
"Sebutkan semua nama pejabat serta bawahannya yang terlibat dengan Raja Hong dan para pemberontak." ucap Raja Ruo.
"Mentri Qin, Mentri Yun, Tuan Qu, Tuan Zu serta para wakil mereka kecuali wakil dari mentri Qin." jawan Fu kin.
Kening Raja Ruo tampak berkerut mendengar nama-nama yang di sebutkan oleh Fu kin. Raja Ruo mengepalkan kuat-kuat kedua tangannya menyadari jika selama ini dia sudah berhasil dikelabui oleh orang-orang yang dia percayai.
"Benar-benar kurang ajar mereka semua. Aku tidak pernah menyangka jika orang-orang di sekitar aku yang aku sangat percayai adalah musuh di dalam selimut." ucap geram Raja Ruo.
"Tenang dulu Guru. Sekarang saatnya kita gunakan kepala dingin untuk memikirkan cara terhalus menyingkirkan mereka semua." ucap Jin hu.
"Ya ayo kita membasmi satu per satu gulma-gulma itu sebelum membasmi dalang utamanya." ucap Raja Ruo.
"Kita mulai dari siapa dulu?" tanya Huo nan.
"Aku akan memberi tugas kepada Mentri Qin untuk mengurus masalah banjir di daerah barat kerajaan ini tepatnya di desa Juoju dan aku akan memerintahkan tuan Qu untuk membantunya." Jawab Raja Ruo menjelaskan rencanamya.
"Apakah kalian sanggup mengurus mereka dan para pengawalnya jika aku gabungkan mereka? Atau apa aku harus memisahkan wilayah tugas mereka?" tanya Raja Ruo.
"Kita sebenarnya sanggup mengatasi mereka sekaligus jika hanya mereka. Tapi, kita tidak tahu tentang kekuatan tersembunyi yang melindungi mereka apakah ada atau tidak.
Jika hanya 2 atau 3 orang kuat kami masih sanggup atasi tapi, aku khawatir jika satu dari mereka memiliki pengawal gelap lebih dari satu.
Maka jika bergabung akan membahayakan misi juga nyawa kita. Jadi sebaiknya kirim mentri Qin terlebih dulu, lalu kirim tuan Qu setelah kita menyingkirkan mentri Qin." jelas Ze.
"Kita butuh beberapa orang menggantikan mentri Qin dan rombongan hadir di desa Juoju agar tidak ada yang curiga." ucap Ze lagi.
"Bagaimana bisa mentri Qin di gantikan?" tanya Raja Ruo.
"Iya bagaimana bisa seorang seperti mentri Qin diganti oleh orang lain? Tentu orang-orang akan tahu dari rupanya. Kita juga tidak akan mungkin mendapatkan orang yang memiliki wajah serupa mentri Qin dalam waktu singkat." saut Jin hu.
"Itu adalah tugasku untuk membuat mentri Qin palsu. Aku cukup melihat wajah asli dari mentri Qin dan bawahannya yang akan ikut ke desa Juoju dan setelahnya aku akan membuat topeng yang hampir sama persis wajahnya." Jelas Ze.
"Jika seperti itu besok putri dan Jin hu bisa hadir dalam pertemuan para pejabat di ruang sidang." Putus Raja Ruo.
"Jin hu akan menunjukkan yang mana mentri Qin dan bawahan setianya. Karena, Jin hu sangat mengenal mereka semua. Mereka orang yang sudah sangat lama berada barsama aku dan bahkan sejak Raja sebelumnya yaitu ayahku menjabat." jelas Raja Ruo.
"Ah aku harus tahu putri butuh berapa lama untuk membuat topeng dari 10 orang? Karena aku akan memerintahkan mereka pergi setelah topeng siap." tanya Raja Ruo.
"Aku hanya butuh 3 hari saja jika hanya 10 topeng yang dibutuhkan." jawab Ze.
"Ada satu lagi yang aku butuhkan" ucap Ze.
"Apa itu?" tanya 4 pria di depan Ze itu kompak.
"Kalian harus bisa untuk menyiapkan orang yang bisa dipercaya oleh Yang mulia yang memiliki bentuk tubuh hampir serupa dengan orang-orang yang akan kita singkirkan itu." saut Ze.
