Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Rencana menyelamatkan permaisuri pertama


"Aku?" tanya Huo nan tidak yakin.


"Ya tentu kamu siapa lagi?" Jawab Ze.


"Mengapa tubuhku tiba-tiba mengeluarkan keringat yang sangat banyak dengan aroma yang tidak sedap?" tanya Jin hu tidak nyaman.


"Itu artinya ramuan yang kak Jin hu minum mulai bereaksi dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh kak Jin hu. Bersihkanlah dulu dirimu aku akan memberikan ramuan ini untuk Raja Ruo juga karena aku lihat dari warna kulitnya dan suara detak jantun serta nafasnya, beliau memiliki masalah pencernaan dan peredaran darahnya tidak lancar lancar.


Ini akan sangat membantunya juga dapat menjadi alasan buat menutupi alasan mengapa kita di sini. Orang-orang akan berfikir aku di sini untuk kesehatan Raja Ruo bukan yang lain." jelas Ze.


"Baiklah aku akan segera membersihkan diri dulu setelah itu aku akan menyusulmu ke tempat Guru." ucap Jin hu.


"Ya." saut Ze.


Jin hu yang memang tidak suka kotor segera pergi untuk membersihkan dirinya. Ze menatap tajam Huo nan yang enggan meminum ramuan yang baru saja dia tuang.


"Kalian berdua minum dulu ini." perintah mutlak Ze dan mau tidak mau mereka meminum ramuan buatan Ze.


"Wah kakak ipar ramuan buatanmu tidak hanya tidak terasa pahit tapi justru terasa sangat enak." ucap Huo nan takjub setelah selesai menghabiskan ramuan dari Ze.


"Kau benar Huo nan. Ramuan ini sangat enak dan terasa segar di tenggorokan." saut pangeran Rong yuo.


"Aku sengaja membuat persediaan untuk 1 minggu kau dan juga Yang mulia minum pagi dan sore untuk mempersiapkan tubuhmu agar kuat dan mampu menerima efek dari pil api suci nantinya.


Jangan lupa minum ini selama aku pergi untuk mencari satu bahan ramuan yang terlupakan olehku untuk aku ambil.


Huo nan kau jangan lupa untuk terus membantu pangeran Rong yuo membaluri minyak dan mengurut perlahan lengannya setiap pagi.


Cukup kak Jin hu saja yang menemani aku. Kami hanya akan sebentar perginya. Sebelum ramuan itu habis kami sudah akan di sini lagi jika tidak ada masalah." jelas Ze.


"Baik kakak ipar tenang saja. Aku akan membantu mengawasi waktu minum obat dari pangeran Rong yuo." saut Huo nan.


Ze lalu ke luar dari bangunan itu membawa semangkuk ramuan buatannya. Ze melangkah menuju aula utama istana dan berpapasan dengan seorang kasim yang dia ingat ada di sebelah kiri Raja Ruo saat menyambutnya kemarin.


"Salam master Ze." sapanya sambil membungkuk sopan.


"Panggil putri Ze saja jangan master. Di mana Raja Ruo saat ini?" tanya Ze.


"Baik putri Ze. Yang mulia sedang di aula saat ini." jawab kasim itu.


"Hm baiklah aku akan ke sana." ucap Ze lalu pergi ke arah aula yang dimaksud kasim itu.


"Yang mulia." lapor seorang penjaga segera saat melihat Ze berjalan ke arah aula.


"Ya ada apa?" tanya Raja Ruo yang ternyata sedang berdiskusi dengan beberapa orang petinggi di kerajaannya.


"Master Ze sedang berjalan ke sini." jawab penjaga itu.


"Langsung persilahkan masuk jika memang dia hendak menemui aku." ucap Raja Ruo sedikit heran.


Mendengar Raja Ruo mempersilahkan seseorang masuk saat mereka sedang berdiskusi, para pejabat bertanya-tanya siapa orang yang diperlakukan spesial oleh Raja mereka itu.


"Raja Ruo ada di dalam?" tanya Ze saat sudah sampai di deoan pintu aula tempat Raja Ruo berada saat ini.


