Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Hutan fujian


Jin hu terus saja menatap wajah ze. Dia tersenyum memikirkan tentang banyak yang telah terjadi.


Takdir seolah telah mengatur segalanya untuknya memiliki ze di sisinya.


Saat dia mendengar gadisnya bersama dengan pria lain sesungguhnya dia sedikit kecewa.


Karena memang selama ini hanya Ze kecil yang bisa menyentuhnya tanpa membuat dirinya jijik.


Sejak kecil jin hu tak suka jika ada orang berjenis kelamin wanita menyentuhnya kalau di jaman modern orang mungkin akan menyebutnya OCD.


Ze adalah pengecualiannya dia sama sekali tak keberatan saat ze kecil memegang tangan bahkan memeluknya saat menangis dulu.


Saat pelatihannya telah usai di tempat gurunya dia berniat menemui ze tapi di urungkan setelah mendengar kabar ze telah bertunangan dengan tian mo dari anak buahnya.


Tak di sangkanya mereka di pertemukan kembali saat ze telah memutuskan hubungannya dengan tian mo.


Bahkan ze telah menyelamatkan hidupnya di pertemuan pertama setelah mereka lama berpisah.


"Tak akan ku biarkan kau lepas lagi dariku. kau hanya akan jadi pendampingku hingga akhir." gumam jin hu


Ze seolah mendengar gumaman jin hu namun tak jelas dan bertanya.


"Apa yang sedang kau gumamkan?" tanya ze


"tak ada. kenapa kau bertanya apakah kau ingin aku menggumamkan." kalimat jin hu terputus karena ze segera memotongnya.


"Sudah kau tak perlu meneruskan kalimatmu lagi. Kita sudah di mana?" tanya ze


"Kita sudah di hutan Fujian putri." jawab wen yuan


"sebaiknya kita berhenti sejenak di sini. Kalian carilah sesuatu yang bisa kita makan." titah jin hu melihat ada aliran air.


"Turunlah! kita akan beristirahat sejenak di sini. masih butuh waktu cukup lama untuk sampai di tepi hutan ini.


Demi menghindari bertemu orang orang yang tak penting mengingat kondisiku saat ini kita mengambil jalan memutar.


Hingga kita masuk lewat arah berlawanan dari tempat bibi di hutan fujian ini." jelas jin hu dia memang sengaja menghindari bertemu banyak orang yang kemungkinan besar musuhnya.


Mengingat kondisi tubuhnya yang masih terluka akan sangat berbahaya untuk ze jika dia membawanya bertemu musuh yang lebih kuat lagi.


"Wah ada sungai kecil di sini." seru ze melihat sungai jernih di depan matanya. Ze segera berlari kecil ke arah sungai dan segera membasuh wajahnya dengan airnya.


"Wah kita akan makan ikan segar." seru ze semangat mengambil ikan itu. Jin hu mengambil alih ikan itu dan segera mengolahnya untuk bisa di bakar.


Liu yu dan wen yuan datang membawa ayam hutan dan buah buahan.


"aku akan mengola dan membersihkan ayam ini kau siapkan api untuk memanggan saja." kata liu yu pada wen yuan


"Biar saya yang menyelesaikan mengerjakan ikan itu tuan." tawar liu yu dan jin hu segera memberikan ikan itu pada liu yu.


"Makanlah buah ini untuk mengganjal perut sementara mereka mengerjakan ikanmu." tawar jin hu dan ze segera memakan buah pemberian jin hu.


"Wah bukankah itu tanaman linsi" seru ze melihat sekumpulan tanaman tumbuh di seberang sungai kecil tempatnya duduk.


"ya itu linsi merah." jawab jin hu melihat ze menunjuk tanaman itu.


"Hutan fujian ini memang surga bagi para Alkemis. Karena di sini banyak tanaman langka yang tumbuh subur.


Tapi, tak sembarangan orang bisa memasuki kawasan ini.


Kita bisa masuk karena kau ada bersama kami di sini." jelas jin hu.


"Kenapa aku?" tanya ze heran


"kau keturunan keluarga shi. Dari dulu hanya ada 4 keluarga yang bisa menginjakkan kaki di hutan ini.


Orang yang memaksa masuk hutan ini tanpa bersama salah satu anggota keluarga itu akan kena kutukan mengerikan.


Mereka adalah keluarga shi, keluarga song dari api penyucian, keluarga ke dari kerajaan bezou dan keluarga ji yang kabarnya telah hilang tak tersisa entah kemana.


Keluarga kalian seolah kunci untuk masuk hutan fujian ini. Untuk alasan kenapa itu terjadi tak ada yang tau pasti selain para pendahulu kalian.


Tapi, mereka semua telah tiada dan membawa serta rahasia hutan fujian ini." jelas Jin hu dan ze mengangguk paham.


"Hutan fujian ini sangat spesial karena memiliki banyak sumber energi alam yang baik untuk peningkatan kultivasi.


Itu saja yang aku ketahui dari ibu sehingga kami memutuskan tinggal di gubuk dekat hutan ini.


Aku tak tau jika ada hal seperti itu tentang hutan ini." ze