Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
balas dendam keluarga naga


Ze sudah semakin mendekati kedua orang pemuda itu membuat keduanya ketakutan. Ze tersenyum saat dia sudah berada tepat di depan dua pemuda yang tidak berdaya itu.


"Aku heran, bukannya si gadis ular itu adalah seorang putri? Mengapa dia harus merendahkan martabat dan harga diri sendiri hanya untuk seorang pria?" tanya Ze.


"Bukankah jika dia ingin, akan ada banyak pria yang bersedia menjadi pendampingnya?" tambah Ze bertanya.


"Kau tidak tahu saja. Meski kak Luoyang seorang putri dari sebuah kerajaan, kerajaan milik ayahnya hanya merupakan kerajaan kecil yang tidak berarti jika dibandingkan dengan kerajaan milik ayah dari pangeran Liyang dan Ruri. Kerajaan mereka adalah kerajaan inti dari seluruh negeri naga ini. Sudah pasti setiap putri dari kerajaan kecil menginginkan kedudukan putri Mahkota dari kerajaan inti."jelas Gufu berusaha menjawab pertanyaan Ze dengan baik berharap Ze akan melepaskan dirinya dan adiknya.


"Oh, maka, jika aku menghabisi kalian saat ini, tentu keluarga kalian tidak dapat melakukan apapun terhadap diriku jika pangeran dari kerajaan inti negeri naga ini melindungi ku bukan?" tanya Ze.


" Tentu kau akan mendapatkan masalah. Karena, Raja dari kerajaan inti sangat membenci manusia. Jika beliau tahu tentang keberadaan manusia di dalam negeri naga ini, kau akan di habisi langsung olehnya."ucap Julang.


"Aku sangat penasaran dengan reaksi dari Raja kerajaan inti. Apakah aku akan mati di tangan beliau atau tidak." ucap Ze lalu memotong tenggorokan mereka berdua dengan satu kali tebasan.


Ze meninggalkan tubuh mereka semua yang tiba-tiba berubah menjadi debu tanpa dia lakukan sesuatu pada tubuh mereka.


"Apakah itu sudah menjadi takdir mereka mati tanpa meninggalkan jasad untuk keluarga mereka?" gumam Ze.


Di tempat lain di sebuah istana bagian timur negeri naga sekelompok ras naga yang merasakan kepergian dari dua orang keluarga mereka saat ini sedang menjerit meraung-raung.


"Gufu.... Julang....!" teriak seorang wanita tua yang ternyata adalah ibu mereka.


Tubuh mereka memang tidak bersisa saat meninggal tapi, sanak saudara mereka akan merasakan saat mereka sudah tidak bernyawa lagi.


Luoyang memeluk tubuh bibinya itu dengan erat. Tersirat kebencian dari matanya. Dia tahu siapa yang telah mengakhiri hidup adik sepupunya itu.


"Kau tahu siapa yang telah membunuh adik sepupumu itu?" tanya seorang pria tua yang adalah ayah kandung dari Luoyang.


"Iya ayah, aku tahu siapa yang telah membunuh adik sepupu. Bahkan aku tahu dimana dia berada saat ini." jawab Luoyang.


"Tunggu apa lagi? Ayo kita pergi menemui siapa yang telah membunuh Gufu dan Julang untuk menuntut balas akan kematian mereka!" seru ayah dari Luoyang.


Mereka semua akhirnya memutuskan untuk mencari Ze untuk membalaskan kematian keluarga mereka.


Di sisi lain Ze saat ini sudah mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan kelompok yang dia yakini akan datang untuk menuntut balas padanya.


Ze membuat banyak perangkap di sekitar gua dengan ingatan masa lalunya tentang kehidupan sebelum menjadi Ze lan.


"Huft, selesai juga perangkap-perangkap ini aku buat. Aku harap semua perangkap ini dapat membantuku mengurangi jumlah musuh." gumam Ze.


"Aku tidak menyangka bahwa aku adalah seorang penjelajah waktu. Aku datang dari dimensi yang berbeda dari dimensi ini dan menggantikan kedudukan seorang gadis yang telah meninggal karena dibunuh oleh adik tirinya." gumam Ze.


Tidak lama setelah itu Ze sudah mendengar suara ribut dan dari kejauhan Ze dapat melihat beberapa hewan besar terbang ke arahnya. Ze lalu bersembunyi di balik pepohonan.


"Semoga mereka tidak menyemburkan api dan membakar habis hutan ini. Aku heran, mengapa mereka bersusah-payah menjadi manusia untuk menghabisi aku. Padahal dengan wujud asli mereka, mereka dapat dengan mudah untuk membakar aku menjadi abu. Apakah karena tempat ini, makanya mereka tidak dapat melakukan hal itu?" gumam Ze sambil terus mengamati kedatangan para naga yang sudah berubah wujud menjadi manusia.


Jangan lupa vote, like dan komennya.


salam hangat dari author