
"Tentu setelah kami berhasil mendapatkan bahan terakhir yang kami butuhkan untuk membuat obat itu, maka sudah dapat dipastikan bahwa pangeran Rong yuo akan pulih sepenuhnya." Ucap Ze dan mereka berdua pergi dari tempat itu.
Ze hanya tersenyum dengan sinis saat dia menyadari ada yang telah mengikuti dia dengan Jin hu keluar dari istana. Ze menoleh ke arah Jin hu dan melihat Jin hu mengangguk yang artinya dia juga sudah tahu jika ada yang mengikuti mereka berdua Ze hanya tersenyum.
"Sebaiknya kita bergerak santai saja untuk melihat seberapa nekat mereka akan bertindak." Usul Ze.
"Aku penasaran apakah mereka hanya akan menunggu sampai kita mendapatkan bahan obat untuk menyerang kita, atau apakah mereka akan menunggu saat keadaan sudah mulai sepi baru mereka akan menyerang kita atau mereka akan menyerang kita secara membabi buta secara tiba-tiba." lanjut Ze menjelaskan saat mereka berdua sudah berada di dalam kereta.
"Baik tuan putri semua sesuai dengan keinginan tuan putri." saut Jin hu membuat Ze mendengus kesal karena merasa dirinya sedang diejek oleh Jin hu.
"Jangan marah-marah sayangku, aku hanya sedang bergurau saja. " ucap Jin hu sambil mencubit pelan hidung Ze.
Kereta sengaja dibuat berjalan pelan menuju ke tempat tujuan mereka saat ini. Di belakang mereka beberapa orang sedang mengikuti mereka dengan sabar. Entah apa tugas yang di berikan untuk mereka semua dan kapan mereka akan beraksi jika memang mereka akan menyerang.
Belum jelas juga tujuan mereka mengikuti Ze dan Jin hu, apakah mereka mengikuti Ze dan Jin hu hanya untuk mengawasi dan mencari tahu berbagai informasi tentang mereka atau untuk menyingkirkan mereka. Ze dengan sabar menunggu reaksi dari orang-orang yang telah mengikuti mereka dari semenjak kereta mereka keluar dari gerbang istana.
"Aku fikir mereka hanya diberikan tugas untuk mengikuti kita saja." ucap Ze setelah beberapa jam lamanya mereka dalam perjalanan dan orang-orang yang mengikuti mereka hanya mengekor tanpa melakukan tindakan apa pun terhadap mereka meski ada banyak peluang untuk menyerang.
"Iya mereka tampaknya hanya bertugas mengawasi kita." saut Jin hu.
"Tapi, mengapa mereka hanya mengawasi kita saja jika mereka hanya tidak ingin jika pangeran Rong yuo pulih dari keadaannya yang menyedihkan seperti dulu? " tanya Jin hu.
"Apakah tujuan mereka adalah obat penyembuhan yang pura-pura aku janjikan pada Raja Ruo tadi di istana? " tanya Ze balik tanpa menjawab pertanyaan dari Jin hu.
"Tapi, jika memang benar itu yang mereka inginkan, lalu untuk apa mereka sekarang menginginkan obat itu?" tanya Ze lagi.
"Kemungkinan besar mereka memiliki seseorang yang tengah terluka dan luka yang dideritanya serupa dengan yang diderita oleh Pangeran Rong yuo sebelum kau mengobati luka yang ada pada tubuhnya. Jadi, jika apa yang aku katakan itu benar adanya, maka mereka akan beraksi saat obat untuk pangeran Rong yuo telah ada di tangan kita." jelas Jin hu.
"Hanya ada satu cara untuk mencari tahu kebenaran dari tebakan kak Jin hu." ucap Ze.
"Berpura-pura memiliki apa yang mereka ingin dari kita." saut Jin hu.
"Ya benar sekali apa yang Kak Jin hu katakan." ucap Ze semangat.
"Aku mulai penasaran dengan tujuan asli mereka." ucap Ze dengan wajah penasaran.
"Apakah benar tujuan mereka yang asli mengikuti kita itu adalah obat yang sesungguhnya tidak akan ada? " tanya Ze lagi.
