
Ze terdiam memikirkan mana yang sebenarnya dia paling inginkan. Apakah hidup di dunia yang sekarang dengan Jin hu dan yang lainnya atau dunia yang sebelumnya dengan adik tunggalnya.
"Dapatkah aku menjumpai adikku walaupun hanya sebentar? Setidaknya biarkan aku memeluknya untuk terakhir kali sebelum mengakhiri hidupku di dunia itu? Aku yakin jika dia selalu mengalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi. Aku hanya ingin dia menjalani hidup dengan normal dan tanpa beban." pinta Ze.
"Berarti kau memilih untuk hidup di dunia ini?" tanya Sang penjaga.
"Ya, aku sudah terlanjur mengikat hubungan dengan orang-orang di dunia ini. Aku memerlukan mereka, aku juga tidak ingin kehadiran aku di dunia adikku justru akan mencelakai mereka yang juga aku sayang di sana." ucap Ze.
"Berbaringlah, aku akan memindahkan jiwamu untuk kembali ke dalam tubuhmu yang asli. Ingat, hanya dua jam dan kau akan kembali pada tubuhmu yang sekarang. Setelah itu, tubuhmu yang di sana akan benar-benar mati. Manfaatkan waktumu dengan sebaik-baiknya." ucap sang penjaga.
Ze berbaring terlentang dengan tangan lurus di sisi tubuhnya. Sang penjaga mengarahkan telapak tangannya pada kepala Ze hingga perlahan cahaya putih menarik sebuah jiwa dari dalam tubuhnya.
Penampilan Ze dalam bentuk transparan itu dia arahkan ke arah cahaya putih lain yang membentuk sebuah lingkaran. Tubuh transparan Ze perlahan menghilang.
"Kapan kakak akan bangun? Tidakkah kakak kasihan pada Jo yang sangat merindukan kakaknya? Dia bahkan menutup diri dan hatinya karena merasa bersalah atas apa yang kakak alami." suara seorang gadis yang terdengar asing mengisi pendengaran Ze.
Tubuhnya terasa kaku dan sangat sulit bahkan hanya untuk membuka matanya.
"Ah, aku selalu saja berbicara banyak hal pada kakak walaupun tidak ada tanggapan. Setidaknya ada orang yang dapat mendengarkan keluhan ku. Bangunlah kak Ze, mungkin dengan begitu dia akan dapat membuka hatinya. Walaupun bukan untukku, setidaknya dia dapat bahagia dengan gadis pilihannya kala dia mau membuka hatinya. Aku hanya ingin dia bahagia." ucap lirih gadis itu.
Ze dapat merasakan ketulusan dari setiap kata yang diucapkan oleh gadis yang tidak dia kenali itu.
"Aku sudah menemukan gadis yang sesuai untuk adikku. Dia tulus mencintai Jo. Tapi, mengapa tubuh ini susah untuk digerakkan?" batin Ze sambil berusaha untuk menggerakkan tubuhnya juga membuka matanya.
Jari Ze bergerak juga akhirnya membuat Ann terkejut dan bahagia disaat yang bersamaan. Ann segera memanggil dokter untuk memberitahu apa yang dia lihat.
Saat dokter memeriksa, Ann mencoba menghubungi Jo yang tidak kunjung mengangkat telfon darinya.
"Angkat Jo.....!" seru Ann frustasi.
"Ah mengapa aku lupa kalau dia bersama Alex saat ini." gumam Ann lalu mendial nomer Alex.
"tut tut tut." suara sambungan telepon terdengar dan tidak lama terdengar suara Alex menyapanya.
"Kak Ze memberikan reaksi baru saja dan dokter sedang memeriksanya." jawab Ann.
"Tut tut tut." sambungan langsung tertutup.
"Mengapa kak Alex malah menutup telfonnya? Apakah dia tidak percaya apa yang aku katakan?" gumam Ann kesal.
Ann baru ingin kembali menghubungi Alex namun perawat memanggilnya membuat Ann mengurungkan niatnya.
"Keluarga nona Zenneta?" tanya perawat.
"Ya, itu saya sebagai pelayan pribadinya. Adiknya masih belum bisa dihubungi." saut Ann.
"Apakah ada yang harus dilakukan?" tanya Ann.
"Pasien sudah sadar tapi, dia butuh istirahat jangan terlalu diajak ngobrol dulu." ucap dokter yang keluar dari ruangan Ze.
"Baik dokter, terima kasih banyak." ucap Ann sopan.
Dokter pergi dan Ann segera masuk ke dalam ruangan Ze. Alat bantu pernapasan dan beberapa kabel yang menempel di tubuh Ze telah tercabut dari tubuhnya.
"Apakah kakak butuh sesuatu?" tanya Ann canggung.
"Air." jawab Ze dan dengan segera Ann mengambilkan segelas air hangat untuk Ze.
"Terima kasih." ucap Ze setelah Ann membantunya untuk minum.
Tidak lama pintu dari kamar perawatan Ze terbuka lebar menampilkan tiga pemuda yang masih tersengal-sengal. Nampaknya mereka habis berlari untuk dapat melihat kondisi Ze.
Jangan lupa untuk tetap terus memberikan dukungan untuk Ze dan yang lain ✌