertama kompetisi ini?" tanya tuan Shu
Seorang juri membisikkan seauatu kepada tuan Shu dan setelahnya tuan Shu lalu mengumumkan siapa pemenang dari keempat peserta itu.
"Pemenang dari sesi pertama babak 10 besar ini adalah...." tuan Shu menjeda kalimatnya lagi membuat beberapa orang menahan napas sangking teganggnya berharap anggota keluarga mereka yang menjadi pemenangnya.
"Kita beri tepuk tangan untuk Ruo yao fan." seru tuan Shu dan tepuk tangan serta sorakan ria kembali menggelegar.
"Ye... Yuo kecil sungguh seorang jenius kecil." seru Huo nan kegirangan.
Yuo fan berlari menuruni tangga dan melompat ke arah ayahnya sangking senangnya.
Raja Ruo menangkap tubuh anaknya dan memeluknya erat. Ada rasa bangga di hatinya melihat putra kecilnya itu bisa melalui dan memenangkan babak 10 besar ini.
Ze, Jin hu dan Huo nan menghampiri Yuo fan. Yuo fan langsung melompat senang ke arah Jin hu dan Jin hu sigap menangkap tubuh kecil Yuo fan.
"Kakak Jin hu aku menang dan akan masuk 3 besar." ucap Yuo fan bangga.
"Iya kau sungguh hebat." puji Jin hu
"Kakak Huo nan aku menang." ucap Yuo fan pada Huo nan setelah turun dari gendongan Jin hu.
"Wah Yuo kecil kami memang seorang jenius." puji Huo nan
"Sudah aku katakan jangan panggil Yuo kecil lagi. Tapi, kali ini termaafkan karena aku senang." ucap Yuo fan membuat semua di sana tertawa.
"Siapa kakak cantik ini?" tanya Yuo fan saat melihat Ze.
"Dia adalah calon istri kak Jin humu ini." jawab Jin hu bangga.
Pernyataan Jin hu membuat beberapa orang di dekat mereka menatap Ze. Mereka sungguh kagum dan iri padanya karena mampu menaklukkan pria sehebat Jin hu.
Setelah itu kompetisi kembali dimulai. Ze dan Liu sia bertemu dalam satu sesi dalam kompetisi kali ini. Mereka menempati sesi ketiga yang merupakan sesi akhir 10 besar.
"Gadis bodoh." panggil Hui tu.
"Hm?" saut Ze
"Mengapa kau belum juga melakukan aksimu?" tanya Hui tu
"Nanti kau juga akan tahu." jawab Ze.
Ze, Liu sia dan 2 peserta lain mulai naik ke atas panggung. Posisi Ze tepat di sebelah Liu sia.
Jeng jeng jeng
di gantung lagi yahπ maafπ
Tapi, yah udah hobi author gitu.
jangan lupa dukungan penuhnya buat author yah.
Like vote dan komennya menentukan rasa penasaran kalian terbayar hari ini apa tidakπ
Happy nice day every body
terima kasih
Author
πππππ