"Entah aku juga tidak bisa memastikan itu." jawab Jin hu.
"Karena tuan putri yang paling istimewa bagiku ini sudah amat sangat penasaran dengan tujuan mereka, sebaiknya kita mempercepat perjalanan kita menuju ke hutan furong saja." ucap Jin hu.
"Ya hutan Furong. Hutan itu adalah hutan yang terletak di belakang hutan Fujian. Hutan furong ini juga biasa disebut sebagai hutan Fujian kecil oleh sebagian besar orang. Julukan itu ada karena di dalam hutan furong juga terdapat cukup banyak tanaman obat walaupun bukan jenis tanaman yang langka, tapi tanaman yang ada di sana adalah jenis dengan kwalitas yang sangat bagus. Hutan Furong yang hanya terpisah oleh sungai kecil saja dengan hutan Fujian ini,bebas di masuki siapa saja tidak seperti hutan Fujian yang hanya dapat dimasuki jika salah satu dari anggota keluarga yang menjadi kunci ada bersama dengan orang itu." jelas Jin hu.
"Oh baik aku paham sekarang. " Saut Ze.
"Kau dapat berpura-pura mendapatkan apa yang kau perlukan untuk membuat obat buat pangeran Rong yuo dan segera membuat sesuatu untuk mengelabui mereka saat kita sudah sampai di dalam hutan furong itu. Kita lihat setelah itu apa yang akan mereka lakukan saat kita berpura-pura memiliki obat penyembuhan penyakit untuk pangeran Rong yuo." jelas Jin hu.
"Hm aku suka usulan kakak Jin hu. Ayo percepat jalan kereta ini. " saut Ze penuh semangat.
Sementara Ze dan Jin hu sedang membuat rencana mengelabui orang-orang yang telah mengikuti mereka itu, Raja Ruo di tempatnya saat ini juga tengah menyusun rencana untuk menyingkirkan para gulma yang tersisa dengan cara yang paling bersih.
Dia memilih tempat pangeran Rong yuo untuk membahas tentang masalah penyerangan itu agar tidak ada yang akan mencuri dengar apa yang dia dan anak buah kepercayaannya sedang bahas saat ini.
"Aku ingin kalian menyelesaikan orang-orang kepercayaan dari mendiang mentri Qin malam ini juga. Tapi, kalian harus ingat satu poin ini. Harus bersih jika memang tidak bisa maka buat seolah-olah mereka mengalami perampokan dan mati di tangan perampok yang menyerang mereka. Ambil barang-barang berharga yang ada di tempat mereka untuk menghindari kecurigaan." jelas Raja Ruo.
"Harus selesai malam ini juga karena besok adalah giliran tuan Qu dan tuan Zu untuk menjadi target kita sebelum kita menyerang para pemberontak di desa Guoin." ucap tegas Raja Ruo.
"Apa kalian paham?" tanya Raja Ruo.
"Ya Yang mulia Raja. " saut mereka kompak.
"Jika ada yang masih tidak kalian pahami maka bertanya karena misi kalian kali ini sangat penting untuk masa depan dari Kerajaan ini. " jelas Raja Ruo.
"Baik karena tidak ada yang bertanya maka aku anggap semua sudah paham. Aku tidak ingin menerima kata gagal. Aku sengaja mengutus banyak orang untuk menangani beberapa orang itu agar berhasil." jelas Raja Ruo lagi saat tidak ada yang bersuara dari sekian banyak prajurit andalan nya itu.
Setelah itu semua prajurit itu pergi dari tempat itu untuk bersiap melakukan penyerangan terhadap orang-orang kepercayaan dari mendiang mentri Qin.
Ha para readers kisah Ze yang selalu setia
Maaf baru bisa up hari ini
Seperti biasa kesibukan author belakangan ini sangat tidak memungkinkan author untuk menulis.
Jangan lupa untuk terus mendukung aksi Ze dan Jin hu dengan tidak bosan terus berikan
vote like dan komen kalian.
salam hangat dari author dan Ze.