
Ze segera menuju kereta bersama ke 3 pria itu. Di kereta Mei yin tengah menunggu mereka dengan bosan.
"huft" Mei yin menghela napas
"Apakah ibu begitu bosan hingga menghela nafas begitu panjang?" tanya Ze saat masuk kereta
"Tentu kau tau sendiri jika menunggu adalah kegiatan paling membosankan." jawab mei yin
"Maaf ibu aku telah membuat ibu menunggu terlalu lama." ucap Ze tulus.
"Ibu hanya bercanda sayang jangan bersedih." hibur mei yin
"Sebaiknya kita segera berangkat agar kita tidak terlambat untuk kembali ke desa xi lian untuk ke gua si hui tu." saran jin hu
"Ah benar juga ayo kita segera berangkat." ucap ze dan mereka semua segera berangkat.
Hanya butuh beberapa jam dan kereta sudah memasuki kota membuat ze menatap jin hu penuh curiga.
"Kita bisa sampai dalam waktu sesingkat ini kenapa saat pergi menyusul ibu kita begitu lambat hingga harus menginap di desa xi lian?" tanya ze pada jin hu.
"Itu karena aku dalam keadaan terluka saat itu dan hewan rohku tentu merasakan jika tuannya terluka hingga dia berjalan lebih tenang." jawab jin hu
"Tuanku kau semakin pandai berbohong. Itu bukan karena lukamu tapi kau yang meminta hewan rohmu berjalan sedikit lebih lamban agar kau bisa lebih lama hanya ber 2 bersama putri dalam kereta." batin wen yuan mendengar jawaban jin hu.
Setelah sampai di kota liu yu dan wen yuan memisahkan diri tanpa ijin lagi pada tuan mereka untuk menjalankan tugas dari ze.
wen yuan memulai di kediaman An sedang liu yu di kediaman wei. Mereka menelan pil penawar segala racun dan penyamaran atau sebelumnya di sebut ze pil penghilang tanda kehidupan untuk berjaga jaga dari segala kemungkinan buruk.
selesai dengan misi pertama mereka kekediaman Nam dan bertemu di sana. Sama seperti di kediaman Wei dan An di kediaman Nam pun misi mereka berhasil dengan mudah.
Setelah itu mereka langsung menuju tempat makan di mana mereka sudah janjian akan bertemu ze, jin hu dan mei yin.
Mereka sedang makan saat wen yuan dan liu yu baru tiba.
"dari mana kalian berdua kenapa pergi tanpa bicara terlebih dahulu hm?" tanya mei yin.
"Maafkan kami nyonya tidakkah tuan memberi tahu jika tuan menyuruh kami mampir di tempat saudara seperguruannya untuk menyuruh mereka jalan lebih dulu ke desa xi lian?" tanya wen yuan
"oh iya aku sunggu lupa jika telah menyuruh mereka." jawab jin hu
"sudah segera makan agar kita bisa melanjutkan perjalanan kita." tegur ze.
Mereka akhirnya makan dengan tenang dan segera melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat kakek ze. Mereka tiba di kediaman shi jeong nam saat sore hari.
"Ze...? mei yin...?" seru luo yin terkejut tak percaya melihat kedatangan mereka.
"Nenek" panggil Ze lalu memeluk luo yin
"ibu" sapa mei yin kemudian memeluk luo yin saat ze melepas pelukannya.
"suamiku....! suamiku...!" seru luo yin memanggil suaminya dan jeong nam segera muncul dari dalam rumah.
"Ada apa kau berteriak seperti itu istriku?" tanya jeong nam
"lihatlah dulu siapa yang datang sekarang." jawab luo yin
"Ze... mei yin... jin hu..." seru jeong nam senang dan luo yin segera berbalik saat nama jin hu di sebutkan.
"jin hu kau di sini juga?" tanya luo yin senang.
"iya ibu dia mengantar aku kesini." jawab mei yin. sedangkan ze telah masuk kedalam pelukan sang kakek yang menyayanginya.
"Ayo kita masuk semuanya." ajak luo yin.
Sampai di dalam Ze dan mei yin menceritakan apa yang terjadi dan tujuan ze mengantar mei yin agar dia tenang pergi berguru.
Bahkan jin hu memberi tahu jika dia dan ze kini menjalin hubungan. Tentu tuan shi sangat senang karena dia juga sangat mengharap jika jin hu yang menjadi cucu menantunya dari dulu saat ze dan jin hu selalu bersama.
"kurang ajar betul kekuarga nam dan wei itu. Aku harus cari perhitungan pada mereka." geram jeong nam
"Tenang kakek aku sudah memberikan hadiah selamat datang kedunia tanpa tidur tenang untuk mereka.
Tentu tanpa sepengetahuan ibu bahkan keluarga An tak aku lupakan. ingat ini rahasia kita oke?" bisik ze membuat senyum di bibir jeong nam mengembang.
"kau memang cucu terbaikku." puji jeong nam
"apa yang kalian kakek dan cucu bisikkan di depan kami semua huh?" keluh luo yin
"itu rahasia cucu dan kakeknya. ha ha ha ha." jawab jeong nam lalu tertawa bahagia.