
"Baik putri Ze. Akan kami ingat dan usahakan lakukan semua sesuai arahan putri Ze." saut Pangeran Rong yuo.
"Aku ada sesuatu untuk kalian berdua. Ini ada hubungannya dengan luka dan benci yang kalian derita selama bertahun-tahun lamanya ini." ucap Ze.
"Apa itu?" tanya mereka bersamaan.
Ze menatap Jin hu lalu menganggukkan kepala kepadanya mengkode agar Jin hu mengeluarkan penyusup yang dia sekap.
"Huo nan bawa keluar 2 orang itu." ucap Jin hu.
"Baik kakak kedua." saut Huo nan.
Huo nan pergi ke kamar tempat mereka menyekap 2 orang yang berusaha menghentikan tapa pangeran Rong yuo.
Sementara Huo nan pergi mengambil 2 orang yang mereka sekap, Jin hu pergi ke kamar lain untuk mengambil 1 orang yang pertama dia dan Ze sekap.
"Siapa mereka?" tanya Raja Ruo melihat Huo nan keluar bersama 2 orang terikat bersamanya keluar dari kamar yang dia masuki sebelumnya.
"Ada apa ini? Mengapa ada 3 orang terikat di sini?" tanya Raja Ruo lagi.
"Mereka berdua itu salah satu dari orang-orang yang datang ke sini untuk mencelakai pangeran Rong yuo saat sedang melakukan tapa di tempat ini." jawab Ze sambil menunjuk 2 orang yang dibawa Huo nan.
"Mencelakai Rong yuo?" tanya Raja Ruo dengan nada tinggi karena terkejut dan emosi.
"Ya mereka di sini untuk mencelakai pangeran Rong yuo." jawab Ze.
Raja Ruo hendak menghabisi mereka dengan pedang yang sudah keluar dari sarungnya namun dicegah oleh Ze.
"Kurang ajar sebaiknya kalian mati saja." serunya sudah akan mengayunkan pedangnya ke arah 2 orang itu.
"Hentikan itu jika kau ingin segala yang dialami oleh Yang mulia dan putra anda terungkap dan diselesaikan agar tidak terulang lagi." cegah Ze dan berhasil menghentikan gerakan tangan Raja Ruo.
"Apa maksudmu?" tanya Raja Ruo.
"Yang mulia tentu tidak akan berfikir jika mereka datang karena dendam bukan? Mereka tentu di sini karena perintah dari seseorang. Jika mereka mati maka yang ada di balik ini semua bisa tenang dan mencari kesempatan baru untuk kembali mencelakai pangeran Rong yuo." jelas Ze.
"Jika hanya untuk di habisi, kami tidak akan membiarkan mereka hidup seperti beberapa orang lainnya." lanjut Ze.
"Ya putri Ze benar sekali. Maaf aku terbawa emosi tadi." ucap Raja Ruo.
"Tidak apa. Hal wajar jika Yang mulia tersulut emosi dengan posisi ini. Aku rasa siapa pun akan tersulut emosi jika di posisikan pada tempat Yang mulia." saut Ze.
"Lalu, bagaimana dengan yang satu itu?" tanya pangeran Rong yuo.
"Dia adalah orang yang diutus untuk mengawasi anda." jawab Jin hu.
"Mengawasi aku?" beo pangeran Rong yuo.
"Ya selama ini dia selalu ada di sekitar anda untuk memastikan anda tetap dalam kondisi sebelum ini." jawab Ze.
"Kondisi sebelumnya?" tanya pangeran Rong yuo dengan kening berkerutnya.
"Ya kondisi sebelum anda pulih. Orang yang mengutusnya ingin memastikan anda tetap menjadi orang yang tidak berguna. Saya curiga bahwa orang yang berada di balik ini semua ada hubungannya atau bahkan merupakan dalang dari kecelakaan yang menyebabkan penderitaan dari pangeran Rong yuo selama ini." jelas Ze.
"Itu artinya kita bisa mencari tahu dalang dari semua derita putraku selama ini?" tanya Raja Ruo.
"Ya guru benar sekali. Sebenarnya kami sudah mendapatkan orang ini di hari pertama kami berada di sini. Tapi, Ze ingin kalian fokus dulu pada pengobatan pangeran Rong yuo. Sehingga kami menyembunyikan ini dari kalian." jawab Jin hu menjelaskan.
