Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
pagi yang heboh


Di penginapan fu rong desa xi lian


Sementara orang-orang di kediaman keluarga Nam dan keluarga An kacau Ze masih saja terlelap dalam tidurnya.


Jin hu tertidur di sampingnya dengan bahagianya karena tanpa sadar Ze memeluknya layaknya bantal guling.


Meski lumayan tersiksa harus menahan hasrat karena sejak semalam di peluk erat oleh ze jin hu tetap bahagia.


"Oh tidak kenapa aku malah tergoda pada gadis yang sedang tertidur?" gumamnya menatap frustasi.


Di singkirkan rambut yang menutupi wajah cantik gadis yang sedang tertidur manis di pelukannya.


Di usapnya perlahan wajah cantiknya itu sambil tersenyum.


"Walau kau menyiksaku dengan memeluk tubuhku seperti ini aku tak akan keberatan selama kau bersamaku." gumamnya lagi tersenyum lalu mengecup hangat kening ze.


Di bawah sana dia merasa semakin sesak akhirnya perlahan di gesernya tangan ze dan bangun secara perlahan.


Setelah berhasil bangun dia segera masuk kedalam bilik mandi dan berusaha menidurkan sendiri sesuatu yang sudah amat sesak di bawah sana.


Setelah selesai jin hu kembali berbaring di sisi Ze. Di angkatnya kepala ze lalu dia sisipkan lengan kanannya agar menjadi bantal buat ze.


Jin hu tersenyum menatap wajah ze yang damai dikecupnya kembali kening ze lalu ikut tertidur sembari memeluk tubuh mungil ze.


Keesokan paginya


Ze mulai terusik dengan sinar matahari yang mengintip di celah tirai jendela kamar. Di bukanya perlahan matanya dan mulai mengernyit.


Saat matanya terbuka yang pertama menjadi pemandangannya adalah dada bidang seorang pria.


"Tunggu. kenapa tubuh pria tak berbusana lengkap jadi pemandangan pertamaku pagi ini." gumamnya agak lambat merespon pemandangan tak lazim di pagi hari yang di lihatnya pagi ini.


Otaknya perlahan mulai memberi tanggapan dan perlahan tau apa yang tengah terjadi lalu


"Aaaaaaa"


"duk"


"Aduh, mengapa kau menendangku dari tempat tidur huh?" gerutu Jin hu sambil mengusap pa***tnya yang sakit.


"Ka kau ke ke na pa a aku dan kau bi sa satu ranjang? a apa yang kau lakukan pada tubuhku dasar kau mesum." kesal ze tergagap sangking terkejutnya.


"Kau tak lihat pakaianmu masih lengkap huh?" tanya jin hu sembari menunjuk keatas bawah tubuh ze.


"bukankah ini kamarku juga? lagi pula kau yang menarik tubuhku hingga aku terjatuh dan kau memeluk tubuhku hingga tak bisa lagi bangun dan aku akhirnya pasrah tidur dalam pelukanmu." bohong jin hu nenggoda ze.


Sementara di luar kamar wen yuan dan liu yu mendengarkan sambil terkagum kagum dengan kemampuan jin hu berbohong.


"Bagaimana mungkin kau terjatuh hanya karena tarikan seorang gadis tuanku." batin wen yuan


"yang mulia ini memang ahlinya melakukan kekonyolan. Bagaimana bisa dia menyalahkan putri padahal dirinya yang sengaja berbaring di sisi tuan putri?" batin liu yu.


Ze malu dan wajah serta telinganya memerah mengingat memang saat dia terbangun dialah yang memeluk tubuh jin hu.


"ka kau pasti berbohong ka kau pas pasti sengaja tidur di sisiku." tolak ze terbata karena malu.


Menyadari Ze termakan ucapannya jin hu semakin ingin terus menggodanya.


"Aku sungguh mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Karena kau telah sengaja memeluk bahkan meraba raba tubuhku di malam hari maka kau harus bertanggung jawab." jin hu mengatakannya dengan wajah di buat sesedih mungkin.


"Ka kau berbohong aku ti tidak mungkin meraba tu tubuh mu." kekeh ze menolak walau dia mulai bertambah gugup.


Hai hai hai para readers ku yang semakin T O P bgt


walau challenge dari aku gak berhasil goal, melihat banyaknya dukungan dan antusiasme para pembaca yang kece, author tetep kasih bonus 2 episode deh.


selamat membaca dan semoga harimu menyenangkan.


Terima kasih


Author


😉😉😉😉😉