"Baik aku akan memilih 10 orang dari prajurit gugus Zhongcheng untuk menjalankan misi ini. Prajurit ini adalah asuhanku sendiri dan tidak banyak yang tahu tentang mereka. Aku lebih mempercayai mereka dari pada para pelayan pribadi yang selalu mengikuti aku." jelas Raja Ruo.
"Baik aku rasa sudah cukup untuk hari ini. Kita butuh istirahat untuk menjalankan misi berikutnya." ucap Jin hu.
"Tapi, mau kita apakan 3 orang yang kalian sekap itu?" tanya Raja Ruo.
"Aku akan membuat mereka menjadi boneka agar dapat menjadi mata-mata untuk mendapat kabar buat pihak kita dari semua rencana pihak musuh." jawab Ze.
"Baik semua terserah putri saja aku percaya semua keputusan putri sudah putri fikirkan dengan matang sebelumnya." ucap Raja Ruo.
"Sebaiknya Pangeran tetap menyembunyikan pencapaian dan juga tangan baru pangeran hingga kita mampu mengatasi semua gulma yang ada." ucap Jin hu.
"Baik aku akan melakukannya." saut pangeran Rong yuo.
"Jika pangeran menutupi pencapaiannya dengan kekuatannya sendiri saat ini, akan banyak yang mampu melihat pencapaiannya, sebaiknya kak Jin hu yang melakukan untuk Pangeran Rong yuo." ucap Ze.
Jin hu mengangguk setuju dan menatap ke arah pangeran Rong yuo dan kembali mengangguk tanda dia siap melakukannya untuk pangeran Rong yuo lalu dengan segera pangeran Rong yuo duduk bersila di hadapan Jin hu.
Jin hu mengerahkan kemampuan menutupi pencapaiannya di arahkan ke dua tangannya ke arah tubuh pangeran Rong yuo setelah cukup lama proses untuk menutupi pencapaian Pangeran Rong yuo selesai.
Mereka semua berpisah dan kembali ke tempat isirahat masing-masing. Ze tetap di ruangan itu memilih melakukan percobaan obat pengendali fikiran buatannya pada 3 orang yang dia sekap itu.
Ze masuk ke dalam ruangan tempat Fu kin di ikat dan segera mengeluarkan sebotol cairan dari kantongnya. Fu kin yang melihat senyum mengerikan dari Ze mulai bergidik ngeri.
"A apa ya yang kau akan lakukan lagi pa da ku?" tanya Fu kin tergagap dan terbata sangking takutnya.
Ze hanya melangkah mendekat perlahan masih dengan senyum misterius tersungging di bibir mungilnya itu tanpa menjawab pertanyaan dari Fu kin membuat Fu kin makin merasa ngeri.
"Ja jangan men de kat." ucap Fu kin terbata dan wajahnya kini pucat dan di penuhi keringat.
"A apa itu la gi?" tanya Fu kin.
"Aku juga tidak tahu ini racun atau obat. Kita akan mengetahui jawabannya setelah kau meminum cairan di dalam botol ini." jawab Ze.
"Ja jangan a aku mo hon ja jangan." mohon Fu kin terbata dan kini tubuhnya gemetar karena Fu kin sudah sangat ketakutan saat mendengar ucapan Ze.
Ze memwgang dagu Fu kin lalu mendongakkan kepala Fu kin dengan paksa. Ze menotok Fu kin hingga tidak mampu bergerak lagi.
Ze membuka paksa mulut Fu kin lalu menuangkan cairan isi dari botol yang dia pegang tadi.
"Uhuk uhuk uhuk." Fu kin terbatuk saat Ze membuka totoknya kembali.
"Akh ah apa yang kau berikan itu akh." pekik Fu kin karena merasa kepalanya sangat sakit.
"Akh kepalaku akh tolong." seru Fu kin karena rasa sakit di kepalanya semakin tidak tertahankan.
Setelah itu Fu kin tak sadarkan diri karena sudah tidak sanggup menahan rasa sakit yang mendera kepalanya itu.
Jangan lupa Vote like dan komennya
terima kasih