Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Menghina?


Kereta mereka melaju dengan cepat menuju istana atas awan. Beberapa kali perjalanan mereka terhambat oleh beberapa mahluk yang menyerang mereka namun tidak ada yang terluka lagi dalam serangan itu.


Mahluk jahat yang muncul kebanyakan dari pencapaian tingkat rendah saja yang muncul. Sehingga Ze dan yang lain dapat menangani hambatan itu dengan mudah.


"Semakin lama semakin banyak saja mahluk aneh yang menghadang jalan kita." keluh Liu yu.


"Tidak hanya aneh, tampilan mereka itu sangat menjijikkan. Membuat aku mual saja." saut Wen yuan.


"Tuan, boleh saya menanyakan sesuatu?" ucap Wen yuan meminta ijin tiba-tiba dengan wajah sedikit ragu untuk bertanya.


"Tanyakan saja!" jawab Jin hu.


"Dimana pangeran Huo nan berada? Bukankah sebelumnya pangeran Huo nan bersama dengan tuan dan putri?" tanya Wen yuan.


"Dia kembali ke kerajaannya karena ada masalah yang terjadi di sana. Kita akan menyusul untuk melihat apakah ada yang dapat kita bantu setelah kita mengantarkan Kakek dan nenek Shi serta yang lain ke tempat yang aman." jawab Jin hu.


"Apakah kita yang tuan maksud bahwa kami juga dapat ikut serta dalam perjalanan menuju ke kerajaan Beichen?" tanya Wen yuan penuh harap bahwa dia dapat kembali ikut dalam perjalanan Jin hu dan Ze.


"Tentu saja." jawab Jin hu.


"Cukup merepotkan melakukan perjalanan tanpa kalian." tambah Jin hu.


"Bisakah kalian diam saja dulu? Aku sangat lelah dan ingin beristirahat mumpung keadaan tenang tanpa serangan-serangan mahluk aneh lagi." tegur Ze dan mereka menutup mulut mereka seketika.


Wen yuan dan Liu yu menatap horor pada gelang ular di pergelangan tangan Ze. Jika Ze marah dan memerintahkan ular api untuk menyerang mereka, maka tamat sudah riwayat mereka.


"Aku semakin tidak boleh menyinggung tuan putri. Aku bisa saja berakhir menjadi kotoran ular raksasa itu jika putri marah padaku." batin Wen yuan.


"Tidak boleh membuat putri kesal apalagi marah. Kalau itu terjadi, aku hanya akan tinggal nama saja." batin Liu yu.


"Ha ha ha ha ha ha." tiba-tiba Ze mendengar suara tawa dari Hui tu.


"Mengapa kau tertawa terbahak-bahak seperti itu hm" tanya Ze spontan.


"Kami tidak ada yang tertawa putri." jawab Wen yuan sedikit takut.


"Cukup berbicara padaku seperti sebelumnya saja. Tidak perlu mengeluarkan suaramu." ucap Hui tu.


"Kau sudah dapat berkomunikasi dengan batin dan dapat membaca pikiran orang lain lagi?" tanya Ze yang kini sudah menutup matanya agar yang lain mengira dia sudah tertidur.


"Ya, kemampuan yang aku peroleh di negeri hewan roh Suci sudah melampaui kemampuan yang pernah aku miliki sebelum aku tersegel dalam telur. Bahkan sekarang aku sudah meningkatkan kultivasi batinku sehingga dapat mempengaruhi pikiran seseorang yang memiliki jiwa lemah atau seseorang yang sedang tidak fokus."jawab Hui tu.


"Oh astaga aku lupa untuk mencoba meraih kultivasi batin saat itu. Sungguh sangat curang jika kau dapat mengetahui isi pikiran aku sedangkan aku tidak." ucap Ze kesal.


