Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Wah kau sungguh sangat jelek


"Siapa kalian?" tanya seseorang dengan nada marah.


"Kalian tidak perlu tahu siapa kami. Kami akan memberantas sekte sesat kalian itu." jawab Huo nan santai.


"Dasar manusia rendah yang tidak sayang dengan nyawa!" Seru seorang di antara mereka dan perkelahian sengit akhirnya terjadi.


Saat Jin hu, Huo nan dan ular api sibuk membuat kekacauan dengan birkelahi melawan angota dari sekte api suci, Ze di dalam saat ini sedang mendekat secara perlahan ke arah kamar tempat sang ratu dari larva ulat parasit itu berada.


Ze masuk ke dalam kamar sambil terus melihat ke segala arah berjaga-jaga kalau masih ada dari anggota sekte api penyucian itu yang masih tinggal di dalam ruangan itu.


Saat merasa aman Ze segera masuk ke dalam kamar dan mendekat ke arah inang tempat sang ratu dari ulat parasit tinggal.


"Akhirnya aman juga." gumam Ze.


"Sekarang saatnya penderitaanmu berakhir pemuda. Kau akan dapat bereinkarnasi dengan tenang setelah ini karena tubuhmu akan terbebas dari parasit itu." ucap Ze sambil mengeluarkan sebotol racun dari kantong penyimpanannya yang terikat rapih di pinggangnya.


"Ratu ulat saatnya kau keluar dari tubuh itu." ucap Ze sambil meneteskan cairan racun ke dalam mulut pemuda yang menjadi inang sang ratu parasit.


Ze sudah siap dengan cincin miliknya yang telah menyimpan api sejati untuk membakar sang Ratu parasit itu saat sang ratu keluar dari tubuh inangnya.


Tidak lama setelah itu, Ze melihat ada sesuatu akan keluar dari dalam mulut pemuda di depannya itu.


"Wah kau sungguh sangat jelek." ucap Ze saat melihat seekor serangga gemuk dengan sayap sangat kecil.


"Kau mengganggu ketenanganku manusia hina." terdengar suara dari arah serangga tadi.


"Oh kau dapat berkomunikasi dengan bahasa manusia rupanya serangga jelek menjijikkan." ejek Ze.


"Kau harus mati." terdengar lagi suara dengan nada marah dari serangga itu.


"Oh benarkah?" tanya Ze.


"Aku sangat takut jika seperti itu." ucap Ze sambil tersenyum mengejek.


Serangga itu mengeluarkan sesuatu berwarna gelap dari dalam mulutnya dan segera menembakkannya ke arah Ze.


Ze hanya menatap serangga itu dengan tatapan merendahkan. Ze tidak menghindari serangan dari serangga itu.


"Mengapa kau tidak merasakan efek apapun? Mengapa kau masih baik baik saja?" tanya serangga tadi dengan nada tinggi seperti sedang sangat marah.


"Ha ha ha ha. Kau tidak akan bisa melukaiku dengan sihir apa lagi dengan racun. Sekarang giliranku untuk menyerang." ucap Ze lalu mengarahkan cincinnya pada serangga itu.


Api sejati keluar dan mengenai tubuh gemuk serangga menjijikkan itu dan tubuh serangga itu menggeliat kepanasan.


"Tidaaaaak panas...! Aaaaa tidak...!" teriak histeris serangga itu lalu mulai menghilang pupus terbakar api sejati.


Ada cahaya berwarna ungu dari arah hilangnya serangga tadi. Sinar itu melayang ke arah Ze dan Ze segera menangkapnya.


"Apa ini? Aku fikir Hui tu akan tahu apa ini." ucap Ze lalu masuk ke dalam batu dimensi mencari ZHui tu.


"Hui tu?" panggil Ze saat melihat Hui tu sedang duduk dalam posisi semedi.


Hui tu perlahan membuka mata saat mendengar panggilan dari Ze dan menoleh ke arah suara Ze.


"Ada apa?" tanya Hui tu.


"Apa kini kau sudah tidak lagi dapat membaca fikiran aku?" tanya Ze.


"Karena tubuh baru ini bukan seorang kultivator, sebagian pencapaianku belum bisa aku gunakan. Untuk dapat mendengar suara hati seseorang aku harus meningkatkan kultivasi batin milikku. Aku masih harus terus meningkatkan kultivasi dan melatih tubuh ini juga agar lebih kuat." jelas Hui tu.