"Ya master." jawab para penjaga.


"Apa aku boleh menemuinya?" tanya Ze.


"Silahkan master." jawab penjaga.


"Panggil putri Ze saja." ucap Ze melihat kebingungan para penjaga itu.


"Baik putri Ze." saut mereka.


Ze masuk ke dalam ruangan tempat Raja Ruo berada saat ini. Semua mata menatap ke arahnya yang baru masuk ke dalam sebuah pertemuan petinggi kerajaan tanpa hambatan sedikitpun bahkan sang Raja terkesan sangat menantikan kehadirannya karena mengizinkannya masuk sebelum meminta izin.


"Salam Yang mulia." ucap Ze dengan sedikit membungkuk.


"Ada apa putri Ze?" tanya Raja Ruo.


"Aku melihat kondisi Yang mulia kurang baik. Aku lihat jika anda memiliki masalah pencernaan dan gangguan tidur." ucap Ze membuat Raja Ruo mengangguk.


"Ya memang benar." ucap Raja Ruo.


"Aku membuat ramuan untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan untuk memperlancar peredaran darah agar tidur anda dapat nyenyak." ucap Ze.


"Maksud putri Ze tentang racun artinya zhen telah diracuni?" tanya Raja Ruo terkejut membuat semua yang ada di sana juga terkejut dan takut.


"Tentu bukan itu maksud ucapan aku. Racun yang aku maksud adalah penyakit yang ada di dalam tubuh Yang mulia. Racun yang dihasilkan oleh tubuh juga ada dan harus dikeluarkan agar tidak menumpuk dan menjadi penyakit parah." jelas Ze.


"Baiklah bawa kemari dan aku akan meminum itu." putus Raja Ruo.


Ze mendekat dengan membawa ramuan di tangannya dan memberikannya pada Raja Ruo.


"Mengapa rasanya sangat enak dan menyegarkan? Tidak sama dengan ramuan obat yang pernah aku jumpai selama ini." tanya Raja Ruo.


"Aku sengaja membuatnya seperti itu." jawab Ze.


Mendengar Raja yang berbicara cukup sopan pada seorang gadis muda dan melihat Ze yang begitu santai berbicara pada Raja Ruo, mereka yang ada di sana menatap penuh selidik ke arah Ze.


"Siapa gadis itu?" tanya seorang mentri pada rekan di sebelahnya dengan berbisik.


"Entahlah tapi yang aku lihat tampaknya dia adalah orang penting karena Yang mulia terlihat sopan berbicara padanya." jawab rekannya itu juga berbisik.


"Ya kau benar." sautnya lagi.


Sedangkan yang lain hanya berani membatin tentang penilaiannya terhadap Ze melihat keakraban Ze dengan sang Raja.


"Yang mulia." lapor seorang penjaga sambil berlutut.


"Katakan." ucap Raja Ruo.


"Tuan Jin hu ingin menghadap." jawabnya.


"Persilahkan dia masuk." ucap Raja Ruo.


"Salam hormat Guru." ucap Jin hu.


"Aku dan kak Jin hu harus pergi beberapa hari mencari satu bahan ramuan yang harus aku berikan untuk mempercepat penyembuhan penyakit pangeran Rong yuo. Aku sudah membuat ramuan ini dalam jumlah banyak untuk kalian minum pagi dan sore hari." lapor Ze sambil berbisik.


"Oh baiklah kalian bisa pergi. Tapi hati-hati dan segera kembali." ucap Raja Ruo.


"Iya. Oh setelah meminum itu Yang mulia akan berkeringat banyak dan akan sangat bau. Itu hal wajar karena proses keluarnya penyakit dalam tubuh Yang mulia. Jangan lupa tetap minum ramuan itu pagi dan sore selama aku tidak di sini. Saat aku kembali akan aku beri pil yang akan membantu menerobos tingkat kultivasi yang sulit anda capai itu." ucap Ze membuat semua orang terbelalak termasuk Raja Ruo.


Jangan lupa dukungannya😉