
masih flash back ya
Jin hu menghapus air mata di pipi Ze lan kecil. Dia tersenyum dan berkata
"Lihatlah kakak Jin jin tidak lagi menangis dan tidak marah padamu. kakak Jin jinmu ini tersenyum kan (Ze lan mengangguk) maka jangan menangis lagi mengerti?" pinta Jin hu kecil. Ze lan tersenyum dan memeluk tubuh Jin hu.
"Jangan pernah marah pada Ze dan jangan tinggalkan Ze ya kakak Jin jin?" pinta Ze lan kecil.
"Iya kakak Jin jinmu ini tak akan meninggalkanmu dan akan selalu menjagamu dari apa pun dan siapapun itu." jawab Jin hu.
"janji kakak Jin jin akan selalu bersama Ze hingga besar dan menjadikan Ze pengantin kakak Jin jin nanti saat Ze besar?" tanya Ze lan sembari menjulurkan kelingkingnya.
"Baik aku jan eh kenapa bisa menjadi janji untuk jadi pengantin masa depanmu huh?" tanya Jin hu merasa di tipu.
"jadi kakak Jin jin tak ingin Ze jadi istri kakak nanti saat Ze besar?" tanya Ze lan sedih.
"Bukan seperti itu maksudnya. Baiklah aku janji akan jadikan Ze sebagai istri masa depanku. Tapi, kau juga harus ingat itu kau hanya akan jadi istri masa depan milik kakak Jin jin janji?" janji Jin hu sembari mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Ze lan.
"Iya Ze janji hanya akan menikah dan menjadi istri kakak Jin jin saat besar nanti." janji Ze sembari tersenyum.
flash back of
Itulah janji masa kecil yang di ucapkan Ze dan Jin hu. Namun setelah selir Wan er di lantik menjadi permaisuri Jin hu menjadi semakin tak nyaman berada di dalam istana.
Mereka adalah pangeran Lei duan xi murid pertama di sebut kakak pertama, Jin hu sebagai murid ke 2, pangeran Rui huo nan murid ke 3, pangeran Duo you tao murid ke 4, pangeran Cou guo fan murid ke 4 dan putri Duo lui sia murid terakhir dan semuanya memanggilnya adik kelima.
Karena kesibukannya belajar ilmu bela diri Jin hu tak pernah lagi berjumpa Ze lan, hingga Ze lan sedih dan perlahan mulai melupakan tentang Jin hu lalu bertunangan dengan Wei tian mo.
Setelah Jin hu menolak perjodohan dirinya dengan Liu sia, kaisar mengancam akan menghapusnya dari ahli waris dan akan memutus semua hubungan.
Kaisar fikir Jin hu akan merubah keputusannya. Tapi, sayangnya Jin hu memilih pergi dari istana dan tak pernah mau lagi berjumpa dengan kaisar.
Karena marah dan egonya kaisar menghapus nama pangeran Jin hu sebagai pangeran negrinya.
Jin hu memilih membangun istananya sendiri di pulau milik mendiang kakeknya, ayah dari mendiang ibunya. Karena pulau itu meniliki banyak harta berharga banyak yang ingin melenyapkannya untuk mendapatkan harta itu.
seperti hari ini beberapa orang bekerja sama menjebak Jin hu hingga meninum racun dan hampir ter***uh. Beruntung dia berjumpa Ze di saat yang tepat.
"Hei kak Jin." sambil menepuk pundaknya Ze memanggil membuyarkan lamunan Jin hu.
"ya kenapa Ze kecil?" tanya Jin hu.
"kenapa kau jadi melamun huh?" tanya Ze.
"maaf aku terkenang masa lalu saat kita masih kecil dulu. Ada janji yang terlupakan dan akhirnya aku ingkari. Maafkan aku karena telah ingkar pada janjiku dulu. Aku melupakan janji untuk selalu menjagamu dan mendampingimu karena kesedihanku. aku melupakan semua janji yang sudah kita buat. Maaf jika kak Jin jinmu ini tak ingkar janji Ze kecil tak akan menderita." ucap Jin hu tulus sembari memegang tangan Ze.