"Ada apa? Kau mencariku tentu bukan hanya untuk sekedar menyapaku bukan?" tanya Hui tu.


"Oh iya aku ke sini untuk menunjukkan ini (memperlihatkan pada Hui tu sinar ungu yang berasal dari serangga yang terbakar habis) aku tahu kau pasti tahu tentang cahaya ini." ucap Ze.


"Dari mana kau mendapatkan energi sebesar itu?" tanya Hui tu.


"Aku membakar serangga ratu dari parasit yang menjangkit sebuah desa dengan api sejati pemberianmu. Yang lebih menakjubkan serangga itu dapat berkomunikasi dengan bahasa manusia." jawab Ze.


"Oh pantas saja warna cahaya itu terlihat lebih pekat. Itu serangga ajaib tingkat kultivasinya sangat tinggi sehingga dapat berkomunikasi dengan bahasa apapun yang dia hendaki." ucap Hui tu.


"Bukankah binatang ajaib yang terbakar sebelumnya tidak ada cahaya seperti ini yang keluar dari tubuhnya? Mengapa serangga ini mengeluarkan cahaya seperti ini?" tanya Ze.


"Itu karena energi dari 2 binatang ajaib sebelumnya langsun terserap oleh diriku." jawab Hui tu.


"Sedangkan sekarang tubuh yang aku tempati saat ini masih belum sanggup menerima energi sebesar itu. Jadi energi yang berasal dari binatang ajaib itu keluar dalam bentuk cahaya seperti itu." jelas Hui tu.


"Lalu kita akan apakan energi ini?" tanya Ze.


"Buat kau saja." jawab Hui tu.


"Bagaimana cara aku menggunakan energi itu?" tanya Ze.


"Kau cukup berkonsentrasi pada energi itu untuk menyerapnya setelah itu kau harus bersemedi untuk meningkatkan kultivasimu dengan bantuan energi yang berhasil kau serap." jawab Hui tu.


"Apa harus sekarang juga? Tidak bisakah nanti saja aku menggunakan energi itu?" tanya Ze.


"Mengapa tidak kau lakukan sekarang?" tanya Hui tu balik.


"Aku harus membantu Jin hu dan yang lain melawan sekte sesat itu." jawab Ze.


"Maka simpan saja dulu energi itu di dalam cincinmu itu." ucap Hui tu.


"Bagaimana caranya agar aku dapat menyimpan energi itu dalam cincin ini?" tanya Ze.


"Pusatkan konsentrasi pada cincin di jarimu lalu arahkan agar cincin itu menyerap energi itu." jawab Hui tu.


Ze mengangguk paham dan mulai melakukan sesuai arahan dari Hui tu. Cahaya itu segera terserap dalam cincin pemberian King pheonix miliknya.


"Wah cincin pemberian Poci ini sungguh sangat luar biasa. Selain melindungi aku dari sihir seperti peluit dari king wolf ini juga menjauhkan aku dari monster, cincin ini juga dapat menyimpan benda berbentuk energi seperti api sejati dan energi itu." seru Ze penuh semangat menatap takjub pada cincinnya.


"Hewan roh milikmu yang satu itu adalah hewan dari dunia atas dunia para Dewa. Jadi wajar saja jika benda pemberiannya memiliki fungsi yang luar biasa." jelas Hui tu.


"Aku akan keluar untuk membantu Jin hu dulu. Nanti aku akan kembali lagi untuk menyerap energi itu." ucap Ze.


"Apa yang sedang terjadi di luar?" tanya Hui tu.


"Kau sungguh sangat lemah sekarang. Cukup urus dirimu dan fokuskan untuk peningkatan kemampuanmu akan sangat membosankan menunggu kau kuat jika kau tidak berusaha lebih giat lagi." ucap Ze.


"Kau benar tentang itu. Baik aku akan berusaha agar lebih cepat memperkuat tubuh ini. Lalu menyeimbangkan kekuatan lamaku dengan tubuh ini. Agar aku dapat kembali kuat." saut Hui tu.


"Ya lakukan itu saja. Aku harus bergegas keluar membantu yang lain." ucap Ze lalu segera keluar dari batu dimensi.


jangan lupa tetap dukung author dengan


vote like dan komennya.