
Mei yin penasaran dengan hubungan putrinya dan jin hu. Karena mereka terlihat sangat dekat bahkan jin hu rela menyediakan waktu demi mendampingi ze. Mei yin bertanya pada jin hu untuk mencari tahu.
"mengapa kau mau menghabiskan waktumu demi mendampingi ze?" tanya Mei yin pada jin hu penasaran
"itu karena kami telah menjadi sepasang kekasih sekarang." jawab jin hu membuat semua orang terbelalak bahkan ze. Saat ze akan ptotes jin hu berbisik padanya.
"jika kau tak menerimanya jangan salahkan aku jika aku harus mengungkit kejadian di ranjang penginapan hotel fu rong." bisik jin hu membuat ze terbelalak dan gelagapan tak ingin jika banyak yang tau kejadian memalukan itu.
"Bukan begitu ze kecil sayangku?" tanya jin hu membuat ze mau tak mau mengiyakannya agar jin hu tak lagi membahas kejadian memalukan yang terjadi padanya.
"i iya i bu." jawabnya pelan
Mei yin tiba tiba memasang raut wajah sedih. Dia takut jika hubungan yang di jalani anaknya akan dapat tentangan keras.
Karena, biar bagaimana pun jin hu adalah putra kandung dari kaisar dan ze berstatus gadis yang di ceraikan dalam hubungan pertunangan.
"Mengapa bibi bersedih? Apakah bibi tidak menyetujui jika kami menutuskan untuk bersama?" tanya jin hu khawatir jika ibu dari gadisnya tak menyetujui hubungannya dengan gadisnya.
Mei yin terkejut mendengar pertanyaan jin hu. Dia tidak pernah menolak keinginan putrinya termasuk keinginan untuk bersama siapapun itu. Dia hanya takut putrinya mendapat hinaan nantinya.
"Bu bukan seperti itu. Bibi hanya..." mei yin ragu untuk mengungkapkan kekhawatirannya.
"hanya?" beo jin hu penasaran apa yang jadi alasan bibinya itu.
"Apakah kau tau jika ze berstatus gadis yang telah di ceraikan oleh tunangannya?" tanya mei yin pelan jin hu mengangguk.
"iya aku sangat tau dan tak perduli dengan itu. Bahkan jika dia pernah menikah sekalipun." jawab jin hu
"Tapi, bagaimana jika nantinya kaisar tau hubungan kalian dan menentangnya?
Biar bagaimana pun kau tetap putra kandungnya keturunan kaisar.
Karena dia tidak akan perduli jika yang jadi alasan adalah ayahnya.
"Bibi tidak perlu khawatirkan tentang itu. Sejak lama kaisar liang ji rong telah memutuskan hubungannya dengan aku.
Aku bukan lagi pangeran ke 3 miliknya. Tidakkah bibi tau jika gelar pangeran ke 3 telah di alihkan kepada pangeran ke 4?" jelas jin hu
"kaisar masih bisa menentangnya bukan?" tanya tang biu hu
"Tidak bisa! karena aku bukan rakyat dari kekaisaran ini. Aku adalah pemimpin istana atas awan yang berdiri sendiri.
Menghalangi aku artinya mengumumkan perang pada istana atas awanku.
Mereka tak akan ada yang berani macam macam pada istana atas awan." jelas jin hu.
Mendengar pernyataan dari jin hu langsung Mei yin lega dan merasa bahagia untuk putrinya.
Setelah melalui banyak kesusahan dan hinaan mei yin ingin putrinya merasakan kebahagiaan.
Dia rasa ini adalah awal dari kehidupan bahagia yang akan di jalani putri tunggalnya itu.
Mei yin sangat yakin jika Jin hu adalah pria bertanggung jawab yang bisa membahagiakan putrinya dan melindunginya dari segala macam bahaya.
"Selamat sayang kau telah menemukan orang yang tepat yang bisa melindungi dan menyayangimu." ucap mei yin tulus pada ze sambil memeluk tubuh putrinya sayang.
"Terima kasih telah menerima putriku." mei yin berterima kasih pada jin hu.
"Tak perlu berterima kasih padaku bibi. Aku justru merasa sangat beruntung mendapatkan gadis seperti ze sebagai calon pendampingku." jawab jin hu
"setelah Ze selesai bertemu guru besar dari master tang aku akan mengumumkan hubungan kami secara resmi." putus jin hu membuat semua bahagia dan ze terkejut hingga terbelalak.