"Ceh, dasar kau gadis tidak tahu rasa bersyukur. Kau sudah memiliki kultivasi tingkat tinggi yang tidak ada manusia dunia bawah ini mampu meraihnya selain kau dan Jin hu ah aku lupa, aku juga tentunya. Kau juga seorang alkemis jenius dan sudah berada pada tingkat akhir yang artinya kau dapat membuat pil tingkat Surga awal. Kau masih tidak bersyukur dan masih ingin menjadi seorang yang memiliki kultivasi batin?" protes Hui tu dengan nada sedikit kesal.


"Apa kau menghinaku dengan mengatakan bahwa aku hanya dapat membuat pil dengan tingkat surga awal hm?" tanya Ze.


"Aku tidak membuat pil tingkat rendah seperti itu saat ini jika kau tidak tahu." ucap Ze dengan nada kesal yang justru membuat Hui tu semakin kesal.


"Kau.... Sejak kapan pil tingkat surga awal itu menjadi pil tingkat rendah? Jika seluruh alkemis mendengar ucapan darimu ini, mereka akan muntah darah bahkan mungkin pingsan karena emosi mendengarkan hinaan darimu ini." ucap Hui tu dengan kesal.


"Pil tingkat tinggi level awal saja hampir tidak ada yang dapat membuatnya lagi saat ini selain dirimu dan kau menganggap enteng pil surga awal? Sungguh angkuhnya dirimu ini." cibir Hui tu.


"Aku bukan angkuh, Aku mengatakan fakta bahwa bagiku mengatakan bahwa aku hanya mampu membuat pil tingkat surga awal, adalah penghinaan." jawab Ze dengan santainya.


"Terserah padamu saja putri Ze yang jenius. Aku bisa mati muda jika terus berdebat dengan dirimu yang sangat angkuh ini." ucap kesal Hui tu.


"Mati muda? Kau sudah bukan anak muda lagi jika kau lupa kakek Hui tu. Usiamu bahkan lebih tua dari kakekku. Kau sudah sangat terlambat jika ingin mati muda." protes Ze.


"Tubuh yang aku miliki saat ini adalah tubuh anak muda jika kau lupa juga. Aku sekarang adalah anak muda paham putri Ze yang terhormat?" ucap Hui tu.


"Terserah kakek, aku lelah dan ingin tertidur. Jangan ganggu aku lagi." ucap Ze.


"Baiklah lebih baik kau tidur saja dari pada kau membuat aku mengurangi usiaku karena kesal dengan kata-kata yang keluar dari mulut pedas mu itu." ucap Hui tu dan setelah itu, tidak ada lagi percakapan karena Ze sudah tertidur dengan pulas.


Saat Ze terbangun, kereta mereka sudah memasuki wilayah istana atas awan. Ze membuka mata dan yang pertama kali dia lihat adalah wajah tersenyum Jin hu yang menatap lembut ke arahnya.


"Sudah puas tidurnya putri tidurku?" tanya Jin hu sambil mengecup singkat ujung hidung Ze membuat Wen yuan dan Liu yu memalingkan wajah mereka.


"Hm sangat puas" jawab Ze tersenyum.


"Kita sudah memasuki wilayah istana atas awan." ucap Jin hu sambil merapikan anak rambut Ze yang menutupi wajahnya.


"Tidak bisakah mereka tidak memamerkan kemesraan di hadapan kami? Ini sungguh menjengkelkan di saat aku harus terus berada di dalam ruangan yang sama dengan pasangan yang suka memamerkan kemesraan mereka tanpa memikirkan perasaan orang yang tidak memiliki pasangan di dekat mereka." batin Wen yuan.


"Akhirnya aku kembali lagi pada posisi ini. Posisi di mana aku harus menjadi penonton pertunjukan kasih sayang yang membuat aku semakin terlihat mengenaskan." batin Liu yu.


Hai kalian semua para pembaca dan pendukung setia novel


"Pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"


Jangan lupa untuk tetap terus semangat untuk memberikan dukungan pada novel kesayangan kita ini.


Vote, like dan komen sangat berharga bagi kelangsungan novel ini.


Dukung terus Ze dan Jin hu


Selamat membaca dan semoga kalian selalu sehat dan bahagia.


salam hangat dan sayang dari Author


Terima kasih