
"Selamat datang kembali ke Istana atas awan yang mulia Tuan Jin hu. Semoga Yang Mulia Tuan Jin hu panjang umur dan terus berjaya." Seru pria yang berdiri di depan barisan orang yang menyambut mereka.
"Selamat datang kembali ke Istana atas awan yang mulia Tuan Jin hu. Semoga Yang Mulia Tuan Jin hu panjang umur dan terus berjaya." seru yang lainnya serempak mengikuti ucapan pria tadi sambil menunduk hormat.
"Berdirilah kalian semua!" perintah Jin hu dan mereka semua berdiri tegak.
"Terima kasih Yang Mulia Tuan Jin hu." Seru mereka semua.
"Mereka adalah tamu kehormatan yang aku bawa. Perlakukan mereka dengan baik dan sopan karena mereka adalah keluarga bagiku." ucap Jin hu sambil menunjukkan keluarga Ze pada rakyatnya.
"Baik yang Mulia Tuan Jin hu." saut mereka semua.
"Selamat datang di Istana atas awan tamu kehormatan Yang Mulia Tuan Jin hu." seru mereka semua sambil membungkuk hormat sebentar ke arah Tuan besar Shi dan keluarga.
"Perkenalkan gadis istimewa di sebelahku ini. Dia adalah calon permaisuri istana atas awan. Calon istri dari Liang Jin hu, kalian dapat memanggilnya Tuan Putri Jin mulai sekarang. Karena beberapa hari lagi pernikahan kami akan dilangsungkan di Istana atas awan ini." ucap Jin hu membuat Ze menatap ke arahnya dengan kening berkerut.
"Jangan protes di depan para rakyat yang akan menurunkan martabat calon suamimu ini sayang." bisik Jin hu lalu merangkul erat pinggang ramping calon istri imutnya itu.
Ze hanya dapat menghela napas dan memaksa untuk tersenyum di hadapan rakyat dari Istana atas awan. Sedangkan Jin hu tersenyum penuh kemenangan karena niatnya untuk menjadikan Ze sebagai miliknya akan segera terwujud.
Mey yin, Liu ku, Tuan dan nyonya besar Shi hanya tersenyum bahagia melihat pemandangan yang menurut mereka sangat indah. Lebih indah dari pemandangan alam di istana atas awan sekalipun. Karena bagi mereka, kebahagiaan putri dan cucu kesayangan mereka satu-satunya itu adalah yang paling indah.
"Calon permaisuri?" celetuk seorang gadis di belakang barisan para penyambut membuat Ze menoleh ke arahnya.
"Maaf Yang Mulia, hamba hanya terkejut saja mendengar berita yang tiba-tiba ini." ucap gadis itu sambil menunduk.
"Ingat posisimu Hia ling." bisik seorang di sebelah gadis itu kala melihat mata gadis itu sudah berkaca-kaca.
Yang lain juga sebenarnya sangat terkejut mendengar pernyataan Jin hu yang akan menikah dalam waktu dekat. Tapi, mereka tidak berani menunjukkan keterkejutan mereka di hadapan Tuan mereka itu.
"Persiapkan tempat yang nyaman untuk para tamu kehormatan ku agar mereka dapat beristirahat. Sediakan semua yang mereka butuhkan jangan sampai mereka mengeluh tentang pelayanan kalian." ucap Jin hu.
"Baik Yang Mulia!" seru mereka semua.
"Kalian sudah dapat pergi menyiapkan kamar juga makanan untuk kami." ucap Jin hu dan mereka semua segera pergi menuju tempat untuk melakukan tugas mereka masing-masing.
"Ayo kita masuk ke dalam dulu untuk beristirahat di aula sebelum kamar untuk semuanya di siapkan." ajak Jin hu sambil berjalan dengan satu tangannya masih melingkar di pinggang Ze membuat beberapa orang bahkan semua orang di sana takjub melihat Tuan mereka yang terkenal dingin pada wanita menjadi sangat lembut dan sangat terikat pada seorang gadis.
