Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Titah kaisar


Mereka terus saja asik dalam percakapan- percakapan ringan mereka. Ze masih tetap nyaman berada di dalam pelukan ibu dan neneknya.


Saat mereka semua tengah asik berbincang tiba-tiba ada beberapa orang yang datang membawa titah dari Kaisar.


"Titah dari Kaisar! Tuan Shi diharapkan keluar untuk menyambut titah dari Kaisar." seruan dari utusan Kaisar itu.


Mereka semua saling pandang heran dengan titah dari Kaisar yang tiba-tiba saja datang.


"Mengapa Kaisar mengirim orang untuk menyampaikan titah? " tanya Luo yin.


"Entahlah aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita keluar untuk menerima titah dari Kaisar itu." jawab Jeong nam.


"Ayo kita keluar juga." ajak Huo nan pada Wen yuan dan Liu yu dan mereka berdua mengangguk setuju.


Mereka semua keluar dari rumah termasuk semua pelayan di kediaman tuan Shi itu. Mereka semua kecuali Ze, Jin hu dan Huo nan berlutut di depan utusan yang membawa titah dari Kaisar itu.


"Aku Shi jeong nam menyambut titah dari Kaisar." ucap tuan Shi.


"Zhen selaku Kaisar memerintahkan untuk tuan besar Shi jeong nam beserta seluruh keluarga di kediamannya agar segera menghadap kepada Zhen di istana Kekaisaran." titah dari Kaisar.


"mengapa hanya untuk memanggil saja Kaisar harus mengeluarkan titah?" batin Ze heran.


"Bukankah biasanya Kaisar hanya mengutus seseorang untuk memanggilku? Lalu mengapa sekarang Kaisar mengeluarkan titah hanya untuk memanggi?" batin tuan Shi.


"Hamba menerima titah dari Kaisar." jawab tuan Shi.


Utusan dari Kaisar itu kemudian menyerahkan gulungan dari Kaisar itu kepada tuan Shi. Setelah utusan dari Kaisar itu pergi mereka semua kembali saling pandang.


"Aku rasa Kaisar mengeluarkan titah karena tahu tentang keberadaan aku di kediaman kakek Shi." ucap Jin hu menjawab pertanyaan yang tidak terucap dari hampir seluruh orang yang saat ini berada di kediaman tuan Shi.


"Apakah itu artinya dengan tidak langsung Kaisar mengeluarkan titah agar kau ikut menghadap kepada Kaisar di istana?" tanya Ze.


"Iya sayang kau benar sekali. Titah itu secara tidak langsung memang ditujukan untuk diriku." jawab Jin hu.


"Sudahlah sebaiknya kita bergegas menghadap Kaisar di istana Kekaisaran." ucap tuan Shi.


"Iya kita harus bergegas ke istana agar tidak menyinggung Kaisar karena membuat Kaisar menunggu kehadiran kita di istana Kekaisaran." saut Luo yin dan yang lain hanya bisa mengangguk mengiyakan.


Akhirnya tuan Shi, nyonya Shi, Mei yin, Ze beserta rombongan mereka berdelapan pergi bersama dengan menggunakan dua kereta berbeda.


"Apakah permaisuri dan putra mahkota melakukan sesuatu?" tanya Ze pada Jin hu.


"Tenang sayang, aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada kakek Shi ataupun keluarga yang lain." ucap Jin hu menenangkan hati Ze.


"Apakah titah dari Kaisar ini ada hubungannya dengan mereka atau tidak aku tidak perduli. Aku tidak akan membiarkan hal buruk apapun terjadi kepada kalian. Kau harus percaya kepada calon suamimu ini." jelas Jin hu membuat Ze kini menjadi jauh lebih tenang.


"Iya kamu benar aku tidak akan meresahkan hal yang tidak perlu. Ada kita yang akan melindungi mereka semua." ucap Ze sambil tersenyum manis ke arah Jin hu.


Jin hu mencubit gemas hidung Ze sambil tersenyum lalu mengecup singkat ujung hidung Ze.


Jin hu menarik Ze agar masuk dalam pelukannya. Ze hanya menurut saja karena dia juga merasa nyaman dan aman di dalam pelukan Jin hu.


Sementara di dalam kereta tempat tuan Shi dan rombongannya Mei yin sedang resah. Dia bertanya-tanya di dalam hati, apakah ada hal buruk yang akan terjadi kepada ayahnya? Karena ini baru pertama kali terjadi, Kaisar memanggil ayahnya menggunakan titah Kekaisaran.


"Tenanglah sayang, tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi. Bukankah kau sudah dengar sendiri dari Jin hu alasan mengapa Kaisar menggunakan titah itu." ujar Luo yin menenangkan hati Mei yin.


Luo yin sedikit ragu akan itu. Tapi, Luo yin berusaha tenang agar putrinya tidak merasa resah.


"Ibumu benar Mei yin sayang. Percayalah bahwa tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi." Ucap tuan Shi ikut membantu istrinya menenangkan kegelisahan putrinya itu.


"Iya ibu dan ayah benar. Aku yakin bahwa semua akan baik-baik saja." ucap Mei yin berusaha untuk lebih tenang.


Setelah cukup lama dalam perjalanan rombongan Ze akhirnya tiba di pusat kota dan akan memasuki gerbang istana.


Saat kereta mereka akan masuk, Tiba-tiba saja ada kereta yang juga ingin masuk dengan kecepatan tinggi. Akhirnya kereta mereka tertabrak membuat kereta milik Jin hu hampir terpental.


Bukannya turun untuk meminta maaf, justru pemilik kereta itu datang dengan omelan.


"Apakah kalian tidak memiliki mata, sehingga tidak berhenti di saat kereta milikku akan masuk?" tanya seorang gadis yang turun dari kereta yang menabrak kereta Jin hu tadi kepada Wen yuan.


"Bukankah kereta milikmu yang sudah melaju terlalu cepat hingga menabrak kereta kami?" tanya Ze yang langsung keluar saat mendengar nada bicara yang terdengar angkuh dari gadis itu.


"Kau berani menuduh aku yang salah?" ucap gadis itu geram.


"Penjaga....!" seru gadis itu dan seorang penjaga gerbang langsung berlari ke arahnya.


"Ada apa putri?" tanya penjaga tadi pada putri Xia er yang ternyata adalah keponakan dari permaisuri.


"Kau tidak akan bisa mencegah aku masuk. Justru aku yang akan membuat kau tidak bisa masuk." ucap Ze.


"Oh ya? Maka tunjukkan padaku bagaimana kau bisa membuat aku tidak bisa masuk? " tantang Xia er.


Ze menyeringai penuh dengan tatapan meremehkan kearah Xia er. Dia mengeluarkan sebuah plakat yang pernah dia terima dari Kaisar.


"Penjaga kalian tau ini apa bukan? " tanya Ze sambil memperlihatkan plakat miliknya.


Semua penjaga yang ada di sana terbelalak melihat plakat itu. Sesaat kemudian mereka tertunduk di depan Ze.


"Berdirilah kalian semua." ucap Ze dan mereka semua langsung berdiri.


"Dengan plakat ini aku memerintahkan kepada kalian untuk mengusir orang itu dan jangan biarkan dia masuk ke dalam istana. " ucap Ze.


"Baik putri" jawab penjaga kompak.


Hai readers semua.


Author memajukan up dari seharusnya habis lebaran jadi sebelum lebaran.


jangan lupa terus dukung author dengan banyak memberi vote, like dan komen.


Biar author tidak malas menulis naskahnya.


salam hangat penuh kasih


author


😁😁😁😁😁