
Ze masih betah dengan tidurnya pagi ini. Karena tenaganya telah banyak terkuras dengan bertapa selama 3 hari dan membuat pil tadi malam sungguh ze kelelahan.
"tok tok tok" suara ketukan pintu mengusik tidur nyenyak Ze
"Ya siapa?" tanya ze pada orang di balik pintu.
"Ze kecil, ini aku bangunlah sudah pagi." jawab jin hu dari luar
"oh? hm, baik aku akan mandi dulu." jawab ze
"bukalah pintumu dulu! aku membawakanmu air panas untuk kau mandi." ucap jin hu dan ze segera bangkit dari tidurnya untuk membukakan pintu untuk jin hu.
Jin hu masuk ke dalam lalu segera ke bilik mandi dan mengisi air dalam bak mandi untuk ze.
"Aku tak tau apa yang akan di katakan rakyat dari istana atas awan jika tau pemimpin yang mereka hormati dan junjung tinggi saat ini tengah menyediakan air mandi untuk aku.
Mungkin mereka semua akan mengutuk aku dan menyumpah serapahi aku." ucap Ze saat Jin hu telah keluar dari bilik mandinya.
Jin hu tersenyum dan mengelus sayang puncak kepala. Jin hu menarik kepala ze lalu mengecup kening Ze lembut.
"blush" pipi ze kontan memerah tak menduga jika jin hu akan mengecup keningnya.
"Tak akan ada yang berani memaki wanita milikku." ucapnya
"siapa yang kau sebut wanitamu huh?" gerutu ze
"Sudah pasti dirimu ze kecil sayangku! siapa lagi kekasihku selain dirimu? sudah mandi sana! Apa perlu aku bantu? Tak ada aeorang pelayan pun di rumah ini saat ini." goda jin hu
"Tak perlu! Kau keluarlah aku akan mandi dan segera leluar." usir ze
"Baiklah sayang" ucap Jin hu mencium sekilas pipi kanan ze lalu bergegas lari keluar kamar.
"blush, JIN HU.....!" teriak Ze dan Jin hu di luar tertawa bahagia berhasil mengganggu Ze pagi hari.
Setelah selesai bersiap ze memanggil wen yuan dan liu yu untuk di beri misi.
"Wen yuan...! Liu yu...!" panggil ze dan mereka segera berlutut di hadapan ze.
"Ya putri kami di sini ada perintah apa?" tanya ke 2nya kompak.
"Saat tiba di kota nanti kalian berpisahlah dengan kami.
Pergi kunjungi diam diam kediaman An, wei dan juga kediaman Nam.
Tuang cairan dalam botol itu ke dalam sumber air minum mereka. Sedangkan bubuk itu tabur di kisi kisi setiap kamar yang ada.
Berhati hatilah menjalankan tugasmu jangan sampai ketahuan. Jika kau tak ingin bermimpi buruk dan berhalusinasi jangan pernah hirup bubuk itu dan hindari menyentuh cairan itu secara langsung." jelas ze
"Baik putri" jawab Mereka kompak dan tegas
"Oh aku hampir lupa. Wen yuan ini untukmu dan Liu yu ini pil regrnerasi untukmu karena kau masih memiliki yang lainnya bukan?" Ze memberikan wen yuan beberapa kantong berisi pil dan botol kecil.
"Untuk liu yu kau pasti sudah tau apa fungsi dan cara aman menggunakan racun bukan?" tanya ze dan Liu yu mengangguk.
"Iya putri" jawab liu yu
"untuk kau wen yuan. pil pil itu adalah obat tingkat tinggi untuk penyembuhan dan penyamaran. kau tanya liu yu lebih lengkapnya saja.
Kau harus ingat jika botol kecil yang kuberikan kepadamu adalah racun yang sangat keras.
setitik saja menyentuh lukamu kau tak akan m**i tapi lumpuh bahkan tertidur berhari hari lamanya.
Telan pil penawar segala racun untuk melindungi dirimu." ucap Ze
Wen yuan tersenyum dengan mata berbinar di berikan begitu banyak pil tingkat tinggi.
"Terima kasih putri." jawab wen yuan.
"Ayo berangkat ibu telah lama menunggu di kereta." ajak jin hu dan Ze mengangguk.
Ze tak ingin jika mei yin mengetahui aksi balas dendam yang keji. Karena hati mei yin yang terlalu lembut dia tak akan membiarkan orang lain terlalu menderita meski orang itu musuhnya.
Mungkin itu yang membuat ze lan menderita, karena mei yin mengajarkannya agar lemah lembut dan pemaaf. itu yang di fikiran ze.
Bagi ze ada sebagian orang tak mempan jika di beri hati yang lapang. Mereka baru sadar saat merasa menderita. Seperti 3 keluarga tak tau diri yang akan di usiknya itu.