"Aku ingin ke kamar kecil." bisik Ze.
"Kau ke kamarku saja di sebelah barat sana. Aku antar kau ke sana saja ya?" saut Jin hu.
"Tidak perlu kau yang menemani aku ke sana. Kau utus seseorang saja untuk menunjukkan jalannya padaku. Lihatlah, beberapa orang di sana tampaknya menunggumu untuk menyisihkan waktu luang untuk mereka." ucap Ze sambil melirik ke arah beberapa orang yang melihat ke arah Jin hu seolah ingin berbicara pada Jin hu namun seolah ragu untuk mengatakan maksud mereka.
"Baiklah sayang, apapun yang istri katakan adalah perintah buat suamimu ini." ucap Jin hu.
"Berhenti mengatakan kata-kata menggelikan. Jika rakyatmu mendengarkan ucapan mu itu, mereka akan melunturkan rasa segan mereka padamu. Karena itu terdengar sangat konyol." tegur Ze namun Jin hu mengabaikan protes dari calon istrinya itu.
"Ya Yang Mulia," saut wanita itu sambil menunduk hormat saat sudah di depan Ze dan Jin hu.
"Antar Tuan putri ke kediaman pribadiku. Temani dan penuhi kebutuhan Tuan putri selama aku sibuk dengan yang lain di sini." ucap Jin hu.
Mendengar Jin hu memerintahkan pelayan untuk mengantar Ze menuju kediaman pribadinya, semua orang menatap takjub ke arah Ze. Bagaimana tidak, kediaman Jin hu itu tidak pernah sekalipun di masuki oleh seorang gadis.
Meski itu pelayan sekalipun tidak pernah memasuki kediaman yang dibangun Jin hu setelah dia menjadi pemimpin istana atas awan. Selama ini hanya pelayan pria yang dibolehkan masuk ke dalam kediaman pribadi Jin hu itu.
"Baik Yang Mulia." saut wanita itu.
"Pergilah dengan dia. Minta siapa saja untuk melakukan apapun yang kau inginkan. Aku akan menyusul setelah urusan dengan para wakil dan menteri selesai." ucap Jin hu lalu mengecup singkat kening Ze.
Kali ini tak hanya sekedar terbelalak, bahkan beberapa orang yang menyaksikan perlakuan manis Jin hu terhadap Ze, kini mereka semua menjatuhkan rahang mereka menganga lebar sangking syok melihat perlakuan Tuan mereka.
"Setidaknya sekarang ada banyak orang yang merasakan hal yang selalu aku rasakan saat melihat Tuan dan Putri bermesraan. Tidak hanya hati yang panas, mereka semua dapat kehilangan rahang mereka." batin Liu yu.
"Tuan memang tidak kenal tempat untuk menunjukkan kasih sayang pada Tuan putri. Kasihan mereka semua terkejut melihat perlakuan Tuan yang sangat berbeda dari Tuan selama ini." batin Wen yuan.
Ze melangkah pergi mengikuti arah yang di tunjukkan oleh wanita yang di pilih Jin hu untuk menemani dirinya. Sedangkan Jin hu, dia menghampiri para menteri yang masih menganga lebar itu.
"Mengapa kalian terlihat seperti itu?" tegur Jin hu menyentak mereka semua.
"Maaf Yang mulia." ucap mereka semua.
"Ayo ke ruang pertemuan saja. Biarkan tamuku beristirahat di sini." ajak Jin hu sambil melangkah pergi.
Semua orang itu segera mengekor setiap langkah Jin hu. Hingga memasuki ruang yang dimaksud oleh Jin hu.
Hai kalian semua para pembaca dan pendukung setia novel
"Pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Jangan lupa untuk tetap terus semangat untuk memberikan dukungan pada novel kesayangan kita ini.
Vote, like dan komen sangat berharga bagi kelangsungan novel ini.
Dukung terus Ze dan Jin hu
Selamat membaca dan semoga kalian selalu sehat dan bahagia.
salam hangat dan sayang dari Author
Terima kasih