Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Ada bau terbakar


Sesungguhnya Ze telah mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan. Hingga dia tau jika liu sia sedang menggoda jin hu. Ada sedikit rasa kesal di hatinya mengetahui itu.


Mengetahui jin hu menyebutnya istri di depan saudara seperguruannya membuat ze ingin membiarkan jin hu yang mengatasi sendiri kecoa pengganggu itu.


Tapi saat liu sia menghina dirinya dengan sebutan gadis sia sia dan sampah dia jadi ingin memanasi hati yang sudah siap terbakar itu.


"Kau sebut aku sia sia dan sampah maka sampah ini akan membakarmu dalam kecemburuan." batin ze lalu menyeringai. Lalu bangkit dan bermanja pada jin hu.


"Mengapa lama sekali sarapannya tiba? liu yu...! wen yuan...!" panggil ze masih bersandar pada jin hu sedang jin hu asik mengelus pelan kepala ze.


"Kami putri ze." jawab ke 2 nya kompak membuat yang lain heran. Pasalnya wen yuan hanya hormat pada jin hu tidak yang lain bahkan kaisar sekalipun.


"Carikan aku sarapan segera." ucap ze dan mereka segera pergi.


Ze sungguh kelaparan karena tertidur dari siang hingga pagi. Saat dia merasakan kehadiran wen yuan dan liu yu dia memutuskan menyuruh mereka mencarikan sarapan untuknya.


Ze bisa menyadari kehadiran mereka karena pil dan racun racikannya jika di bawa akan membuat ze mampu mendeteksi kehadirannya.


Tak berapa lama wen yuan dan liu yu datang membawa sarapan untuk ze.


"Wah ini semua terlihat enak terima kasih." ucap ze melihat ikan bakar kesukaannya di bawa oleh wen yuan.


"Kak jin jin." panggil ze manja


"Kenapa ze kecil?" tanya jin hu


"Aku terlalu lelah untuk memegang sumpit." keluh ze


"maka biarkan kak jin jinmu ini menyuapimu." ucap jin hu tersenyum bahagia. Jin hu menyadari jika perubahan sikap ze karena liu sia tapi dia tetap bahagia.


Bukankah itu artinya ze sedang cemburu padanya yang artinya ze mencintainya itu adalah apa yang di fikirkan jin hu.


"kak jin jin yang terbaik." ucap ze


Jin hu menyuapi Ze dengan sangat hati hati sambil terus tersenyum bahagia. Dia sama sekali tak perduli dengan apa yang ada di benak para saudara seperguruannya. Jin hu cukup bahagia dengan sikap manja ze.


"Aku merasakan aura yang tak biasa dari gadis kak jin hu ini. Aku rasa dia bukan sampah seperti apa yang di katakan liu sia tadi. Mungkin itu kenapa kakak ke 2 amat marah pada liu sia." batin Rui huo nan yang memang dapat merasakan aura kekuatan dari ze maski di tutupi oleh guru tang.


sedang wen yuan sungguh tak tau ada apa dengan tuannya yang selalu menjaga pandangan orang tentangnya itu menjadi budak dari seorang gadis kecil bahkan di depan para saudara seperguruannya.


liu sia sudah hampir mencapai batas bertahannya untuk tak menerkam ze saat ini. Melihat wajah penuh emosi dan tatapan membunuh dari liu sia Ze tersenyum.


"Kak jin jin tak makan? Bukankah kak jin jin juga tak makan dari kemarin siang?" tanya Ze dengan gaya manjanya.


Apakah jika seorang yang sulit tersentuh wanita jika sudah jatuh cinta akan menjadi budak dari cintanya itu? itulah yang mereka fikirkan.


Sarapan yang di pesan jin hu baru datang saat sarapan ze hampir habis.


"Mengapa begitu lama kalian menyediakan sarapan bukankah aku sudah memesan dari semalam agar sarapan datang lebih awal?" protes jin hu.


"maafkan kami yang mulia tuan jin hu ada terlalu banyak tamu saat ini dan pelayan kami sangat sedikit jadi...."


"Sudahlah tak apa apa sebaiknya kalian sediakan saja segera makanannya agar yang lain bisa makan juga." ucap ze memotong kalimat dari pelayan yang sedang ketakutan tadi membuat para pelayan bernafas lega.


"Baiklah jika ze mengatakan itu." ucap jin hu


Setelah semua hidangan tersedia mereka semua sarapan termasuk wen yuan dan liu yu.


"Biarkan aku menyuapi kak jin jin karena aku sudah memiliki tenaga untuk memegang sumpit." ucap ze membuat jin hu mengangguk senang.


Ze sangat senang melihat tatapan berapi api liu sia dan semakin bersemangat memberi tontonan kasih sayang tak perduli jika ada yang lain juga yang semakin heran melihat sikap jin hu.


"Apakah perjalanan kesini sudah mampu membuat dirimu kelelahan hingga memegang sumpit saja kau tak mampu?


Sunggu gadis yang lemah tidakkah kau tau perjalanan menuju gua si hui tu sangat berbahaya?


Gadis lemah sepertimu itu hanya akan menjadi beban bagi kak jin hu." Sarkas liu sia


"Siapa gadis ini kak jin jin kenapa dia memanggilmu kak jin hu?" tanya ze pada jin hu tanpa menggubris ucapan liu sia.


"Bukan siapa siapa kau tak usah perduli ucapannya oke?" ucap jin hu


"Apa kau mencium bau kak jin jin?" ucap ze dengan gaya mengendus endus


"tak ada" jawab jin hu


"cup" ze mencium pipi jin hu


"kau sangat menggemaskan jika tengah manja cup" ucap jin hu juga mencium pipi ze.


"Aku mencium ada bau terbakar di dalam sini." ucap ze


Para pangeran kecuali lei duan xi tertawa terbahak menyadari apa maksud ze.


"kau....!"