
"Sudahlah, kau istirahat saja dulu. Kau pasti sangat kelelahan setelah bersembunyi dari para pengejar yang mencari mu tadi." ucap Ruri dengan wajah sedikit sendu karena merasa bersalah hampir kehilangan adik lagi karena teledor dalam menjaga adiknya.
"Aku akan di sini untuk menjagamu selama kau tertidur. Maka, tidurlah tanpa merasa khawatir dan takut. Tidak ada yang akan berani menyerang mu di sini saat aku ada di sini menjagamu." sambungnya.
"Baiklah kak. Aku memang sudah sangat lelah dan sangat mengantuk. Entah mengapa aku mengantuk lagi padahal aku baru saja bangun tidur pagi ini." keluh Ze.
"Itu karena pengaruh obat yang baru saja kau minum. Obat itu memiliki efek kantuk yang membuat orang yang meminumnya akan mengantuk. Kau juga baru saja menguras energi dengan berlarian untuk bersembunyi jadi, wajar untuk kondisi tubuhmu yang selalu kekurangan energi untuk cepat mengantuk saat lelah." Jelas Ruri dan ternyata orang yang sedang dia ajak bicara saat ini sudah masuk ke dalam dunia mimpi alias tertidur lelap.
"Dia sudah tertidur rupanya." ucap Ruri pelan sambil tersenyum menatap wajah terlelap dari Ze.
"Sebaiknya aku membuat ramuan untuk bekal dia saat aku berhasil mengeluarkan dia dari negeri naga ini." putus Ruri.
"Tentu dia akan membutuhkan ramuan yang banyak untuk bekal sebelum berhasil menemukan keluarganya yang asli." tambahnya lagi dan kini wajah Ruri berubah sendu memikirkan bahwa sebentar lagi dia akan berpisah dari gadis yang sudah dia sayangi layaknya adik itu.
Sedangkan di sisi Jin hu saat ini, dia baru bangun dari tapanya selama beberapa hari itu.
"Kau sudah selesai dengan tapamu itu rupanya." ucap Zili sang king Phoenix saat dia memasuki gua tapa tempat Jin hu dan Huo nan bertapa saat ini dan melihat Jin hu sudah membuka matanya.
"Ya, bagaimana dengan pencarian Ze? Apakah kau telah menemukan petunjuk tentang keberadaan Ze?" tanya Jin hu langsung. Karena, saat ini yang terpenting baginya adalah menemukan keberadaan Ze.
"Aku belum menemukannya, tapi beberapa kali aku merasakan keberadaan tuan. Aku tebak bahwa tuan masih menggunakan cincin pemberian dariku itu. Karena, aku hanya dapat merasakan keberadaan tuan di dalam sembilan negeri ajaib saat tuan menyentuh batu permata pada cincin itu."ucap Zili.
"Bukankah itu artinya Ze baik-baik saja saat ini?" tanya Jin hu semangat dengan mata berbinar penuh harapan.
"Hm kau benar. Tapi... " jawaban Zili menggantung seolah ragu untuk melanjutkan kalimat berikutnya.
"Tapi? Tapi kenapa?" tanya Jin hu resah pasalnya wajah Zili saat ini terlihat khawatir.
"Aku baru saja merasakan keberadaan tuan dan aku..... " Zili masih saja ragu untuk meneruskan kalimatnya membuat Jin hu dan juga Huo nan jadi geram.
"Aku merasakan keberadaan tuan saat ini dia berada di dalam negeri naga." ucap Zili akhirnya.
"Ada apa dengan negeri naga ini? Mengapa kau tampak sangat khawatir?" tanya Huo nan lagi.
"Pemimpin tertinggi dari ras naga yang tinggal di dalam negeri naga itu adalah seekor naga sakti yang sangat membenci manusia. Tidak ada manusia yang dapat keluar dengan hidup setelah memasuki negeri naga terutama jika telah bertemu dengan Suotu sang pemimpin ras naga itu." jelas Zili membuat Jin hu bangkit dari duduknya.
"Tunggu apa lagi?" tanya Jin hu membuat Zili juga Huo nan menatap ke arahnya.
"Ayo kita mencari Ze di dalam negeri naga itu! " ajak Jin hu.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah kalian berikan untuk kelangsungan cerita dalam novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas" ini.
Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian dengan tetap memberikan
vote, like dan komen buat novel kesayangan kita ini.
Tinggal seminggu lagi ya pengumuman sekaligus pemberian hadiah untuk para pemenang lomba vote terbanyak.
selamat membaca
salam hangat dari author