"Ya kalian sungguh bijak mengambil keputusan sebagai anak muda. Jika kami tahu tentang orang ini dari awal, maka fokus kami akan terpecah dan ada kemungkinan pemulihan Rong yuo dan juga termasuk penerobosan pencapaianku akan kacau." saut Raja Ruo.
"Iya ayah benar sekali." saut Pangeran Rong yuo mengiyakan pernyataan ayahnya.
"Ayo bawa mereka ke ruang hukuman saja." saran Pangeran Rong yuo.
"Sebaiknya jangan. Karena dalang semua ini akan berusaha menyingkirkan mereka saat tau kita mencari informasi dari mereka. Aku yakin sekali jika mereka bisa dengan mudah masuk ke dalam sini, itu artinya ada orang dalam yang terlibat dengan aksi mereka." jelas Ze sedikit berbohong.
Ze ingin Raja Ruo dan juga Pangeran Rong yuo tahu tentang dalang kejadian yang menimpa pangeran Rong yuo itu dengan mendengarnya langsung dari sumbernya.
Begitu juga tentang permaisuri pertama yang masih hidup dan tentang semua kelicikan permaisurinya yang mendampinginya saat ini.
"Bagaimana cara kita mencari tahu atau mengorek informasi dari mereka jika kita tidak membawa mereka ke ruangan hukuman?" tanya Raja Ruo.
"Aku ada cara paling ampuh dan akurat. Informasi yang kita dapat juga 100 persen benar jika menggunakan caraku." ucap Ze membuat pria yang di pegang Jin hu saat ini menelan ludahnya dengan susah payah karena takut.
"Cara apa itu?" tanya Raja Ruo dan pangeran Rong yuo bersamaan.
"Dengan pil ini." jawab Ze sambil menunjukkan 3 buah pil pada mereka semua.
"pil apa itu?" tanya ayah dan anak itu lagi-lagi kompak.
"Ini pil kejujuran." jawab Ze.
"Pil kejujuran?" beo keduanya kompak membuat Huo nan menahan tawa karena merasa lucu.
"Ya pil kejujuran. pil ini akan membuat orang yang menelannya akan berkata jujur. Setiap hal yang kita tanya pada orang yang menelan pil ini akan di jawab sesuai apa yang orang itu ketahui. Tanpa ada rahasia atau pun hal kecil yang terlewat." jelas Ze.
"Wah pil itu sangat hebat kakak ipar." ucap Huo nan kagum.
"Buk." tiba-tiba dua orang yang di pegang oleh Huo nan menubrukkan dirinya pada Huo nan membuat Huo nan terhuyung kebelakang.
"Akh... Kurang aja jangan lari kalian." pekik Huo nan kesal.
Jin hu segera mengejar mereka dan menendang punggung mereka berdua.
"Buk duak bruk." tubuh mereka terlempar, benabrak tembok dan tersungkur di lantai.
"Tidak semudah itu bisa lari dari aku." ucap Jin hu lalu menarik paksa dua orang yang tangannya masih terikat itu.
Mereka bertiga di dudukkan pada kursi lalu di ikat kuat-kuat. Ze memasukkan paksa pil dalam mulut 3 orang itu dan menotok mereka agar mau tidak mau pil itu tertelan.
"Sekarang siapa nama kalian." tanya Ze.
"Fu kin."
"xi an."
"Mo liu." jawab mereka reflex.
Ze tersenyum mendengar jawaban refleks mereka karena artinya pil kejujuran sudah bereaksi.
"Sekarang aku serahkan mereka bertiga untuk di tanyai oleh yang mulia dan pangeran." ucap Ze lalu mundur dari depan ketiga orang itu dan kini berdiri tepat di samping Jin hu.
"Terima kasih putri Ze. Kami akan bertanya pada mereka secara terpisah saja. Akan membingungkan saat mereka menjawab bersamaan seperti itu." ucap Raja Ruo.
Jangan lupa tambah Votenya kalau mau tambah upnya hari ini 😆😆😆😆😆
Salam hangat dari Author
love you all
😘😘😘😘😘