
Setalah ikan dan ayam yang telah di olah dan di panggang sederhana masak mereka segera menyantap bersama.
Melihat ze sangat menyukai daging ikan bakar maka mereka membiarkannya makan sendiri tanpa di ganggu.
"Apakah kau suka ikan bakarnya?" Tanya jin hu saat ze telah menuntaskan daging ikan bakar di depannya.
"Iya. ikannya segar hingga dagingnya serasa manis dan sangat enak." jawab ze senang membuat jin hu tersenyum dan membelai picuk kepala ze.
"Coba juga ayam hutan ini." tawar jin hu sembari menyuapkan daging ayam yang telah di suir untuk ze dan tanpa fikir panjang lagi ze menerima suapan jin hu.
Tanpa mereka sadari ada 2 orang yang sedang merana menyaksikan pertunjukan kasih sayang mereka ber 2.
"Ayola tuanku jangan mempertontonkan kasih sayang di depan seorang yang tak memiliki pasangan seperti ku." batin wen yuan
"Aku lebih suka membantu putri membantai orang dari pada menyaksikan pertunjukan romantis seperti ini." batin liu yu.
Setelah selesai makan mereka bergegas berangkat menuju pondok tempat mei yin berada.
"Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita. kalau tidak kita masih akan di dalam hutan fujian ini saat gelap." ajak jin hu dan ze mengangguk mengiyakan.
Saat kereta sudah kembali bergerak Ze baru teringat jika semalam mereka bertemu dengan tetua nam sebelum dia tertidur.
"Oh iya, bukankah tadi malam tetua nam menemuimu?" tantmya ze dan jin hu mengangguk
"iya kenapa kau bertanya?" tanya jin hu balik
"apa yang terjadi semalam saat aku tertidur?" tanya ze penasaran.
"Tak ada yang spesial. Mereka pergi setelah sku menolak untuk menikahi gadis kemarin." jawab jin hu
"pergi begitu saja? Apa kau tak melakukan sesuatu pada mereka?" tanya ze penuh selidik.
"Hanya sedikit hukuman kecil agar mereka jera dan yang lain tak ada yang mengikuti langkahnya mengusikku." jawab jin hu membuat wen yuan dan liu yu memutar bila mata.
"Anda memang luar biasa tuanku. Jika keluarga nam mendengar pernyataan anda jika hukuman mereka dianggap hukuman kecil, mereka mungkin akan muntah darah saking marahnya." batin wen yuan
Di pondok milik keluarga shi
Saat sore mereka baru sampai di tempat mei yin dan di sambut oleh mei yin para pelayan yang telah di utus jeong nam untuk berangkat bersama mei yin dan ze.
"Ze...!" seru mei yin girang melihat putrinya turun dari kereta kuda.
Mereka semua keluar pondok menyambutnya.
"Kenapa lama sekali kau baru sampai ibu sangat khawatir." tanya mei yin khawatir.
"maaf ibu ada beberapa hal terjadi membuat kami terhambat untuk kesini." jawab Ze.
Mei yin melihat jin hu turun dari keteta dan membuat dirinya terkejut.
"jin hu...! kau kah itu nak?" seru mei yin girang melihat anak dari mendiang sahabatnya.
"Bibi apa kabar?" sapa jin hu dan mei yin segera menyambutnya dengan girang tanpa menyentuhnya karena dia tau betul jika jin hu tak bisa di sentuh orang lain.
"Baik sayang kau dari mana saja hm tak pernah sekalipin kau menengok bibimu ini dan kenapa kalian bisa datang bersama?" tanya mei yin
"Aku berguru pada raja api penyucian Guru Guo lei rong selama ini hingga aku tak pernah lagi sempat menemui kalian.
Aku baru keluar dari pelatihan guru setahun lalu dan mengembangkan istana atas awan yang sebelumnya aku bangun.
Baru beberapa hari di sini aku menemui masalah, ada yang menaruh racun pada minumanku dan beruntung ze adalah alkemis lalu dia datang pada saat yang tepat dan menolongku." jelas jin hu.
"oh begitu. kalau seperti itu mari kita masuk kedalam." ajak mei yin